Libido Tinggi Bisa Menjadi Gejala PTSD (Post-traumatic Stress Disorder)

Ilustrasi: pasangan di tempat tidur (sumber: kemalarikan.com)Ilustrasi: pasangan di tempat tidur (sumber: kemalarikan.com)

PTSD (Post-traumatic Stress Disorder) atau dalam istilah Indonesia adalah gangguan stres pasca traumatik merupakan gangguan kecemasan yang terjadi setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatik.[1] Gejala PTSD pada setiap pasien beragam dan salah satu yang paling umum adalah tingkat libido yang tidak normal, baik sangat rendah maupun sangat tinggi.

Perbedaan Libido Tinggi PTSD dan Hiperseksual

Dijelaskan dalam HuffPost, perilaku hiperseksual bisa menjadi gejala PTSD atau masalah kesehatan mental lainnya. Pasalnya, setiap orang memiliki cara untuk mengatasi trauma yang berbeda dan kadang mereka tidak menyadari bahwa perilaku tersebut berkaitan dengan masa lalu. Salah satu caranya mungkin melalui perilaku hiperseksual, yang terlihat seperti terobsesi dengan seks.

Namun, ada perbedaan pada orang PTSD yang memiliki perilaku hiperseksual karena libido yang tinggi dengan orang yang memang sudah hiperseksual tanpa PTSD. Pada orang dengan libido tinggi tanpa riwayat PTSD biasanya mereka akan merasa puas dan cenderung bahagia setelah melampiaskan hasrat seksualnya. Sementara pada penderita PTSD, cenderung merasa bersalah, rasa cemas yang datang kembali, dan tidak bahagia.

“Seseorang dengan PTSD mungkin menemukan cara untuk mengatur hasrat seksual yang tinggi karena parameter mereka telah diubah oleh trauma. Sebagian besar penderita PTSD akan merasa murung karena perasaan trauma yang datang kembali,” kata Allison Kent, seorang terapis dari Favored Wellness Counseling di Pennsylvania. “Namun, pada penderita hiperseksual non PTSD, berhubungan seks setiap hari, berhubungan seks dengan banyak pasangan, menikmati pornografi, dan menyewa pekerja seks tidak dianggap perilaku seksual yang mengganggu kehidupannya.”

Baca juga:  Anti Ribet, Ini Cara Mengatasi Rambut dan Kulit Kepala Berminyak

Selain itu, masih ada banyak tanda bahwa hasrat seksual yang tinggi merupakan gejala PTSD. Berikut ulasannya.

Tanda Libido Tinggi Termasuk PTSD

Memprioritaskan Seks dalam Kehidupan

“Memprioritaskan seks di atas hal lain, seperti mempertahankan kehidupan sehari-hari, adalah tanda bahaya seksualitas yang tidak sehat dan termasuk salah satu gejala PTSD,” kata Kent.

Omar Ruiz, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi dan pemilik Talk Think Thrive, mengatakan ini dapat mencakup kesulitan mengendalikan pikiran, tindakan, atau percakapan tentang seks, atau bertindak secara kompulsif berdasarkan keinginan untuk seks yang dapat menghalangi fungsi sehari-hari.

Sering Menyesal Setelah Berhubungan Seksual

“Orang dengan riwayat trauma akan sering menggunakan seks sebagai cara untuk mengatasi rasa tidak aman emosional mereka,” kata Jacob Brown, seorang psikoterapis yang di San Francisco. “Salah satu tanda bahayanya adalah perasaan tidak bahagia atau penyesalan setelah berhubungan seks.”

Tentu saja, ini tidak selalu terjadi. Kent menyarankan untuk bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan tentang seks untuk menentukan bagaimana perasaan Anda dan dari mana perasaan itu berasal. Berikut beberapa pertanyaan tersebut, Apakah Anda merasa tidak berharga jika tidak berhubungan seks? Apakah Anda menyamakan seks dengan cinta, dan apakah perasaan dicintai bergantung pada hubungan seks? Jika Anda menjawab ya untuk salah satu hal di atas, itu bisa menjadi tanda libido tinggi Anda terkait dengan trauma.

Ilustrasi: pria mengalami PTSD (sumber: betterhelp.com)

Ilustrasi: pria mengalami PTSD (sumber: betterhelp.com)

Suka Melakukan Seks yang Berisiko

Melakukan hubungan seks yang berisiko atau berbahaya misalnya, tidak menggunakan perlindungan atau tidak mengetahui status berganti-ganti pasangan bisa menjadi pertanda PTSD.

Baca juga:  Menu Diet Keto Murah untuk Pemula dan Hal Penting Lainnya

“Orang yang melakukan seks tidak sehat adalah mereka yang berusaha melarikan diri dari rasa stres kronis, seperti PTSD,” kata Gillian O’Shea Brown, profesor di New York University. “Ini dapat menyebabkan perilaku buruk, kurangnya pemahaman tentang memilih pasangan, dan mengabaikan kebutuhan keamanan, serta rasa hormat.”

Terlalu Berusaha Membuat Hubungan yang Bermakna

“Memisahkan seks dari keintiman emosional dapat mengindikasikan pelecehan seksual di masa lalu,” kata Randy Brazzel, CEO New Dimensions Day Treatment Centers. “Misalnya, menjadi hiperseksual dengan orang asing tetapi tidak dapat menikmati seks dengan seseorang yang Anda merasa dekat secara emosional.”

Peer mengatakan, mereka yang mengalami trauma mungkin berjuang untuk membentuk hubungan yang bermakna. Mereka yang memiliki PTSD akan berpikir tentang cara  menemukan gairah seksual berikutnya daripada berada di momen dengan pasangannya saat ini.

Kecanduan Seks

“Ada perbedaan antara menikmati seks dan merasa kecanduan seks. Yang terakhir mungkin melibatkan mencari seks sebagai cara untuk mendapatkan seks berikutnya, mirip dengan kecanduan narkoba atau alkohol,” kata Ruiz. “Namun, Anda tidak merasakan kenikmatan nyata dari hubungan seksual itu.”

Baca juga:  3 Khasiat Singkong Untuk Lambung yang Belum Banyak Diketahui

Marisa Peer, seorang terapis dan pendiri Rapid Transformational Therapy, mengatakan hiperseksualitas berhubungan dengan peningkatan libido yang tiba-tiba atau sangat sering yang sulit dikendalikan juga pertanda PTSD. Ini bisa terlihat seperti kebutuhan tak terpuaskan untuk menonton film porno atau fokus pada fantasi seksual. Terkadang kecanduan seks berasal dari trauma yang membuat penderitanya merasa tidak aman jika tidak melakukan seks. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Cara Mengatasi Libido Tinggi Terkait PTSD

Langkah pertama adalah berbicara dengan profesional kesehatan mental berlisensi yang terlatih dalam seksualitas dan trauma. Perawatan umum termasuk terapi perilaku kognitif, terapi perilaku dialektik, fokus sensasi, dan pemrosesan ulang desensitisasi gerakan mata sangat dibutuhkan.

Beberapa orang mungkin mendapat manfaat dari minum obat dan berdiskusi dengan terapis atau psikiater. Selain itu, konsultasikan dengan dokter, karena masalah medis (seperti cedera otak traumatis, gangguan endokrin, dan kondisi tiroid) terkadang dapat menyebabkan hiperseksualitas. Lakukan juga skrining untuk infeksi dan penyakit menular seksual secara teratur dan membuat batasan dengan pasangan seksual untuk memastikan keamanan emosional dan fisik.

[1] Ayuningtyas, Ira Palupi Inayah. 2017. Penerapan Strategi Penanggulangan Penanganan PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) pada Anak-Anak dan Remaja. Proceedings International Conference UNS, hal: 47-56.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: