Manfaat Sayur Asparagus untuk Kesehatan Janin dan Fungsi Reproduksi

Mengandung zat besi, antioksidan, dan asam folat

Sayur Asparagus - aidahjune.blogspot.co.id Sayur Asparagus - aidahjune.blogspot.co.id

, dalam pengertiannya, merupakan salah satu dari satu spesies tumbuhan genus Asparagus. Pada zaman Mesir Kuno, Yunani dan bangsa Roma, asparagus dikonsumsi untuk segar pada musim panas dan dijadikan sayuran kering pada saat memasuki musim dingin. Sempat kehilangan popularitasnya pada abad pertengahan, namun kembali diminati pada abad ke 17.

Asparagus telah digunakan sejak lama sebagai bahan makanan dan -obatan,  karena rasanya yang sedap dan diuretiknya. Sifat diuretik inilah yang membuat asparagus berkhasiat untuk memperlancar saluran urine sehingga mampu memperbaiki kinerja ginjal.

“Asparagus telah lama dikenal karena khasiatnya sebagai obat,” tulis D. Onstad, penulis Companion Whole Foods.

juga menunjukkan bahwa, asparagus adalah jenis sayuran yang memberikan nutrisi penting bagi tubuh, misalnya rendah kalori, tinggi anti oksidan, sumber folat dan lainnya. Folat adalah kunci dalam menjinakkan homosistein , zat yang terlibat dalam jantung. Folat juga penting bagi ibu hamil, karena melindungi terhadap cacat tabung pada bayi.

Sayur asparagus segar
[foto:Sarah Lötscher]

Sayuran asparagus yang biasanya diolah menjadi jus ataupun direbus, kaya akan kandungan gizi lainnya. Termasuk salah satunya adalah zat besi. Zat besi sangat diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi akan menyebabkan tubuh menjadi lesu, kepala pusing dan pandangan kabur, yang merupakan salah satu gejala anemia atau kurang darah. Memang terdapat banyak makanan yang mengandung zat besi. Akan tetapi, sebaiknya pilih makanan nabati karena lebih aman untuk dikonsumsi. Sayur asparagus adalah salah satu makanan lezat berkhasiat yang perlu dipertimbangkan.

Dalam terapi Ayurveda, sebuah pengobatan India menggunakan akar asparagus yang terkenal dengan julukan Shavatari yang berarti “perempuan yang memiliki 100 suami”. Shavatari memiliki sifat afrosidiak dan digunakan untuk mengatur hormon yang dapat menyembuhkkan gangguan fungsi reproduksi pada pria maupun wanita. Asparagus juga memiliki sifat anti-kecemasan yang akan membantu dalam menyembuhkan kelemahan fisik dan mental  pada pria. Hal tersebut dapat membantu dalam meningkatkan libido dan meningkatkan kualitas sperma pada pria.

Obat Shavatari juga telah diyakini sebagai galactogogue, yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI, serta meningkatkan nafsu makan pada ibu menyusui. Dalam sebuah studi penelitian yang dilakukan pada hewan, telah menunjukkan efek positif pada kelenjar susu dari subyek betina.

Namun, selain memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh, asparagus juga memiliki beberapa efek samping. Asparagus mengandung kalsium oksalat dan purin. Bagi penderita batu ginjal dan kadar asam urat darah yang tinggi dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi asparagus. Mungkin sebagian besar orang mengira zat purin hanya ada pada jeroan dan seafood. Namun, sayuran hijau juga banyak yang memiliki kandungan purin, meski tidak semuanya. Peningkatan kadar purin ini diyakini mampu menyebabkan penumpukan kristal asam urat pada sendi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: