Mengapa Kotoran Telinga Bisa Lebih Banyak?

Ilustrasi: membersihkan telinga (sumber: beltone.com)Ilustrasi: membersihkan telinga (sumber: beltone.com)

Kotoran telinga atau serumen terdiri dari sekresi kelenjar sebasea, ceruminosa, dan sel epitel pada sepertiga liang telinga dan ini berfungsi untuk melindungi kulit liang telinga.[1] Meskipun kotoran telinga atau ear wax memiliki mekanisme pembersih alami, tak jarang orang menggunakan cotton bud atau ear candle untuk membersihkannya. Apalagi bagi mereka yang memiliki kotoran telinga lebih banyak daripada lainnya.

“Warna, konsistensi, dan jumlah kotoran telinga yang Anda miliki bervariasi dari orang ke orang. Kotoran telinga yang normal bisa berwarna coklat tua, cokelat muda, oranye, kuning atau putih pucat,” kata Dr. Rosemary Ojo, ahli THT di Englewood Health di New Jersey kepada jurnalis HuffPost. “Tekstur kotoran telinga Anda dan jumlah kotoran telinga yang Anda hasilkan juga bisa bervariasi.”

Anda harus pergi ke dokter untuk mengetahui apakah Anda benar-benar memiliki lebih banyak kotoran telinga daripada kebanyakan orang. Namun, jika Anda merasa memiliki lebih banyak kotoran telinga daripada orang-orang di sekitar Anda, ada beberapa alasan di balik itu. Di bawah ini, para ahli membagikan alasannya.

Riwayat Keluarga atau Genetik

“Beberapa orang secara genetik memiliki lebih banyak kotoran telinga dibandingkan lainnya,” kata Dr. Maura Cosetti, direktur di New York Eye and Ear Infirmary of Mount Sinai. “Jadi alasan Anda memiliki lebih banyak kotoran telinga daripada teman Anda bisa jadi karena keturunan. Setiap orang memiliki organ yang berfungsi secara berbeda tergantung pada gen mereka.”

Baca juga:  Kenapa Harga Produk Kecantikan Organik Lebih Mahal?

Bertambahnya Usia

“Anda mungkin melihat peningkatan jumlah kotoran telinga seiring bertambahnya usia, terutama setelah Anda mencapai usia lansia,” kata Cosetti. “Bagian luar saluran telinga, tempat kotoran telinga dibuat, akan keras seiring bertambahnya usia, sehingga membutuhkan banyak serumen.”

Selain itu saluran telinga akan menjadi lebih sempit seiring bertambahnya usia dan menyebabkan kotoran telinga terperangkap di saluran telinga. Jadi bukan berarti orang tua memiliki lebih banyak kotoran telinga, mereka mungkin melihat peningkatan jumlah ear wax karena saluran telinga yang lebih sempit.

Masalah Telinga Kronis

“Jika Anda menderita infeksi telinga kronis, Anda mungkin memperhatikan bahwa Anda memiliki lebih banyak kotoran telinga daripada orang-orang di sekitar Anda,” kata Ojo. “Ini karena orang menghasilkan lebih banyak kotoran telinga akibat beberapa jenis infeksi telinga untuk mengembalikan keseimbangan telinga.”

Ilustrasi: pemeriksaan telinga (sumber: medicalnewstoday)

Ilustrasi: pemeriksaan telinga (sumber: medicalnewstoday)

Karakteristik Telinga

Ojo mengatakan bahwa mereka yang memiliki banyak rambut di saluran telinga juga dapat menghasilkan kotoran telinga dalam jumlah lebih banyak. Cosetti menambahkan bahwa mereka yang memiliki saluran telinga yang lebih sempit rawan dengan penyumbatan kotoran telinga. Ini membuatnya tampak seperti memiliki kotoran telinga berlebihan.

Baca juga:  Rekomendasi Produk dan Teknik Untuk Memperkuat Rambut Rusak

Gangguan Kulit

Anda mungkin mengasosiasikan kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis hanya bisa muncul di tangan, siku, dan lutut. Namun, kondisi kulit ini juga dapat terjadi di saluran telinga dan itu sebenarnya cukup umum. Cosetti menjelaskan, gangguan kulit seperti ini jika terjadi di telinga bisa menyebabkan kotoran telinga menjadi lebih banyak dan tidak bisa keluar dengan benar.

Penggunaan Earbud

Pada titik ini, sulit untuk berjalan-jalan tanpa melihat orang-orang dengan earbud di telinga mereka, Anda bahkan mungkin memilikinya sekarang. Anda mungkin juga memakai headphone saat berolahraga, mendengarkan podcast atau buku audio, selama panggilan video, dan bahkan saat Anda membersihkan rumah. Padahal, earbud atau headphone bisa membuat kotoran telinga menjadi lebih banyak.

“Kami tidak begitu yakin apakah semua orang yang memakai earbud memiliki banyak kotoran telinga, tetapi jika Anda adalah seseorang yang cenderung membuat lebih banyak kotoran telinga, kemungkinan penggunaan earbud yang terus-menerus dapat menyebabkan kotoran telinga menempel,” kata Cosetti. “Secara historis, orang dengan alat bantu dengar sering mengalami penyumbatan kotoran telinga – sekarang hal yang sama mungkin terjadi dengan earbud.”

Baca juga:  Gejala dan Cara Mencegah COVID-19 pada Anak

“Orang dengan terlalu banyak kotoran memiliki risiko penyumbatan,” kata Ojo. “Saluran telinga yang tersumbat dapat mengakibatkan pendengaran yang teredam dan dapat membuat Anda rentan terhadap infeksi telinga.”

Jika Anda mengalami penyumbatan kotoran telinga, Anda mungkin merasakan gatal atau penuh di telinga. Anda mungkin juga mengalami dering di telinga atau pusing. Jika Anda mengalami salah satu dari hal-hal ini, hubungi dokter. Dokter dapat melihat apa yang terjadi dan menawarkan pilihan perawatan untuk memastikan saluran telinga Anda sehat dan kotoran telinga tidak menyebabkan masalah lebih lanjut.

[1] Najwati, Hafidzoh, dkk. 2017. Gambaran Pengetahuan Orang Tua dan Perilaku Membersihkan Liang Telinga Anak dengan Kejadian Impaksi Serumen pada Anak Sekolah Dasar di Wilayah Pesisir (Studi Kasus Pada Anak Kelas 1 di Lima Sekolah Dasar, Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo, Semarang Utara). Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Universitas Diponegoro dan Dokter Spesialis THT, Vol. 5(4): 359-367.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: