Kontroversi Larangan Pemakaian Niqab Dan Burqa di Beberapa Negara

larangan, undang-undang, pemakaian, niqab, dan, burqa, burka, di, austria, denmark, wanita, muslim, berpakaian, protes, demonstran, desainer, copenhagen, fashion, week, aksi, pemerintah, denda, muka, wajahWarga Denmark berpakaian niqab & burqa (sumber: thenational.ee)

Pemerintah Denmark pada 1 Agustus 2018 membuat keputusan untuk melarang wanita muslim yang ada di negara itu memakai niqab dan burka. Niqab merupakan penutup kepala  yang menutupi bagian wajah, namun masih membiarkan bagian mata terbuka. Niqab pada umumnya menjuntai hingga bagian tengah punggung dan menutupi bagian tengah dada. Penutup kepala ini sering digunakan oleh wanita di Arab, namun beberapa wanita muslim di negara Barat juga seringkali menggunakannya.

Sementara itu burqa adalah pakaian Islami yang paling banyak menutupi bagian tubuh, mulai dari seluruh wajah hingga tubuh. Wajah wanita yang memakai burka akan benar-benar ditutupi, mereka hanya melihat melalui jaring-jaring yang menutupi wajahnya. Jaring ini membuat pemakainya dapat melihat, namun mata mereka tetap tertutupi dari orang lain yang melihatnya. Burka biasanya diasosiasikan dengan Afganistan, di mana kaum Taliban dipaksa untuk menggunakan Burka ketika berpergian.

Pemakaian niqab dan burka agaknya memicu kontroversi. Setelah dinyatakan dilarang di Denmark, beberapa pihak mulai menyuarakan pendapat mereka. Banyak dari mereka yang menentang keputusan pemerintah setempat, termasuk desainer Reza Etamadi. Ia melakukan aksi protes dengan cara menampilkan model muslim dan menutupi wajahnya di acara Copenhagen Fashion Week. Para model membawakan koleksi busana terbarunya dari label MUF10.

Desainer asal Iran itu memamerkan model yang mengenakan niqab dan jilbab. Hal itu dilakukan Reza untuk menunjukkan dukungannya terhadap perempuan yang memiliki hak memakai pakaian religius atau yang dianggap sesuai dengan ajaran agama.

Copenhagen Fashion Week berlangsung berlangsung selama 10 hari setelah aturan pemerintah mengenai larangan niqab diberlakukan di Denmark. Menurut Reza, larangan memakai cadar atau burka sama saja melanggar hak-hak perempuan dalam kebebasan memilih dan mengekspresikan diri. Padahal di banyak negara Barat, kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hal yang dijunjung tinggi.

Dalam panggung, sejumlah model tampak melenggang di runway berpakaian hitam-hitam. Tampak cadar menutupi wajah mereka. Ada pula model mengenakan hijab dengan busana bergaya tumpuk perpaduan warna beige dan putih.

larangan, undang-undang, pemakaian, niqab, dan, burqa, burka, di, austria, denmark, wanita, muslim, berpakaian, protes, demonstran, desainer, copenhagen, fashion, week, aksi, pemerintah, denda, muka, wajah

Aksi protes kreatif Reza Etamadi di Copenhagen Fashion Week (sumber: mojeh.com)

Panggung runway ditata berbeda dari fashion show biasanya. Selain model yang membawakan busana, hadir pula model berpakaian polisi, untuk menggambarkan peristiwa demonstrasi yang dilakukan para hijabers sebagai protes atas kebijakan kontroversial tersebut.

Reza juga menempatkan karangan bunga di panggung, sebuah motor, dan dua model bermasker sedang duduk di lantai dengan tangan terikat. Ada momen haru ketika model yang berpakaian polisi memeluk salah satu model yang mengenakan niqab. Melalui fashion shownya, Reza menjadi viral namun mendapat pujian, karena dianggap telah berani mengangkat isu sensitif dan kontroversial di Denmark.

Parlemen Denmark meloloskan undang-undang yang melarang pemakaian burqa dan niqab di tempat-tempat umum. Disebutkan dalam aturan hukum itu bahwa memakai burka yang menutupi seluruh wajah atau niqab yang hanya menunjukkan bagian mata di tempat umum bisa dijerat hukuman denda 1.000 kroner (sekitar Rp 2,1 juta). Hukuman denda itu hanya berlaku untuk pelanggaran pertama. Sedangkan untuk pelanggaran berulang kali bisa dikenai denda hingga 10 ribu kroner (sekitar Rp 21,5 juta).

Negara Eropa lainnya seperti Austria, Belgia dan Perancis juga memberlakukan larangan serupa. Tahun lalu, pengadilan HAM Eropa menguatkan larangan burqa di tempat umum yang diberlakukan pemerintah Belgia.

Protes juga dilakukan oleh ratusan demonstran yang berkumpul di Ibu Kota Denmark, Kopenhagen, sambil mengenakan burqa (burka) dan cadar. Mereka memprotes undang-undang yang melarang burqa dan menyebutnya sebagai bentuk penindasan serta pelanggaran hak-hak wanita muslim.

Sasha Andersen, juru bicara kelompok politik Pemberontak Partai yang mengorganisir protes itu meminta pemerintah untuk membatalkan larangan itu. Menurutnya, pelarangan itu bisa menggerakkan masyarakat menjadi diskriminatif dan membatasi kebebasan orang dengan sesuatu yang biasa seperti pakaian.

larangan, undang-undang, pemakaian, niqab, dan, burqa, burka, di, austria, denmark, wanita, muslim, berpakaian, protes, demonstran, desainer, copenhagen, fashion, week, aksi, pemerintah, denda, muka, wajah

Aksi demo sebagai protes warga Denmark atas pelarangan burqa & niqab (sumber: independent.co.uk)

Para pengunjuk rasa berkumpul di Norrebro, sebuah lingkungan yang dikenal karena keragaman budayanya, dan berbaris melalui jalan-jalan kota ke kantor Polisi Bellahoej kurang dari satu mil jauhnya. Mereka meneriakkan kalimat yang intinya adalah menolak rasis.

Sementara itu, Direktur Deputi Eropa Amnesty International Fotis Filippou mengungkapkan bahwa undang-undang pelarangan pemakaian niqab dan burqa tersebut akan memberikan dampak negatif terhadap komunitas muslim di Denmark. Larangan itu melanggar hak-hak wanita dalam berekspresi dan berpakaian. Filippou menambahkan jika tujuan dari pelarangan pemakaian niqab dan burqa adalah melindungi hak-hak perempuan, maka itu merupakan tujuan yang salah.

Protes tidak hanya terjadi di Denmark, tetapi juga di Austria, negara yang juga melarang pemakaian niqab dan burqa. Kepolisian Austria meminta adanya kejelasan tentang undang-undang kontroversial yang berisi larangan pemakaian penutup wajah penuh di tempat-tempat umum. Undang-undang itu menetapkan bahwa muka seseorang harus tampak dengan batas garis rambut hingga dagu.

Permintaan ini diajukan setelah polisi mengambil tindakan terhadap musisi jalanan dan pengusung iklan yang mengenakan topeng binatang. Dalam satu kasus, polisi dilaporkan menjatuhkan denda kepada perusahaan yang karyawannya mengenakan kostum ikan hiu untuk mempromosikan bisnisnya di Wina pusat. Tindakan itu diambil setelah karyawan tersebut menolak membuka wajahnya. Sejumlah musisi yang mengenakan topeng binatang juga diberi peringatan resmi.

Seorang miliarder warga Perancis-Aljazair, Rachid Nekkaz, memimpin protes di luar gedung Kementerian Dalam Negeri di Wina, Senin (09/10). Dalam aksi, ia menutup mukanya dengan gambar Menteri Luar Negeri Sebastian Kurz. Pengusaha kaya itu lantas berjanji akan membayar denda yang dikenakan kepada semua perempuan yang dituntut karena mengenakan niqab atau burqa di tempat-tempat umum di Austria.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: