Jaga Kesehatan, Ini Makanan Terbaik Berdasarkan Usia

Ilustrasi: menu makanan sehatIlustrasi: menu makanan sehat

Seiring berjalannya usia, seseorang membutuhkan sumber gizi yang berbeda. Di usia anak-anak, umumnya lebih membutuhkan makanan yang mengandung banyak protein dan kalsium untuk tumbuh kembangnya. Sementara itu, orang dewasa dan lansia lebih membutuhkan bahan makanan yang mengandung banyak serat dan vitamin.

Kebutuhan gizi setiap golongan usia sangat menentukan taraf kesehatan dan kondisi fungsi tubuhnya. Setiap kelompok usia memiliki standar pemenuhan gizi berdasarkan asupan harian. Anak-anak harus mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi lengkap untuk menghindari stunting dan kekurangan gizi.[1] Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang tidak sesuai dengan umur yang mengindikasikan kejadian jangka panjang. Stunting juga merupakan dampak kumulatif dari ketidakcukupan konsumsi zat gizi, kondisi kesehatan buruk, dan pengasuhan tidak memadai.

Sementara itu, pada orang dewasa dan lansia, beberapa jenis makanan malah harus dikurangi jumlah asupannya, dengan alasan untuk menjaga kualitas hidup dan kondisi kesehatan. Sebagai contoh, saat dewasa dan lansia, Anda harus mengurangi makanan yang mengandung lemak dan gula, karena berisiko diabetes. Untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang boleh dikonsumsi berdasarkan usia, Anda bisa melihat rincian berikut yang dilansir dari WebMD.

Baca juga:  Waspadai 11 Bahaya Fluoride Dalam Pasta Gigi yang Belum Anda Ketahui

Jenis Asupan Diet Sehat

Ilustrasi: makan bersama

Ilustrasi: makan bersama

  • Makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, oatmeal, dan kacang-kacangan, dapat membantu mengatasi sembelit yang umum seiring bertambahnya usia. Makanan ini juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, mengelola gula darah, dan menjaga berat badan tetap ideal. Jika Anda seorang pria berusia 51 tahun atau lebih, usahakan untuk makan 30 gram serat setiap hari, sedangkan wanita membutuhkan sekitar 21 gram serat per hari.
  • Gandum utuh. Ketika Anda berusia 25 tahun ke atas, usahakan untuk mulai mengonsumsi gandum utuh, paling tidak seminggu sekali. Ini adalah sumber serat yang bagus dan kaya vitamin B6 dan folat untuk menjaga otak agar tetap sehat. Selain itu, gandum utuh dipercaya bisa mengurangi peluang Anda terkena penyakit jantung, kanker, dan diabetes saat lansia.
  • Kacang-kacangan. Makanan ini baik untuk Anda yang berusia 20-30 tahun ke atas. Jenis kacang, seperti almond, walnut, mete, pecan, dan pistachio diketahui memiliki efek anti-penuaan dini yang besar. Camilan renyah ini juga mengandung nutrisi khusus yang dapat membantu menunda atau mencegah penyakit jantung terkait usia, stroke, diabetes tipe 2, penyakit saraf, dan beberapa jenis kanker.
  • Makanan ini tidak hanya baik untuk anak-anak usia 5-13 tahun, tetapi juga Anda yang berusia 20 tahun ke atas. Setidaknya, konsumsilah ikan berlemak, seperti salmon, tuna, herring, dan trout sebanyak dua kali seminggu. Hal ini karena ikan tersebut mengandung DHA tinggi dan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan otak. Konon, tingkat DHA yang rendah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer, tetapi jika cukup, Anda dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan untuk berpikir.
  • Bayi hingga anak-anak sangat membutuhkan susu untuk membantu proses tumbuh kembang, tetapi tidak bagi remaja, orang dewasa, dan lansia. Seiring bertambahnya usia, Anda harus mengurangi konsumsi susu, terutama susu sapi. Hal ini karena susu mengandung banyak lemak yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Sebagai patokan, setelah usia 50 tahun, Anda hanya membutuhkan 1.100 miligram kalsium setiap hari atau sekitar 3 gelas susu. Sementara anak-anak membutuhkan 1200 miligram kalsium setiap hari atau sekitar 4 gelas susu.
  • Rempah-rempah. Makanan yang mengandung rempah-rempah tergolong baik untuk Anda yang menginjak usia 30 tahun. Tak hanya sebagai bumbu penyedap, rempah-rempah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Misalnya, bawang putih membantu menjaga pembuluh darah Anda tetap terbuka. Kayu manis dapat membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida (lemak darah). Kunyit dapat melindungi dari depresi dan penyakit Alzheimer, dan mungkin juga memiliki kekuatan anti-kanker.
  • Makanan berwarna merah dan oranye. Semangka, tomat, paprika merah, dan paprika oranye konon sangat bagus untuk Anda yang menginjak usia 25-30 tahun ke atas, karena mengandung senyawa alami likopen. Likopen berfungsi menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan mencegah stroke di usia lanjut.
Baca juga:  Kebiasaan Menulis Tangan Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Otak

Bahan makanan di atas bisa Anda temukan dengan mudah di pusat perbelanjaan terdekat dan beberapa di antaranya bisa Anda beli di pasar tradisional. Dengan mengonsumsi bahan makanan sesuai usia, Anda akan mendapatkan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

[1] Damayanti, Retty Anisa, Lailatul Muniroh, Farapti. 2016. Perbedaan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif pada Balita Stunting dan Non Stunting. Media Gizi Indonesia Universitas Airlangga, Vol. 11(1): 61-69.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: