Makanan Dengan Kandungan Antioksidan Yang Dapat Menangkal Radikal Bebas

makanan, mengandung, antioksidan, radikal, bebas, asam, lemak, omega, 3, 6, penyakit, sayuran, buah, flavonoid, vitamin, C, E, kandungan, beta, karoten, likopen, selenium, suplemenMetode pernapasan dalam yoga

Radikal bebas merupakan atom tunggal atau berkelompok yang sedikitnya mempunyai satu orbit terluar dengan satu elektron tunggal (tidak berpasangan), sementara harusnya berpasangan. Dari pengertian tersebut, lebih singkatnya, radikal bebas adalah molekul yang mengandung satu elektron tidak berpasangan pada orbit terluarnya.

Selama metabolisme oksidatif, banyak oksigen yang dikonsumsi akan terkait pada hidrogen selama fosforilasi oksidatif, kemudian membentuk air. Akan tetapi, diperkirakan bahwa 4-5% dari asupan oksigen melalui pernapasan tidak diubah menjadi air, tetapi akan membentuk radikal bebas.

Maka, konsumsi akan meningkat dan juga akan terjadi peningkatan produksi radikal bebas dan peroksida lipid, yang kemudian radikal bebas tadi akan menimbulkan respons inflamasi menyebabkan kerusakan otot setelah pelatihan. Tubuh mempunyai sistem pertahanan antioksidan yang tergantung dari asupan vitamin, antioksidan dan mineral dan produksi antioksidan endogen seperti glutation.

Pada keadaan normal (saat istirahat), sistem pertahanan antioksidan di dalam tubuh dapat secara mudah mengatasi radikal bebas yang terbentuk. Selama waktu terjadi peningkatan pemakaian oksigen (contohnya saat olahraga) produksi radikal bebas diyakini berperan menyebabkan penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Pemakaian oksigen meningkat banyak selama olahraga, di mana menyebabkan peningkatan terbentuknya radikal bebas. Tubuh akan melawan peningkatan radikal bebas tersebut dengan sistem pertahanan antioksidan.

Ketika produksi radikal bebas melebihi kemampuan untuk mengatasinya, maka kerusakan oksidatif akan terbentuk. Radikal bebas yang terbentuk selama pelatihan kronik 7 dapat melebihi kapasitas proteksi sistem antioksidan, akan membuat imunitas terhadap penyakit menurun dan cedera. Karena itu dibutuhkan asupan vitamin sebagai zat antioksidan.

Apa Itu Antioksidan?

makanan, mengandung, antioksidan, radikal, bebas, asam, lemak, omega, 3, 6, penyakit, sayuran, buah, flavonoid, vitamin, C, E, kandungan, beta, karoten, likopen, selenium, suplemen

Ilustrasi: kesehatan tubuh luar dalam

Dari paparan di atas, dapat dilihat bahwa zat antioksidan memiliki fungsi penting dalam menangkal radikal bebas. Apa itu antioksidan? Antioksidan merupakan bahan kimia yang melawan proses di sel Anda yang disebut oksidasi. Sumber utamanya adalah makanan nabati, tetapi tubuh juga memproduksinya. Anda mungkin sering mendengar tentang vitamin C dan E, beta-karoten, dan mineral selenium dan mangan. Selain itu, nutrisi tanaman dan bahan kimia seperti flavonoid, fenol, polifenol, dan fitoestrogen juga merupakan antioksidan.

Zat antioksidan bekerja membentuk sebuah tim yang memerangi radikal bebas. Zat kimia ini menyebabkan proses oksidasi yang merusak sel-sel Anda dan materi genetik di dalamnya. Tubuh Anda membuat radikal bebas karena mengolah makanan, sinar matahari, dan racun seperti asap, polusi, dan alkohol. Antioksidan bekerja dengan cara menghentikan radikal bebas sebelum radikal bebas terbentuk. Antioksidan juga berfungsi menghancurkan radikal bebas sehingga menjadikannya tidak lagi berbahaya.

Makanan Yang Mengandung Antioksidan

Makanan Dengan Kandungan Vitamin E

Baca juga:  Manfaat dan Harga Wardah Hydrating Aloe Vera Gel

Anda bisa mendapatkan asupan antioksidan dari berbagai bahan makanan, di antaranya vitamin E. Vitamin itu bisa didapatkan dari biji-bijian utuh, minyak sayur (zaitun, bunga matahari, canola), kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau. Bahan-bahan makanan itu dianggap memiliki kandungan yang bisa larut dalam lemak, sehingga bisa melawan radikal bebas yang ada pada dinding sel Anda. Vitamin E juga bisa menghentikan kolesterol LDL.

Makanan Dengan Kandungan Vitamin C

Vitamin itu biasa disebut juga dengan asam askorbat, yang bisa larut dalam air. Vitamin ini bisa membantu mencegah kanker lambung, paru-paru, dan gangguan pada sistem pencernaan. Anda bisa mendapatkan asupan vitamin C dari sayuran hijau, tomat, dan buah jeruk serta grapefruit (jeruk besar berkulit oranye dengan daging merah keunguan seperti anggur).

Beta Karoten

Kandungan ini adalah karotenoid yang larut dalam lemak (pigmen kuning, oranye, dan merah pada sayuran dan buah-buahan). Tubuh Anda mengubahnya menjadi retinol, yang membantu penglihatan Anda. Mungkin beta karoten akan berbahaya jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen, jadi yang terbaik adalah berasal dari makanan. Anda bisa mendapatkan asupan beta karoten dari buah-buahan,biji-bijian, wortel, labu, bayam, dan sayuran hijau lainnya.

 

Bahan makanan sumber antioksidan (sumber: netmeds.com)

Likopen

Baca juga:  Bukan Digosok Tapi Ditepuk ‘Patting’, Teknik Perawatan Kulit Ala Jepang

Karotenoid ini dapat membantu melindungi terhadap kanker prostat, paru-paru, dan payudara. Anda bisa mendapatkannya di tomat yang dimasak dan diproses. Itu merupakan sumber terbaik. Bisa juga dari saus marinara yang ada dalam hidangan pasta. Lalu, memanaskan tomat membuatnya lebih mudah bagi tubuh Anda untuk menyerap likopen. Tambahkan sedikit lemak seperti minyak zaitun untuk lebih membantu tubuh Anda menyerap nutrisi.

Selenium

Kandungan ini ditemukan pada tanah dan air. Mineral ini membantu kerja tiroid Anda. Penelitian menunjukkan, selenium dapat membantu melindungi tubuh terhadap kanker, terutama paru-paru, usus besar, dan prostat. Selenium terbilang mudah untuk didapatkan dalam suplemen. Tetapi, konsumsi suplemen dapat menyebabkan masalah pencernaan, masalah pada rambut dan kuku, bahkan sirosis hati. Makanan terbaik yang mengandung selenium adalah dari biji-bijian, bawang, bawang putih, kacang, kedelai, makanan laut, daging, dan hati.

Flavonoid

Baca juga:  Penasaran Dengan Ladoo? Manisan Sederhana Khas India

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa lebih dari 4.000 antioksidan ditemukan dalam buah dan sayuran. Setiap tanaman mengandung kombinasi flavonoid yang berbeda. Buah dan sayuran dapat membantu melindungi terhadap penyakit jantung, kanker, arthritis, penuaan, katarak, kehilangan memori, stroke, peradangan, dan infeksi. Anda bisa mendapatkan flavonoid di teh hijau, anggur, anggur merah, apel, coklat, dan buah beri.

Omega-3 dan Omega-6 (Asam Lemak)

Omega-3 dianggap dapat membantu melindungi terhadap penyakit jantung, stroke, arthritis, katarak, dan kanker. Sementara itu, omega-6 membantu meningkatkan eksim, psoriasis, dan osteoporosis.

Tubuh Anda tidak dapat membuat asam lemak esensial ini, yang berfungsi membantu menghentikan peradangan. Anda bisa mendapatkan kandungan asam lemak omega-3 dari ikan salmon, tuna, sarden, dan walnut. Sementara, asam lemak omega-6 banyak ditemukan di minyak sayur, kacang, dan unggas.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: