Awas, Lemak di Perut Bisa Picu Kematian

Ilustrasi: perut berlemak (Karolina Grabowski via pexels)Ilustrasi: perut berlemak (Karolina Grabowski via pexels)

Penumpukan lemak pada tubuh sering menyebabkan obesitas. Obesitas bisa terjadi akibat pendistribusian lemak secara merata di tubuh, termasuk lengan, paha, dada, pantat, dan perut.[1] Tidak hanya itu, dilansir dari Kompas, lemak di bagian perut adalah hal yang harus dikhawatirkan, karena dikatakan mampu menyebabkan kematian.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, sebuah studi yang diterbitkan The BMJ telah menganalisis ukuran lemak di berbagai bagian tubuh untuk mengetahui bagian mana yang paling berisiko terhadap kematian. Para cendekiawan dalam penelitian ini menganalisis ukuran lemak sentral, antara lain pinggang, pinggul, dan lingkar paha.

Para peneliti menemukan, lingkar pinggul dan paha yang lebih besar, yang biasa disebut dengan bentuk tubuh seperti buah pir, dikaitkan dengan risiko yang rendah. Sementara itu, lingkar pinggang yang lebih besar dengan lemak tubuh di tengah (perut) atau biasa disebut dengan tubuh berbentuk apel, dikaitkan dengan risiko kematian yang tinggi.

Temuan ini juga memberitahukan, tidak hanya jumlah total lemak tubuh yang menentukan kesehatan, tetapi juga lokasi lemak di dalam tubuh. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, obesitas perut lebih besar risikonya dibandingkan obesitas secara keseluruhan dengan faktor risiko kardiovaskular, di antaranya peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar trigliserida darah, dan diabetes tipe dua. Selain itu, bisa menyebabkan demensia, asma, dan beberapa jenis kanker.

Baca juga:  Bagaimana Cara Agar Kulit Menjadi Putih? Simak Tips Berikut Ini!
Ilustrasi: wanita bertubuh plus plus

Ilustrasi: wanita bertubuh plus plus

Lemak yang ada di perut dan sekitarnya, terutama lemak viseral yang mengelilingi organ hati dan lainnya, memiliki sifat inflamasi tinggi, sehingga bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh. Lemak di sekitar organ ini akan melepaskan molekul yang menyebabkan peradangan dan berkontribusi terhadap resistensi insulin, diabetes tipe dua, dan akhirnya penyakit jantung.

Sementara itu, lemak yang terletak di area pinggul dan paha justru memiliki sifat anti-inflamasi yang memberikan efek perlindungan terhadap kolesterol, trigliserida, tekanan darah tinggi, dan naiknya gula darah. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan pentingnya untuk menjaga kadar lemak di dalam tubuh, khususnya untuk menghindari penumpukan di bagian perut.

Para peneliti dalam studi BMJ melihat data dari berbagai sudut, mengelompokkan hasil berdasarkan kategori yang berbeda seperti jenis kelamin, lokasi geografis, status merokok, BMI (Body Mass Index), aktivitas fisik, dan keberadaan penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Meskipun begitu, penelitian ini tidak menganalisis hubungan antara obesitas perut dan kematian di antara berbagai ras dan etnis. Sehingga, belum ada kejelasan mengenai risiko kematian akibat penumpukan lemak di perut terhadap ras dan etnis.

Baca juga:  Bagaimana Cara Smoothing Rambut dengan Makarizo di Rumah?

Meskipun belum ada kejelasan mengenai hal ini, tentunya tak ada salahnya untuk mencegah risiko yang bisa saja terjadi. Selain itu, memiliki banyak lemak di bagian perut terkadang membuat orang merasa kurang percaya diri saat memilih pakaian. Untuk itu, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut.

Tips Hilangkan Lemak Perut

Ilustrasi: perut langsing (Yarden via unsplash)

Ilustrasi: perut langsing (Yarden via unsplash)

  • Diet sehat adalah salah satu cara klasik yang terbilang ampuh untuk menghilangkan lemak di perut. Pilihlah makanan berprotein cukup yang tidak mengandung lemak atau kolesterol. Anda bisa mencoba daging ayam bagian dada atau ikan salmon segar yang dimasak dengan cara dikukus atau direbus. Selain itu, perbanyak makanan yang mengandung serat tinggi dan vitamin seperti buah dan sayur. Ini akan membantu proses pencernaan dan metabolisme menjadi lebih lancar, sehingga lemak bisa cepat dibakar dan dikeluarkan dari tubuh.
  • Batasi makanan yang mengandung karbohidrat dan kalori untuk makan malam. Karbohidrat dan kalori memang baik untuk tubuh Anda, tetapi tidak bisa diproses dengan cepat saat malam dan mengganggu proses pembakaran lemak di dalam tubuh. Sebaiknya Anda juga berhenti mengonsumsi nasi putih yang diklaim memiliki kandungan gula lebih banyak dibandingkan sumber karbohidrat lain.
  • Olahraga menjadi salah satu hal yang harus Anda lakukan untuk mengimbangi diet sehat. Setidaknya, lakukan aktivitas fisik selama 150 menit per minggu, dimulai dari level ringan, sedang, hingga berat. Selain membakar lemak, workout juga berfungsi untuk membentuk tubuh Anda supaya lebih indah dan berotot.
Baca juga:  Tampil Flawless Dengan Foundation Revlon Color Stay Makeup for Combination/Oily Untuk Kulit Berminyak

Selain melakukan cara di atas, Anda juga perlu menjaga tingkat stres Anda. Beberapa orang akan menimbun lemak di dalam tubuh dengan cara makan lebih banyak dari biasanya saat stres. Ini adalah kebiasaan buruk yang terjadi pada saat-saat tertentu, tetapi efek sampingnya bisa berkepanjangan.

[1] Praditasari, Jayanti Ayu & Sri Sumarmi. 2018. Asupan Lemak, Aktivitas Fisik dan Kegemukan pada Remaja Putri di SMP Bina Insani Surabaya. Media Gizi Indonesia Universitas Airlangga, Vol. 13(2): 117-122.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: