Manfaat Mammografi Sebagai Pendeteksi Sel Kanker Payudara

kanker, payudara, mammografi, mammogram, periksa, dokter, usia, wanita, preferensi, tahun, risiko, manfaat, sel, kondisi, pedoman, baru, preventif, cara, tes, tambahan, muda, tua, biopsi, pemeriksaan, tahunanPenyakit kanker payudara (sumber: medicalnewstoday.com)

Wanita dapat merencanakan jadwal pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan adanya sel kanker payudara mereka sendiri berdasarkan risiko dan preferensi masing-masing. Jika Anda cenderung mengikuti buku pedoman perawatan kesehatan preventif, Anda mungkin akan mendapatkan suntikan flu setiap musim gugur, melakukan kolonoskopi setiap 10 tahun, dan umumnya mengikuti rekomendasi para ahli.

Tetapi apa yang Anda ketahui tentang mammogram? Mammogram adalah alat khusus yang memakai energi radiasi atau sinar X yang memantau perkembangan dalam jaringan di payudara. Umumnya, untuk mendeteksi sel kanker payudara sebelum sel berkembang terlalu parah.

Selama beberapa dekade, dua kelompok ahli yang paling berpengaruh yaitu American Cancer Society (ACS) dan U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF) tidak menyetujui tentang kapan harus mulai melakukan mammografi (pemeriksaan menggunakan mammogram), seberapa sering melakukannya, atau berapa lama untuk melakukannya. Mereka masih tidak setuju tentang skrining kanker payudara bagi wanita usia 45 hingga 54 tahun.

Dr Nancy Keating, profesor di Harvard Medical School dan internis di Brigham and Women’s Hospital, merangkum situasi yaitu untuk wanita yang berusia lebih dari 40 tahun, tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan ‘haruskah Anda melakukan mammografi?’

Menurut National Cancer Institute, mammografi dapat mendeteksi sekitar 20 persen tanda-tanda kanker. Selain itu, 100 dari setiap 1.000 wanita yang melakukan mammografi pada pemeriksaan apa pun, akan dipanggil kembali untuk pengujian lebih lanjut jika ditemukan sesuatu atau tanda yang mencurigakan. Namun, hanya 5 dari 100 orang yang melakukan pengujian lebih lanjut benar-benar menderita kanker payudara.

Selain itu, sekitar 19 persen gejala kanker yang dideteksi oleh mammografi tidak menunjukkan gejala yang mengancam kesehatan. Hal itu dikarenakan mammografi akan mendeteksi kelainan seperti ductal carcinoma in situ (DCIS) yaitu penumpukan sel-sel abnormal di dalam saluran payudara, yang dianggap sebagai kondisi pra-kanker. DCIS biasanya diobati dengan pembedahan dan seringkali radiasi juga, meskipun mayoritas DCIS tidak akan berkembang menjadi kanker. Mengidentifikasi dan mengobati kondisi ‘tidak berbahaya’ ini juga dikenal sebagai overdiagnosis dan overtreatment.

Baca juga:  ‘Body-focused Repetitive Behaviors’, Kebiasaan Buruk yang Mengganggu Kesehatan

Sekitar 85 persen wanita yang meninggal karena kanker payudara bisa saja mereka telah melakukan mammografi, atau bahkan tidak melakukannya. Ada semakin banyak bukti bahwa beberapa tumor telah membuang sel-sel ke dalam darah sebelum dibuktikan pada mammografi.

Pedoman baru

kanker, payudara, mammografi, mammogram, periksa, dokter, usia, wanita, preferensi, tahun, risiko, manfaat, sel, kondisi, pedoman, baru, preventif, cara, tes, tambahan, muda, tua, biopsi, pemeriksaan, tahunan

Prosedur pemeriksaan menggunakan mammograf (sumber: elnuevodiari.com)

Dalam mengembangkan panduan mammografi, kedua organisasi (ACS & (USPSTF) meninjau bukti untuk mempertimbangkan manfaat dan risiko mamografi. Sebagian besar informasi yang didapatkan berasal dari studi observasional di mana peneliti melacak kesehatan wanita yang mengikuti jadwal mamografi berbeda. ACS menerbitkan pedoman baru tanggal 21 Oktober 2015, dalam The Journal of American Medical Association. Sementara, USPSTF memiliki draf pedoman 2015 di situs webnya, www.screeningforcancer.org.

Para ahli ACS menetapkan bahwa risiko kanker payudara sangat rendah pada wanita di bawah usia 45 tahun yaitu hanya sekitar enam dari 1.000 wanita usia 40 hingga 45 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin lebih besar bahaya mamografi daripada manfaatnya dalam kelompok usia 40-45 tahun. Organisasi merekomendasikan pemeriksaan tahunan dimulai pada usia 45 tahun karena kemungkinan kanker payudara meningkat pada saat itu.

Baca juga:  Urutan Pemakaian Beserta Harga Paket Acnes Treatment Series

ACS merekomendasikan skrining tahunan untuk wanita usia 45 hingga 54 tahun karena beberapa bukti menunjukkan bahwa skrining tahunan dapat dikaitkan dengan menemukan tumor yang lebih kecil untuk wanita dalam kelompok itu. Sedangkan manfaat yang sama tidak ditemukan untuk wanita berusia lebih tua. Pada wanita usia lebih tua, direkomendasikan melakukan skrining dua tahunan, yang lebih mungkin untuk memungkinkan sel kanker tumbuh lebih lambat.

Sementara itu, USPSTF menetapkan bahwa wanita usia 50 hingga 74 tahun akan mendapatkan manfaat terbesar dari mammografi,  dan ​​didefinisikan sebagai pengurang risiko kematian akibat kanker payudara. Dapat disimpulkan juga bahwa pemeriksaan setiap dua tahun memiliki manfaat yang serupa dengan pemeriksaan tahunan.

Apa yang harus dipertimbangkan?

kanker, payudara, mammografi, mammogram, periksa, dokter, usia, wanita, preferensi, tahun, risiko, manfaat, sel, kondisi, pedoman, baru, preventif, cara, tes, tambahan, muda, tua, biopsi, pemeriksaan, tahunan

Konsultasi pasien dengan perawat

Jika Anda mencoba memutuskan kapan waktu yang tepat melakukan mammografi, sebaiknya bicarakan dengan dokter Anda tentang hal-hal berikut:

Risiko kanker payudara pribadi Anda

Rekomendasi ditujukan untuk wanita yang memiliki risiko rata-rata untuk kanker payudara. Kategori risiko usia rata-rata itu tidak termasuk wanita yang sudah mengidap kanker payudara, memiliki mutasi genetik yang meningkatkan risiko kanker payudara, atau memiliki perawatan radiasi ke dada ketika mereka masih muda, biasanya untuk penyakit Hodgkin. Risiko rata-rata didasarkan untuk berbagai wanita, sehingga risiko individu Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung pada riwayat keluarga, gaya hidup, berat badan, atau kepadatan payudara. Dokter akan membantu Anda memperkirakan risiko pribadi.

Risiko dan manfaat mamografi

Risiko pribadi dan usia adalah faktor dalam menimbang risiko dan manfaat mamografi bagi Anda. Sebagai contoh, seorang wanita berusia 40-an tahun mungkin memiliki risiko kanker lebih tinggi akan mendapat manfaat dari mamografi yang hampir sama dengan seorang wanita berusia 50-an tahun atau 60-an tahun.

Baca juga:  Makanan Dengan Kandungan Antioksidan Yang Dapat Menangkal Radikal Bebas

Meskipun risiko terkena kanker payudara lebih tinggi pada wanita 55 tahun atau lebih tua, wanita yang lebih muda mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk pertumbuhan sel kanker lebih cepat. Itulah mengapa wanita muda lebih mungkin mendapat manfaat dari mammografi dibandingkan wanita yang lebih tua. Namun, wanita yang lebih muda juga lebih mungkin memiliki hasil yang kurang akurat sehingga harus menjalani tes tambahan, termasuk biopsi.

Preferensi Anda

Keyakinan dan perasaan pribadi Anda sama pentingnya dengan keputusan seberapa sering melakukan mammografi. Jika Anda takut pada prosedur karena membayangkan rasa sakit, Anda mungkin membutuhkan mammografi setiap tahun, atau rutin dilakukan. Di sisi lain, jika Anda tidak bisa memaafkan diri sendiri ketika Anda ternyata didiagnosis mengidap kanker payudara setelah melewatkan mammografi, pemeriksaan tahunan mungkin merupakan pilihan lebih baik.

Usia

Jika Anda berusia 70-an tahun atau 80-an tahun, dan memiliki beberapa kondisi kronis, Anda mungkin tidak bersedia menjalani perawatan untuk kanker. Tetapi, mungkin saja ada beberapa orang yang bersedia mencegah sel kanker lebih dini.

Selain mammografi, deteksi kanker payudara juga bisa dilakukan dengan cara sederhana yaitu pemeriksaan sendiri atau sadari (periksa payudara sendiri). Teknik itu dilakukan dengan cara meraba dada. Apabila Anda menemukan benjolan (sebelumnya tidak ada), perubahan kulit di sekitar area payudara, maka sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: