Penting untuk Pertumbuhan, Ini Deretan Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Bayi

Bayi makan (sumber: mamanatural.com)Bayi makan (sumber: mamanatural.com)

Zat besi adalah zat yang sangat penting untuk manusia, baik untuk dewasa, bayi, maupun anak-anak. Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin atau sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika tidak mendapat asupan zat besi yang cukup, maka tubuh tak mampu membentuk hemoglobin. Akibatnya pun cukup fatal, jaringan dan organ tubuh berpotensi mengalami kekurangan oksigen.

Seperti halnya orang dewasa, kekurangan zat besi pada bayi bisa menimbulkan anemia atau kondisi tubuh kekurangan sel darah merah. Dilansir dari Alodokter, bila tidak segera diatasi, kondisi tersebut bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan gangguan pada tumbuh kembang anak. Salah satu cara yang bisa dilakukan sebagai orang tua adalah memberi makanan yang mengandung zat besi untuk anak.

Zat besi (Fe) dalam makanan ada dua macam, yaitu besi heme dan besi non-heme. Besi heme mudah diserap oleh tubuh dan banyak terkandung dalam bahan makanan hewani. Zat besi golongan ini dapat diserap hampir 30%, sedangkan besi non-heme hanya dapat diserap 5% dan umumnya terdapat dalam bahan makanan nabati.

Baca juga:  Resep dan Cara Membuat Kue Kering Sumpia Udang Rebon

Tingkat penyerapan zat besi non-heme yang rendah itu dapat ditingkatkan dengan penambahan faktor yang mempermudah, yaitu vitamin C atau kelompok citrus. Anak-anak membutuhkan zat besi antara 7-11 mg/hari, baik anak laki-laki maupun perempuan.[1]

Ada begitu banyak sumber makanan yang diketahui kaya akan kandungan zat besi untuk bayi atau anak-anak. Berikut ini sederet makanan yang mengandung zat besi.

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Bayi

Bahan makanan sumber zat besi (sumber: webmd.com)

Bahan makanan sumber zat besi (sumber: webmd.com)

  • Bayam
  • Brokoli
  • Kentang
  • Bit merah
  • Jamur
  • Zaitun
  • Stroberi
  • Buah delima
  • Mulberry
  • Semangka
  • Daging sapi giling atau daging merah
  • Dada ayam
  • Hati (ayam, sapi, atau kambing)
  • Telur
  • Kerang
  • Tiram
  • Udang
  • Ikan
  • Kurma
  • Apel
  • Prune
  • Apricot kering
  • Jambu
  • Pepaya
  • Belimbing
  • Nangka
  • Avokad
  • Srikaya
  • Salak

Bila dokter menyatakan bahwa bayi Anda mengalami kekurangan zat besi, bayi akan membutuhkan sekitar enam miligram zat besi per pon berat badan per hari, selama beberapa bulan.[2]

Orang tua menyuapi bayi (sumber: first1000days.ie)

Orang tua menyuapi bayi (sumber: first1000days.ie)

Tanda Bayi Kekurangan Zat Besi

  • Kulit pucat
  • Tidak nafsu makan
  • Berat badan tidak bertambah atau kesulitan untuk naik
  • Lemah dan lesu
  • Terlihat kurang aktif atau jarang mau bermain
  • Lidah membesar atau bengkak
  • Mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah atau sering mengalami infeksi
Baca juga:  5 Kelebihan Homeschooling Dibandingkan Pendidikan Formal

Tips Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Anak

Konsumsi makanan yang Mengandung Zat Besi

Konsumsi makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi minimal 2 kali per hari. Bahan makanan yang mengandung zat besi paling tinggi menurut data dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) adalah daging berwarna merah. Sayuran hijau juga mengandung zat besi tinggi walaupun hanya diserap sekitar 3-8% dibanding sumber hewani yang diserap sekitar 23%.

Konsumsi Makanan Tinggi Vitamin C

Vitamin C diketahui bisa meningkatkan penyerapan zat besi dari serealia dan sayuran sebanyak 2 kali lipat, sehingga lebih banyak zat besi yang bisa diserap oleh saluran pencernaan.

Hindari Konsumsi Susu atau Teh di Saat Makan Utama

Kandungan kalsium yang tinggi dalam susu bisa menghambat penyerapan zat besi karena absorpsi kalsium akan berkompetisi dengan absorpsi zat besi. Teh pun mengandung zat yang bisa menghambat penyerapan zat besi. Oleh sebab itu, sebaiknya minum susu atau teh di luar makan utama.

Baca juga:  Tips Bikin Anak Lebih Disiplin dan Tepat Waktu

Konsumsi MPASI Fortifikasi

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi anak, Anda bisa memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang sudah difortifikasi. Bayi setidaknya perlu makan hati ayam 85 gram sehari (setara 3 potong ukuran sedang) atau daging sapi sebanyak 385 gram (hampir 1,5 kali porsi steak untuk orang dewasa) untuk memenuhi kebutuhan zat besi sebesar 11 mg per hari. Jumlah tersebut tentunya sangat banyak bagi bayi usia 6-12 bulan. Oleh sebab itu, MPASI fortifikasi yang sudah diperkaya zat besi dapat dijadikan alternatif.

[1] Sudaryanto, G. 2015. Menu Sehat untuk Anak Sakit. Atiatul M, editor. Jakarta: Penebar Plus+

[2] Sears, W dkk. 2006. The Baby Book. Terjemahan oleh: Dwi K dkk. Ati C, editor. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: