Makanan yang Bahaya & Harus Dihindari untuk Ibu Hamil Muda

Sushi - freepik: @stockkingSushi - freepik: @stockking

Ibu yang sedang mengandung, khususnya hamil muda memang punya sederet pantangan yang tak boleh dilakukan agar keselamatan dan kesehatan janin dalam kandungannya senantiasa terjaga. Setidaknya ada beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari atau Anda kurangi konsumsinya apabila sedang hamil muda. Berikut ini beberapa macam makanan yang bahaya dan dilarang untuk ibu hamil muda.

Nanas Muda

Selama ini, ibu hamil dilarang memakan nanas muda karena dapat mengakibatkan keguguran. Sebab, nanas mengandung tingkat keasaman yang tinggi, terutama nanas yang belum matang. Sedangkan, mengonsumsi nanas pada akhir kehamilan bisa menyebabkan kontraksi lebih dini. Namun, yang harus diingat adalah nanas bisa berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam keadaan mentah serta belum matang. Karena, hal itu bisa menyebabkan kontraksi pada rahim, keguguran, muntah, diare, serta periode menstruasi yang berat.

Sedangkan, pada buah yang masih mentah, ditakutkan masih mengandung bahan-bahan insektisida atau zat lain yang berbahaya bagi janin yang sedang dikandung. Selain itu, dalam buah nanas terdapat asam. Kadar asam yang berlebihan dapat memicu penyakit maag. Saat kehamilan, umumnya kadar asam lambung meningkat.

Baca juga:  Manfaat dan Harga Inlacta DHA Bagi Ibu Hamil & Menyusui

Zat bromelain yang terkandung dalam nanas bila dikonsumsi berlebihan bisa memicu kontraksi dini, bahkan keguguran. Memang, zat ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, bagi wanita hamil, justru kelebihan zat ini dapat menjadi faktor pemicu keguguran.[1]

Nanas Muda - freepik: @dashu83

Nanas Muda – freepik: @dashu83

Pepaya Muda

Buah pepaya muda memang berguna untuk melancarkan air susu ibu, tetapi pepaya muda membahayakan bagi ibu hamil. Sebab, pepaya yang masih setengah matang atau mentah bisa menggugurkan kandungan pada ibu hamil. Jadi, untuk ibu hamil sebaiknya menghindari mengonsumsi pepaya muda.[2]

Pepaya Muda - freepik: @jcomp

Pepaya Muda – freepik: @jcomp

Ikan yang Tinggi Merkuri

Ikan atau beberapa makanan laut (seafood) pada dasarnya termasuk sumber protein yang baik dan kaya asam lemak omega-3. Tetapi, FDA telah mengelompokkan beberapa jenis seafood yang dilarang untuk ibu hamil karena terlalu tinggi kandungan merkurinya, yaitu ikan hiu, ikan makerel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, dan ikan tuna sirip kuning. Dilansir dari Hellosehat, beberapa jenis seafood yang lebih umum di Indonesia juga dilaporkan mengandung kadar merkuri cukup tinggi dan termasuk pantangan untuk ibu hamil, yakni udang, salmon, tuna, sarden, lele, ikan bilis, ikan nila (tilapia), dan ikan trout.

Salmon Ikan yang Tinggi Merkuri - freepik: @timolina

Salmon Ikan yang Tinggi Merkuri – freepik: @timolina

Sushi

Jika Anda termasuk penggemar sushi dan sashimi, sebaiknya hindari makanan tersebut selama kehamilan. Seafood mentah atau yang hanya setengah matang berpotensi membahayakan janin karena di dalamnya bisa saja masih ada cacing parasit, apalagi jika proses penyajiannya kurang steril. Sebaiknya, santap makanan laut yang sudah benar-benar matang.

Sushi - freepik: @stockking

Sushi – freepik: @stockking

Steak Setengah Matang

Steak sebenarnya tidak masalah untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, tetapi akan menjadi masalah jika steak tersebut dipanggang tidak matang sempurna atau hanya dimasak di kisaran rare (mentah), medium rare (setengah matang), dan medium well (agak matang). Sebaiknya ibu hamil mengonsumsi steak yang dimasak hingga well done (matang sempurna). Daging steak yang dimasak tidak matang sempurna dikhawatirkan mengandung parasit toksoplasmosis yang berbahaya untuk janin. Hal ini bukan hanya berlaku untuk daging sapi, tetapi juga daging ayam, atau unggas lainnya.

Steak Setengah Matang - www.today.com

Steak Setengah Matang – www.today.com

Telur Setengah Matang

Telur yang dimasak setengah matang mungkin masih mengandung bakteri salmonella aktif yang berpotensi menginfeksi Anda dan janin dalam kandungan, sehingga memicu muntaber (muntah dan diare).Dalam kasus yang jarang, bakteri salmonella juga bisa menyebabkan infeksi cairan ketuban. Walau jarang sekali terjadi, infeksi tersebut kabarnya dapat mengakibatkan keguguran. Oleh sebab itu, ibu hamil lebih baik makan telur yang sudah dalam kondisi benar-benar matang dengan tampilan kuning dan putih telurnya padat.

Baca juga:  Manisan Cabai, Manisan Bercita Rasa Unik Dan Kaya Nutrisi
Telur Setengah Matang - www.onceuponachef.com

Telur Setengah Matang – www.onceuponachef.com

Jeroan

Jeroan seperti usus, hati, ampela, jantung ayam, sapi, dan lainnya juga termasuk makanan yang tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak dan terlalu sering oleh ibu hamil. Jeroan kabarnya mengandung banyak vitamin A yang baik untuk kesehatan, tetapi jika dikonsumsi berlebihan oleh ibu hamil justru bisa membahayakan janin.

Jeroan - www.tripadvisor.com

Jeroan – www.tripadvisor.com

[1] Widyawati, V. 2019. Buah-Buahan dan Sayur-Sayuran Terlarang bagi Ibu Hamil. Liana P, editor. Yogyakarta: Laksana, hlm 9.

[2] Ibid., hlm 14.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: