Logam Berat pada Makanan Bayi, Bagaimana Mengatasinya?

Ilustrasi: memberi makan bayi (sumber: care.com)Ilustrasi: memberi makan bayi (sumber: care.com)

Sudah diketahui secara umum, makanan bayi yang beredar di pasaran pasti mengandung logam berat meskipun jumlahnya sangat sedikit. Meski demikian, logam berat tetap termasuk bahan berbahaya dan beracun, yang bisa menyebabkan risiko kurang gizi atau kekurangan berat badan pada bayi.[1] Sementara tidak bisa menghindari makanan untuk bayi yang dijual di pasaran, apa yang harus dilakukan oleh orang tua?

Jenis Logam Berat pada Makanan Bayi

Dilansir dari Harvard Health Publishing, sebuah laporan dari Komite Pengawasan dan Reformasi dari DPR AS menunjukkan, makanan bayi komersial tercemar logam berat jenis arsenik, timbal, kadmium, dan merkuri yang berbahaya. Laporan ini berdasarkan informasi dari empat produsen makanan bayi ternama, antara lain Nurture, Beech-Nut, Hain, dan Gerber.

Dalam laporan ini juga terdapat fakta bahwa arsenik, timbal, dan kadmium ditemukan dalam makanan bayi dari semua perusahaan tersebut, sementara itu merkuri hanya ditemukan pada makanan yang diproduksi Nurture. Padahal, hampir semua produk pangan bayi yang diproduksi semua perusahaan ini telah dijual secara bebas secara eceran dan grosir di hampir seluruh minimarket, termasuk Walmart.

Baca juga:  Anak Anda Moody? Ini Tips Menghadapinya

Sayangnya, ini hanyalah salah satu dari laporan yang informasinya masih terbatas serta kurang transparan untuk publik atau masyarakat awam. Sulit untuk mengetahui dengan pasti apakah makanan bayi komersial lainnya juga mengandung logam berat (heavy metal) atau tidak.

Etalase produk makanan bayi di supermarket (sumber: healthymummy.com)

Etalase produk makanan bayi di supermarket (sumber: healthymummy.com)

Sebagai orang tua, kasus seperti ini tentunya tidak bisa diremehkan dan harus dianggap serius. Logam berat yang ada pada makanan bayi instan diketahui dapat memengaruhi otak bayi yang sedang berkembang. Bila terjadi kerusakan pada otak buah hati, tentunya ini akan sulit disembuhkan, apalagi kerusakan otak pada balita bisa berkembang dan menjadi permanen.

Namun, kebanyakan iklan produk makanan bayi menjamin kualitas dan bahan produk. Padahal, bahan yang berkualitas tidak menjamin apakah makanan bayi instan, terutama yang terbuat dari gandum atau beras merah, tidak terkontaminasi zat atau logam berbahaya. Banyak tanaman padi, termasuk beras merah, yang secara alami mengandung arsenik. Konon, beras merah memiliki kandungan arsenik lebih tinggi dibanding beras putih. Hal inilah yang membuat American Academy of Pediatrics (AAP) dan FDA (Food and Drug Administration) merekomendasikan untuk membatasi asupan berbahan beras, terutama beras merah, untuk balita dan bayi.

Baca juga:  Mudah! Begini Cara Membuat Bubuk dan Masker Dari Daun Kelor

Sebagai langkah antisipasi, FDA sedang berupaya melakukan pemantauan dan regulasi yang lebih baik terhadap bahan kontaminasi pada produk pangan bayi komersial. Tentunya, Anda tidak bisa hanya diam saja sambil menunggu hasil pemantauan produk makanan bayi apa saja yang benar-benar bersih dari logam berat. Apalagi, di kondisi yang serba canggih ini, orang semakin malas untuk menghidangkan produk buatan sendiri kepada bayinya.

Tips Hindari Logam Berat pada Makanan Bayi

Ilustrasi: memberi makan bayi (sumber: cnn)

Ilustrasi: memberi makan bayi (sumber: cnn)

Para ibu muda biasanya lebih suka menggunakan produk pangan bayi instan atau komersial karena lebih praktis dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memasaknya. Alasan lain adalah bayi membutuhkan makanan khusus yang harus memiliki gizi seimbang dan membuat makanan bayi sendiri belum tentu hasilnya memenuhi standar ini.

Sebagai orang tua yang tentu ingin menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak, Anda harus menyingkirkan perasaan malas membuat makanan bayi sendiri. Siapkan timbangan sebagai salah satu cara tepat untuk mengukur kandungan nutrisi makanan bayi. Memang, cara ini terbilang ribet, tetapi Anda harus melakukannya.

Baca juga:  Rangkaian Produk Ponds Untuk Menghilangkan Flek Hitam

Supaya makanan bayi Anda jauh dari kontaminasi bakteri dan logam berat lain, Anda bisa mengolah bahan pangan bayi dengan cara dikukus. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menghancurkan bahan makanan hingga lembut menggunakan food processor atau blender. Jika Anda ingin membuat makanan instan sendiri, Anda bisa menyimpan makanan yang sudah jadi ke dalam freezer dan dibekukan. Keesokan harinya, Anda bisa menghangatkannya sebelum diberikan pada si kecil. Cara ini terbilang praktis dan lebih sehat.

Supaya lebih bergizi dan rasanya tidak monoton, variasikan bahan makanan bayi seperti mengganti beras merah menggunakan kacang-kacangan atau biji lainnya, menambahkan oat, dan menambahkan susu. Selain itu, Anda bisa menambahkan sayur dan daging sebagai sumber serat yang baik untuk pencernaan buah hati Anda.

[1] Adhani, Rosihan & Husaini. 2017. Logam Berat Sekitar Manusia. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: