Apa Saja Manfaat Kolagen untuk Payudara?

Ilustrasi: payudara wanitaIlustrasi: payudara wanita

Kolagen merupakan komponen protein pembentuk struktur kulit, otot, dan pembuluh darah. Pada dasarnya kolagen merupakan jaringan ikat pada kulit yang membuat kulit menjadi keras dan kencang. Bersama serabut elastin, serabut-serabut kolagen saling mengisi dan membuat kuat lapisan kulit bagian atas. Kelenturan dan kekenyalan kulit juga dipengaruhi oleh kolagen.

Kulit ideal yang diinginkan setiap orang adalah kulit yang kenyal, elastis, dan minim kerutan. Namun sayang, proses penuaan pada manusia pasti akan terjadi. Secara alami, sedikitnya satu persen kolagen dalam tubuh kita hilang setiap tahun. Karenanya, pada usia 30 tahun, manusia kehilangan kolagen 15-20%. Pada usia 50 tahun, kolagen yang hilang mencapai 35-40%. Karena itu, mengonsumsi makanan yang mengandung kolagen dapat membantu mempercantik kulit.[1]

Selain dengan memenuhi asupan kolagen lewat makanan dan minuman, jenis perawatan atau treatment “suntik kolagen” juga banyak diminati. Kolagen sangat populer di AS, yaitu sekitar 2.000 suntikan dilakukan per minggu. Kolagen akan mengisi lipatan hidung-mulut, kerut dahi, lubang jerawat, dan bekas luka yang mengerut. Bentuk yang diencerkan digunakan untuk kerutan halus dan di sekitar mata.

Baca juga:  Ingin Cegah DBD? Ini Syarat Fogging Menurut Depkes

Kolagen adalah protein yang membuat dasar kulit kencang dan kenyal. Ekstrak yang dimurnikan dari kulit sapi ini disuntikkan menggunakan jarum halus ke dalam lapisan dermis di mana kulit telah menipis dan menjadi berkerut. Dibutuhkan dua atau tiga kali perawatan, yang berselang dua minggu, untuk mengisi seluruh bagian. Perawatan ulang dilakukan setiap tiga hingga enam bulan. Kolagen dapat disuntikkan langsung ke bibir untuk membuat kenyal atau menajamkan kontur bibir atas. Perawatan ulang perlu dilakukan setiap beberapa bulan.[2]

Penggunaan serat kolagen dalam produk kosmetik sering sekali mengandung salah pengertian dengan penyuntikan serat kolagen ke lapisan dermis kulit. Penggunaan kolagen dalam produk kosmetik memberikan efek melembapkan kulit, karena kolagen di dalam produk kosmetik yang diaplikasikan ke kulit akan menahan kandungan air di dalam kulit. Pengertian bahwa kolagen ini akan menggantikan kolagen yang berada dalam lapisan dermis kulit tentu tidaklah benar.

Makanan kaya kolagen (sumber: harmonyproteins.com)

Makanan kaya kolagen (sumber: harmonyproteins.com)

Berat molekul kolagen yang tinggi tidaklah mungkin dapat meresap ke dalam lapisan dermis. Penggantian kolagen dalam lapisan dermis ini hanya dapat dilakukan melalui injeksi langsung ke dalam lapisan dermis. Bahkan setelah injeksi pertama kolagen ke dalam lapisan dermis pun diperlukan injeksi ulang, mengingat kolagen ini akan meresap ke bagian lebih dalam kulit. Sekali serat alami kolagen mengalami kerusakan, sangatlah tidak mungkin mengembalikan strukturnya ke bentuk semula.[3]

Baca juga:  Waspada, Menopause Dini Pengaruhi Kesehatan Jantung Wanita

Manfaat Kolagen untuk Payudara

Dilansir dari Hellosehat, secara umum kolagen dapat mengurangi keriput dan garis halus di kulit, demikian pula dengan kulit di area payudara. Selain itu, kolagen disebut-sebut mampu mengurangi selulit, yakni kondisi ketika jaringan lemak mendesak ke atas menembus serat hingga lapisan teratas kulit. Hal ini pula yang membuat tampilan kulit terlihat bergelombang tidak rata. Mengonsumsi suplemen kolagen kabarnya bisa membantu mengurangi selulit dari dalam tubuh, sekaligus mempercepat proses perbaikan dan regenerasi dari serat dalam kulit yang rusak.

Seperti halnya semua jaringan dalam tubuh Anda, payudara juga tersusun dari kolagen dan elastin yang akan menurun kinerjanya seiring dengan bertambahnya usia. Walaupun kolagen mungkin bisa membantu untuk kembali mengencangkan kulit, ada baiknya Anda tidak sembarangan melakukan suntik kolagen di tempat yang kurang terjamin.

Baca juga:  Diklaim Bisa Bikin Kuat & Tahan Lama, Apa Efek Samping Kopi Reximax?

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari Bamed Skin Care dr Adhimukti T Sampurna SpKK FINSDV, sebelum memutuskan untuk suntik kolagen, sebaiknya Anda cari tahu terlebih dahulu kandungan zat yang hendak disuntikkan.

Pasalnya, perawatan yang umum disebut suntik kolagen oleh masyarakat awam tersebut berisi vitamin C dan antioksidan. Justru kata dr Adhimukti akan jadi masalah apabila yang disuntikkan dalam suntik kolagen benar-benar berisi kolagen. “Kalau benar-benar kolagen, nggak bisa diserap di pembuluh darah, akan membentuk plak dan sumbatan. Bisa stroke,” tandasnya, seperti dilansir Republika.

[1] Sendih, S dkk. 2006. Keajaiban Teripang: Penyembuh Mujarab dari Laut (hlm 56). Jakarta: Agromedia Pustaka.

[2] Bentley, V. 2005. Siasat Jitu Awet Muda. Terjemahan oleh: Shinta T. Kiki S, editor. Jakarta: Erlangga.

[3] Prianto, J. 2014. Cantik: Panduan Lengkap Merawat Kulit Wajah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: