Manfaat dan Usia Ideal Anak Belajar Bahasa Asing

manfaat, usia, ideal, anak, belajar, bahasa, asing, dwi bahasa, bilingual, periset, otak, masa, mode, motivasi, cara, orang tua, ibu, Inggris, China, Mandarin, ekonomi, tujuan, pembelajaran, peluang, prospek, komunikasi, memori, budaya Ilustrasi: anak belajar bahasa asing (sumber: parentsmap.com)

Berbicara tentang mengajarkan asing untuk , sebaiknya mereka diperkenalkan dengan bahasa asing sebelum menginjak usia 10 tahun. Karena pada masa tersebut, jauh lebih reseptif dan masih dalam mode , dan -anak kemungkinan besar akan belajar kefasihan dalam bahasa lain selain bahasa ibu. Mempelajari dua bahasa atau lebih, sebagai seorang menyajikan banyak manfaat, yang meliputi perkembangan, kemasyarakatan dan . Ini juga dapat meningkatkan peluang dan prospek kehidupan dan karir bagi mereka saat mereka sudah tumbuh dewasa.

Kita hidup dalam masyarakat modern, beragam, dan multikultural. Sangat penting bahwa anak-anak belajar tentang dunia tempat kita hidup, termasuk mempelajari bahasa asing. Anak-anak yang bilingual dari usia muda menyajikan berbagai hasil kognitif positif. Ini termasuk peningkatan perhatian dan konsentrasi, retensi memori yang lebih baik dan persepsi yang lebih baik. Anak-anak yang berbicara lebih dari satu bahasa juga lebih sadar dan terdidik secara budaya.

Usia ideal anak untuk belajar bahasa asing

Anak-anak umumnya mulai berbicara pada usia 6 bulan atau lebih tua. Sementara antara 18 bulan dan 2 tahun, mereka mulai membentuk kalimat dan mempelajari struktur kalimat. Bahasa bukanlah turunan, bahasa yang paling dipaparkan si anak, akan menjadi bahasa yang paling mudah mereka pelajari dan menjadi nyaman. Mengekspos mereka ke dua bahasa atau lebih hanya akan memicu rasa ingin tahu dan minat mereka dalam pengembangan bahasa.

Studi menunjukkan bahwa bahasa menunjukkan periode kritis ketika proses pembelajaran optimal. Di usia muda, anak-anak memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap informasi dan mereproduksi suara yang mereka dengar. Anak-anak kecil juga mengalami lebih sedikit kecemasan pada saat mereka gagal atau membuat kesalahan, sehingga lebih mungkin untuk melanjutkan belajar sampai mereka berhasil. Ini membuat proses belajar lebih lancar dan lebih menyenangkan.

Ilustrasi: usia tepat untuk belajar bahasa (sumber: herfamily.ie)

Menurut riset yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, belajar bahasa asing sebelum usia 10 tahun akan membantu seseorang mencapai tingkat kemahiran serupa dengan penutur asli. Menariknya, seperti dilansir laman the Independent, mereka yang berusia 17 atau 18 tahun tetap memiliki keterampilan tinggi dalam memahami tata bahasa dari bahasa baru, meski pemahaman tersebut juga akan berkurang. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, periset mengukur kemampuan gramatikal 670.000 orang dari berbagai usia dan kebangsaan menggunakan kuis.

Selain itu, periset juga mempertimbangkan faktor usia, berapa lama mereka belajar Bahasa Inggris, dan kondisi pembelajaran, sebelum mereka diminta untuk menentukan apakah kalimat tersebut benar secara tata bahasa. Hasilnya, sekitar 246.000 peserta hanya menguasai Bahasa Inggris. Sisanya, mampu berbicara setidaknya dua bahasa, bahkan lebih. Rata-rata bahasa asli peserta dalam riset – tidak termasuk Bahasa Inggris – adalah Bahasa Finlandia, Turki, Jerman, Rusia, dan Hongaria. Mayoritas orang yang menyelesaikan kuis berusia sekitar 20-30 tahun. Namun, peserta termuda yang berhasil menyelesaikan kuis berusia 10 tahun, dan yang tertua di berada di akhir usia 70 tahun.

Bahasa asing mana yang terbaik untuk dipelajari?

China adalah kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, menawarkan rute perdagangan global dan peluang bisnis ganda, dan itu terus berkembang. Pada 2016, US-China Strong foundation mengatakan bahwa mereka menargetkan satu juta AS untuk belajar bahasa Mandarin pada 2020.

Hal-hal juga berkembang pesat di Inggris. Pada tahun 2018, Cina melampaui Jerman di antara siswa A-level untuk pertama kalinya, meskipun ada penurunan dalam pilihan bahasa, sementara entri untuk Perancis dan Spanyol menurun masing-masing 8% dan 4%.

Meningkatnya permintaan Bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi individu, terutama dengan Brexit menjulang, mencari prospek karier di luar negeri. Dan dengan pertumbuhan ekonomi Cina, masuk akal untuk belajar Bahasa Mandarin dan bahasa terkait untuk tetap berada di depan kompetisi.

Belajar Bahasa Mandarin dari usia yang lebih muda – baik di rumah, melalui les privat atau di dasar. Tingkat KS1 dan KS2 telah terbukti menciptakan fondasi yang kuat, menghilangkan kesulitan dalam belajar di kemudian hari, Juga, bersama dengan manfaat pembelajaran awal, dapat membuka pilihan karier mereka di pendidikan lanjutan dan karier masa depan.

manfaat, usia, ideal, anak, belajar, bahasa, asing, dwi bahasa, bilingual, periset, otak, masa, mode, motivasi, cara, orang tua, ibu, Inggris, China, Mandarin, ekonomi, tujuan, pembelajaran, peluang, prospek, komunikasi, memori, budaya

Anak-anak belajar Bahasa Mandarin (sumber: teacheryap.com)

Namun, mempelajari bahasa asing membutuhkan proses yang menuntut dedikasi. Selain itu frekuensi berlatih menjadi kunci penentu keberhasilan. Pada masing masing orang tua tujuan mendidik anak secara dwi bahasa (bilingual) bersifat personal. Jawaban dari pertanyaan di atas menentukan langkah orang tua dalam menyusun skenario terkait dengan dengan sumber daya yang dimilikinya. Dengan mengenali sumber daya yang dimilikinya, orang tua mampu menentukan metode tepat agar anaknya mempunyai tingkat kemahiran yang diinginkan.

Jika Anda menjadi satu-satunya sumber pengajar Bahasa Inggris bagi anak Anda, maka menerapkan kebiasaan berkomunikasi berbahasa Inggris dalam 1-2 jam tidak akan cukup. Apa yang dapat membuat anak berhasil mempelajari dua bahasa sekaligus adalah dengan latihan sehari-hari dan menggunakan sistem yang diprediksi dapat memotivasi anak dalam belajar.

Artinya, kedua sistem yang benar-benar bekerja untuk menciptakan anak-anak bilingual yang fasih adalah satu bahasa-satu orang tua dan penggunaan bahasa di rumah vs penggunaan bahasa di luar rumah.

Jika Anda menjadi satu-satunya sumber pelatihan Bahasa Inggris, dengan kata lain orang tua atau anggota keluarga lainnya tidak dapat berbahasa Inggris. Maka Anda harus berbicara Bahasa Inggris dengannya setiap saat. Sehingga dia tahu bahwa dia perlu berbicara Bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan Anda. Dan itu tidak mungkin bekerja dengan sempurna saat Anda sendiri tidak benar-benar fasih berbahasa Inggris.

Karena belajar bahasa itu sulit, bahkan untuk anak-anak. Maka belajar dua bahasa sekaligus semakin sulit. Terlebih jika si anak merasa tertekan untuk melakukan hal yang dirasa tidak mudah untuk dilakukan maka melatihnya berkomunikasi dalam dua jam per hari dianggap percuma, karena ia justru akan merasa tidak menyukainya sama sekali.

Anak-anak hanya akan belajar bahasa dengan baik jika mereka merasa membutuhkan bahasa tersebut untuk berkomunikasi dengan orang yang ingin mereka ajak berkomunikasi. Jika dia tahu dia bisa berkomunikasi dengan Anda dalam bahasa ibu, lantas apa motivasinya menggunakan bahasa lainnya?

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: