Punya Banyak Manfaat, Minyak Esensial Dikenal Membantu Pemulihan Kanker

Minyak esensial (sumber: yogabasics.com)Minyak esensial (sumber: yogabasics.com)

Minyak esensial atau minyak atsiri tidak hanya digunakan sebagai bahan aromaterapi, tetapi juga untuk treatment terapi holistik yang bisa membantu menenangkan pikiran, antiseptik udara, dan pengobatan kulit.[1] Di sisi lain, manfaat minyak esensial dikenal baik untuk membantu proses pemulihan pasien kanker.

Minyak Esensial Membantu Pemulihan Kanker

Aroma memainkan peran yang kuat dalam kehidupan kita, dan minyak esensial diketahui dapat membantu mengangkat semangat, menenangkan gangguan pencernaan, mengatasi sembelit, dan menghilangkan rasa sakit pada pasien kanker. Dilansir dari South China Morning Post, sebuah studi tentang penggunaan minyak esensial sebagai aromaterapi pada wanita yang menjalani perawatan kanker menunjukkan kelegaan dari rasa sakit, meningkatkan energi, meningkatkan nafsu makan, dan suasana hati mereka

“Penyembuhan dimulai dengan mandi aromatik dan pijat setiap hari,” kata Hippocrates. Bahkan 2.400 tahun yang lalu, ‘bapak kedokteran’ telah memahami kekuatan aromatik dalam memulihkan kesehatan seseorang.

“Aromaterapi memiliki wangi yang secara langsung memengaruhi sistem limbik Anda, yang merupakan pusat emosi utama Anda,” kata Anita Cheung, ahli aromaterapi bersertifikat dan pendiri iLiving, di distrik Central Hong Kong. “Sinyal penciuman langsung mencapai hippocampus dan amigdala, dua wilayah otak yang mempengaruhi memori dan emosi.”

Baca juga:  Gunakan Bahan Alami, Berikut Manfaat Masker Innisfree Untuk Samarkan Bekas Jerawat

Tidak ada cara yang tepat untuk mengoleskan minyak esensial, orang yang berbeda mungkin merespons lebih baik terhadap metode yang berbeda. Wewangian memiliki sifat dan manfaat yang bervariasi, baik untuk fisik atau emosional, jadi penting untuk melakukan riset sebelum mencobanya.

Misalnya, minyak atsiri jeruk dapat membangkitkan semangat dengan aromanya yang cerah dan zesty, tetapi juga menyebabkan kulit Anda sensitif terhadap sinar matahari, jadi Anda tidak boleh mengoleskannya sebelum berjemur. Jahe dapat meningkatkan pencernaan, wintergreen dapat menghilangkan rasa sakit, dan minyak cengkeh memiliki sifat anestesi alami.

Penggunaan Minyak Esensial untuk Pemulihan Kanker

Dalam praktik dan penelitiannya, Dr Theresa Lai Tze-kwan juga melihat bagaimana aromaterapi dapat membantu orang, terutama pasien kanker. Sebagai asisten profesor di Caritas Institute of Higher Education’s School of Health Sciences, Lai memulai kariernya di bidang keperawatan. Saat bekerja di perawatan paliatif, ia belajar bagaimana minyak esensial yang dijadikan aromaterapi dapat digunakan sebagai pengobatan pelengkap untuk menenangkan gejala fisik dan psikologis pasien kanker.

Minyak esensial (sumber: forbes)

Minyak esensial (sumber: forbes)

“Tujuan saya tidak untuk menyembuhkan sesuatu, tetapi hanya meningkatkan kenyamanan pasien,” kata Lai. “Saya mencatat bahwa sebagian besar pasien memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan.”

Baca juga:  Mengenali Pemicu Skin Picking Disorder (SPD) Dan Bagaimana Mengatasinya

Dengan pasiennya, Lai biasanya mengoleskan minyak esensial dengan pijatan. Dia bekerja sama dengan dokter pasien untuk memastikan bahwa aromaterapi adalah perawatan yang sesuai, sekaligus untuk mengidentifikasi gejala yang dihadapi pasien.

Mual adalah efek samping umum dari kemoterapi dan perawatan kanker lainnya. Lai juga melihat banyak pasien yang mengalami sembelit, termasuk pasien kanker paru-paru yang mungkin kekurangan kekuatan perut.

Dalam sebuah studi tahun 2012, Lai dan dokter lain menemukan bahwa mereka yang menerima pijat aromaterapi memiliki rata-rata jumlah buang air besar yang lebih tinggi daripada mereka yang menerima pijatan biasa atau tanpa pijatan.

Untuk membantu meringankan sembelit, Lai mencampur minyak khusus untuk mengencerkan minyak esensial, karena menggunakan minyak secara langsung dapat menyebabkan iritasi kulit. Minyak pengencer tersebut, seperti minyak zaitun, jojoba, dan rosemary.

Untuk kecemasan atau insomnia, Lai umumnya akan menggunakan minyak yang lebih menenangkan seperti lavender atau chamomile. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Nursing telah menemukan sejumlah efek positif lain dari aromaterapi pada pasien kanker wanita, termasuk peningkatan tingkat energi, nafsu makan dan suasana hati, serta mengurangi rasa sakit, ketegangan otot dan mati rasa.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengecilkan Payudara dengan Olahraga?

Tips Memilih Minyak Esensial untuk Pasien Kanker

“Penting untuk memilih minyak yang tidak akan menyebabkan reaksi yang merugikan,” kata Lai. “Misalnya, jika tekanan darah pasien sangat rendah, saya tidak bisa menggunakan lavender terlalu banyak, karena itu akan semakin menurunkan tekanan darah mereka.”

Di sisi lain, minyak esensial rosemary, dapat meningkatkan tekanan darah, jadi Lai tidak akan memberikannya pada pasien kanker dengan tekanan darah tinggi. Frekuensi aplikasi dan jumlah minyak esensial yang digunakan juga penting . Lai memperingatkan agar tidak menggunakan terlalu banyak minyak langsung pada kulit dan mengatakan bahwa rasio seimbang minyak esensial dengan minyak pengencer untuk keperluan pijat sangat penting.

[1] Mulyana, Yanti. 2011. Effect Aromatheraphy of Rose Essential Oil (Rosa domacena MILL) to Decrease Number a Bacterial In Air of Conditioned Room. Jurnal Medika Planta Unpad, Vol. 1(4): 49-58.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: