Adalah Salah Satu Sumber Pangan, Ini yang Perlu Anda Tahu Tentang Tepung Larut

Kandungan Nutrisi dalam Tepung Larut - freepik: @8photoKandungan Nutrisi dalam Tepung Larut - freepik: @8photo

Anda yang gemar membuat kue mungkin sudah cukup familier dengan tepung garut. Tepung garut atau tepung larut adalah tepung yang dibuat dari umbi garut. Tekstur dan rasanya mirip tapioka, tetapi memiliki aroma khas yang membuat kue ini terasa beda. Selain itu, rasanya yang renyah dan lumer di mulut membuat semua orang ketagihan.[1] Tepung satu ini memiliki beberapa sebutan lain, seperti tepung ararut, jelarut, dan dalam Bahasa Inggris disebut arrowroot flour. Tepung garut dijual dengan harga yang relatif terjangkau, mulai belasan ribu rupiah saja per 500 gram.

Tepung garut dapat digunakan sebagai substitusi terigu dalam pembuatan bahan baku beberapa jenis makanan sehari-hari, misalnya kue, mi, roti, maupun makanan tambahan bubur balita. Berdasarkan hasil penelitian Surawan (2011), pemberian cookies garut pada balita dapat meningkatkan populasi bakteri asam laktat dan Bifidobacteria pada feses, selain itu pemberian cookies juga dapat membuat tekstur feses lebih lembut. Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi emping garut selama 2 bulan dapat menurunkan berat badan pada penderita diabetes tipe 2.

Baca juga:  Yulia Baltschun Profil: 5 Hal Menarik yang Perlu Kamu Tau

Garut (Marantha arundinaceae) merupakan salah satu umbi yang potensial untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Garut dikelompokkan dalam umbi-umbian minor. Selama ini di Indonesia atau khususnya masyarakat Jawa terdapat kearifan lokal (local wisdom) yang menyatakan bahwa tepung garut mempunyai efek yang positif pada orang yang mengonsumsinya. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa umbi garut mempunyai nilai indeks glikemik yang rendah sehingga cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Selain itu, tepung garut memiliki komponen karbohidrat sebagai komponen terbesar penyusunnya, yaitu total pati: 56, 65 ± 0,76 (% db), serat larut air: 5,03 (% db), dan serat tidak larut air: 8,74 (% db). Serat pangan yang larut dalam air mudah difermentasi di dalam kolon. Sementara serat pangan yang tak larut air berperan untuk memperbesar volume feses dan mengurangi waktu transitnya di dalam kolon (bersifat laksatif lemah).

Tepung Larut yang dijual di Pasaran - shopee.co.id

Tepung Larut yang dijual di Pasaran – shopee.co.id

Berdasarkan penelitian Kumalasari dkk. (2012), ekstrak umbi garut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, baik secara in vitro maupun in vivo. Penambahan tepung garut dalam diet dapat meningkatkan jumlah lactobacilli dan memperbaiki sifat kimia digesta.[2]

Baca juga:  Harga Di Bawah Rp 20Ribuan, Lipstik Red-A Tersedia Dalam 54 Warna

Kandungan Nutrisi dalam Tepung Larut

  • Kalori: 355 kkal
  • Karbohidrat: 85,2 gram
  • Protein: 0,7 gram
  • Lemak: 0,2 gram
  • Kalium (K): 454 mg
  • Fosfor (P): 22 mg
  • Kalsium (Ca): 8 mg
  • Zat besi (Fe): 1,5 mg
  • Vitamin B1: 0,09 mg

Manfaat Tepung Larut

  • Mengontrol gula darah. Indeks glikemik tepung garut jauh lebih rendah dari tepung terigu, yaitu sekitar 14, sehingga diklaim aman untuk kesehatan gula darah.
  • Menjaga kesehatan sistem pencernaan karena dalam 100 gram umbi garut mentah mengandung sekitar 1,3 gram serat pangan.
  • Sumber energi untuk ibu hamil.
  • Menjaga berat badan agar tetap stabil, termasuk untuk para penderita diabetes.
  • Membantu meredakan diare.
  • Bebas gluten.
  • Penangkal keracunan.
  • Baik untuk kesehatan jantung.
  • Digunakan dalam bedak talek dan pelembap.
  • Mengobati masalah kulit seperti noda, ruam, atau luka lainnya.

Nah, jika Anda tertarik untuk mengolah tepung larut sebagai makanan, Anda bisa coba membuat bubur pati garut. Berikut resepnya.

Manfaat Tepung Larut - freepik: @azerbaijan_stockers

Manfaat Tepung Larut – freepik: @azerbaijan_stockers

Resep Bubur Pati Garut

Bahan Bubur Pati Garut

  • 50 gram tepung garut
  • 100 ml air
  • 100 gram gula aren
  • 400 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • Bahan kuah: 1 bungkus santan, 250 ml air, dan sejumput garam
Baca juga:  Dimakan Dengan Nyala Api, Berani Coba Cemilan Khas India yang Satu Ini?

Cara Membuat Bubur Pati Garut

  1. Rebus gula aren, 400 ml air, dan daun pandan hingga mendidih dan gula larut. Saring, lalu sisihkan.
  2. Larutkan tepung garut dengan 100 ml air. Masukkan ke air gula dan daun pandan. Masak dengan api sedang sambil diaduk rata hingga warna berubah jadi bening kecokelatan dan meletup-letup. Angkat.
  3. Masak bahan kuah hingga mendidih.
  4. Sajikan bubur pati garut di sebuah mangkuk, kemudian tambahkan kuah di atasnya.

Bubur pati garut ini akan terasa nikmat jika disajikan selagi hangat. Bagaimana? Sangat mudah bukan cara membuatnya?

[1] Didi, D. 2015. Bikin Kue Kering, Yuk! (hlm 19). Tetty Y, editor. Jakarta: FMedia.

[2] Gardjito, M dkk. 2013. Pangan Nusantara: Karakteristik dan Prospek Untuk Percepatan Diversifikasi Pangan Edisi Pertama (hlm 100-101). Jakarta: Kencana.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: