Manfaat dan Bahaya Fluoride Dalam Pasta Gigi

Pasta gigi Pasta gigi

Kebersihan gigi adalah salah satu hal yang terpenting bagi semua orang. Gigi yang bersih dan berkilau akan membuat Anda semakin percaya diri berbicara dengan orang lain. Pemilihan pasta gigi yang tepat menjadi pertimbangan utama untuk mendapatkan gigi yang bersih. Hampir semua pasta gigi di pasaran mengandung fluoride. Namun sebagian kalangan menilai fluoride di dalam pasta gigi lebih menyebabkan kerugian. Pada artikel ini akan dibahas mengenai fluoride dan seberapa besar pengaruhnya bagi kesehatan gigi.   

Penambahan mineral fluoride pada pasta gigi bertujuan untuk mengembalikan mineral di gigi yang hilang akibat asam yang berasal dari plak bakteri dan gula. Tanpa penambahan mineral (remineralization) gigi menjadi mudah goyang. Gigi secara otomatis akan menyerap fluoride ketika Anda menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung zat tersebut. Pada anak berusia kurang dari 6 tahun, fluoride juga diperlukan untuk pertumbuhan gigi permanen karena membantu mempercepat proses remineralisasi.  Sedangkan bagi orang yang menderita mulut kering, penyakit gusi, sering menderita gigi berlubang, dan menggunakan kawat gigi sangat dianjurkan menggunakan fluoride dalam pasta gigi atau obat kumur.

Fluoride juga bisa dioleskan langsung di gigi oleh dokter gigi dalam bentuk gel, foam, atau pernis.   Selain dalam pasta gigi, Anda juga bisa mendapatkan fluoride di air minum dan makanan yang ditambahkan mineral ini. Fluoride pada dasarnya aman, tetapi jika dipakai secara berlebihan bisa menyebabkan warna kecokelatan pada gigi yang disebut juga fluorosis. Kondisi itu umumnya terjadi pada saat gigi tetap baru muncul, walaupun jarang.

Pada dasarnya, pasta gigi mengandung berbagai jenis fluoride. Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan sodium fluoride (NaF). Menurut Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.

Pasta gigi (sumber: Wikipedia)

Pasta gigi (sumber: Wikipedia)

Hasil penelitian Departemen Kesehatan Belgia menyimpulkan bahwa penggunaan fluoride secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan sistem saraf. Fakta ini mendorong pemerintah Belgia untuk melarang beredarnya segala jenis tablet dan permen yang mengandung fluoride. Pemerintah Belgia juga sedang mempresentasikan hasil penelitiannya di depan anggota Uni Eropa untuk memperoleh kesepakatan bersama pelarangan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Fluoride yang ada dalam pasta gigi biasanya berupa sodium monofluoro fosfat ataupun sodium fluoride. Hampir sebagian pasta gigi yang dijual di Indonesia mengandung fluoride. Selama 50 tahun ini fluoride menjadi bahan efektif melindungi email gigi dari kerusakan akibat asam dan mencegah gigi berlubang. Namun ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan fluoride dalam jangka waktu lama ternyata memiliki sejumlah bahaya bagi tubuh manusia.

Pada tahun 1990 Dr. John Colquhoun melakukan penelitian pada 60.000 anak sekolah dan menemukan bahwa sejumlah anak pada wilayah yang diberi fluoride menderita keropos gigi (fluorosis). Selain itu ilmuwan FDA (Administrasi Obat dan Makanan) juga menyatakan adanya hubungan antara tingkat kesuburan perempuan usia 10 – 49 tahun dengan meningkatnya penggunaan fluoride. Penelitian lain juga membuktikan bahwa 1 ppm (per mili) fluoride dalam air dapat memproduksi zat yang dapat merusak otak. Zat ini dapat mengakibatkan penyakit alzheimer yang terkait dengan saraf otak. 

Sebenarnya fluoride yang terkandung dalam pasta gigi dapat berkhasiat selama kadarnya tidak berlebihan. WHO (World Health Organization) menetapkan komponen fluoride minimal 800 ppm sehingga tidak membahayakan tubuh. Sedangkan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menetapkan standar kandungan fluoride dalam pasta gigi sebesar 800 sampai 1500 ppm, namun untuk pasta gigi anak rentangnya yaitu 250 sampai 500 ppm. Meskipun pasta gigi yang Anda gunakan sudah memenuhi kriteria aman, tapi perlu diketahui bahwa fluoride yang ada dalam pasta gigi bisa tertelan ke dalam lambung.

Membersihkan gigi dengan pasta

Membersihkan gigi dengan pasta

Hal ini dapat terjadi ketika kita menggosok gigi ada sebagian pasta gigi yang berada di air ludah lalu tertelan masuk ke dalam lambung. Sebuah penelitian dari Prof. Dirk Vanden Berghe menyatakan bahwa sekitar 30-40 persen pasta gigi ditelan oleh anak-anak ketika menyikat gigi maupun melalui air ludah. Hal ini dapat mengakibatkan fluoride yang terkandung dalam pasta gigi tersebut terakumulasi dan mengakibatkan overdosis fluoride. Sangat mungkin terutama bagi anak-anak menelan sebagian pasta gigi yang digunakan saat menggosok gigi. Hal ini karena pasta gigi anak-anak diberi tambahan rasa dan aroma yang enak misalnya rasa buah-buahan.

BPOM juga memberikan batasan penggunaan fluoride di pasta gigi sebesar 0,15%. Oleh karena itu, sebelum membeli pasta gigi sebaiknya Anda melihat komposisi bahan-bahannya untuk melihat kadar fluoride. Namun faktanya, hampir semua pasta gigi mengandung fluoride sehingga cukup sulit menemukan pasta gigi tanpa fluoride. Kalaupun menggunakan pasta gigi berfluoride sebaiknya memilih pasta gigi yang kandungan fluoride-nya di bawah 50 persen sesuai aturan yang dibuat oleh BPOM.

Bahaya fluoride terhadap kesehatan di antaranya, kerusakan pada sistem berpikir, penyakit alzheimer, kemandulan hingga kerusakan otak dan saraf. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengecek kadar produk pasta gigi sebelum membelinya. Jangan sampai Anda menggunakan suatu produk yang bertujuan untuk menyehatkan tubuh namun justru dapat membahayakan tubuh Anda meskipun dalam jangka waktu yang panjang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: