Klasifikasi Jenis Kulit, Apakah Masih Relevan?

Ilustrasi: jenis kulit sehatIlustrasi: jenis kulit sehat

Kategori jenis kulit, seperti kulit kering, berminyak, dan kombinasi bisa kita ketahui dengan mudah melalui tes atau diagnosis dokter kulit. Ini adalah cara lama dan masih jamak dilakukan untuk mengetahui jenis perawatan dan jenis pengobatan yang baik untuk kulit Anda. Namun, seperti dilansir dari allure.com, penggolongan jenis kulit seperti itu ternyata kini sudah tidak berarti lagi, apalagi bagi Anda yang ingin mengubah tampilan kulit menjadi lebih baik lagi.

Jenis Kulit Tidak Bisa Dikategorikan

Sejak pertama kali Anda berkonsultasi kepada beautician, atau melakukan test tertentu mengenai jenis kulit, Anda akan diberitahu bahwa kulit Anda berminyak atau kering atau kombinasi atau sensitif atau, yang paling aneh, normal. “Ini membuat saya frustasi,” kata Mona Gohara, seorang profesor dermatologi klinis di Yale School of Medicine.

Menurut seorang dokter kulit dari New York bernama Amy Wechsler, orang selalu menyukai kategori untuk mempermudah jenis treatment ataupun produk perawatan apa yang harus mereka gunakan. Padahal, bisa dibilang bahwa semua orang memiliki jenis kulit kombinasi. Semua orang juga bisa mengalami kulit kering atau berminyak di saat-saat tertentu.

Selain itu, kategori lama tidak memperhitungkan semua cara yang ada ketika kita mempelajari cara kerja kulit. Secara biologi, kulit manusia lebih kompleks dan tidak sama dengan apa yang mereka sebut kategori jenis kulit. Pengklasifikasian jenis kulit hanya bentuk sederhana untuk membantu para ahli mengatasi permasalahan kulit Anda saja, bukan berarti menggolongkan jenis kulit Anda.

Jenis kulit seseorang pada dasarnya juga tidak bisa dikategorikan, karena setiap orang memiliki kulit yang berbeda. Ini dapat dilihat dari tekstur dan alur pada kulit setiap orang yang unik dan berbeda dengan lainnya. Keunikan dan perbedaan tekstur serta alur kulit seseorang juga disebabkan oleh beberapa faktor tertentu, seperti epigenetik dan jenis bakteri yang hidup di kulit Anda.

Baca juga:  Daftar Kosmetik Berbahaya Tahun 2019 Menurut BPOM

Penelitian Kondisi dan Perawatan Kulit

Ilustrasi: perawatan kulit (sumber: readerdigest.ca)

Ilustrasi: perawatan kulit (sumber: readerdigest.ca)

Ketika banyak para ahli dan peneliti yang menyadari bahwa setiap kulit manusia berbeda, tidak berdasarkan pada kategori, maka penelitian mengenai perawatan kulit juga semakin berkembang. Produk perawatan kulit tidak hanya dibuat berdasarkan kategori jenis permasalahan kulit, tetapi juga tergantung pada DNA.

Sebagai contoh, pada pameran teknologi CES tahun 2019, La Roche-Posay memulai prototipe sensor yang dapat dipakai untuk mengukur keasaman kulit, yang disebut pH My SkinTrack. “Ini adalah alat kecil yang dapat membaca tingkat pH kulit Anda dan menggunakan data itu untuk membuat rekomendasi perawatan kulit,” kata Sharon Profis, editor eksekutif di CNET.

Dengan adanya teknologi ini, seseorang bisa mengetahui usia kulit melalui kadar pH atau asam dan alkaline atau basa pada kulit. Bisa dibilang bahwa alat ini adalah alat yang lebih canggih dibandingkan dengan metode penggolongan kulit. Cara kerja dari alat tersebut juga sangat sederhana dan mudah. Anda bisa mengetahui usia kulit dari tingkat pH yang ditunjukkan oleh alat. Semakin muda kulit Anda, tingkat keasaman pada kulit (pH) juga akan semakin tinggi. Perubahan usia kulit disebabkan oleh kadar asam dan enzim pada kulit. Seiring bertambahnya usia, kulit juga semakin menua karena cenderung kekurangan asam. Perubahan usia pada kulit yang menua ini pun disebabkan oleh enzim yang memecahkan kolagen.

Baca juga:  Beda Dengan Pria, Begini Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Pada Wanita

Ada beberapa faktor yang memengaruhi perubahan pada kulit seseorang, termasuk genetika, produk perawatan kulit, produk make up, bahkan keringat. Faktor-faktor tersebut membuat penurunan yang signifikan terhadap kadar pH kulit Anda. Dengan mengetahui penurunan pH Anda menggunakan alat tersebut, Anda bisa tahu bagaimana cara yang tepat untuk menormalkan pH, menghentikan enzim penghancur kolagen, dan membantu mencegah keriput atau kendur.

“Kita harus menghargai bagaimana etnisitas berkontribusi pada keunikan biologi kulit, dan itu dapat membantu kita melihat serta merawat kulit dengan cara yang lebih baik,” kata Gohara. Para peneliti sekarang ini juga melihat karakteristik kulit terhubung berdasarkan warna kulit dan latar belakang etnis Anda. Dengan begini, mereka akan lebih mudah untuk merekomendasikan merek skincare yang bagus untuk merawat kulit dengan lebih spesifik lagi. “Jika warna kulit Anda sedikit kemerahan, Anda lebih rentan terhadap hiperpigmentasi. Dengan begini, Anda dapat menggunakan bahan atau produk skincare dengan manfaat mencerahkan dan mengatasi bintik-bintik hitam serta peradangan pada kulit Anda,” kata Jeanine Downie, seorang dokter kulit di Montclair, New Jersey.

Gohara menambahkan, jika kulit Anda cenderung lebih tipis seperti kulit orang Asia Timur, Anda dapat melakukan perawatan khusus untuk mencegah kekeringan dan sensitivitas.

Ilustrasi: wanita berkulit sehat (sumber: goop.com)

Ilustrasi: wanita berkulit sehat (sumber: goop.com)

Alih-alih mengklasifikasikan kulit sebagai kombinasi, berminyak, dan kering, akan lebih akurat untuk menggambarkan kulit dengan mencatat adanya bakteri seperti propionibacterium dan staphylococcus.

Baca juga:  Biasa Dipakai untuk Obati Panu, Apakah Manfaat Salep 88 untuk Wajah?

Seperti sebelumnya, telah dikemukakan bahwa ada sebuah ekosistem bakteri dan enzim pada kulit setiap orang, yang berbeda-beda jenis dan jumlahnya. Berkat penelitian ini pula, seorang dermatologis dan pakar kecantikan sudah dapat mengukur bakteri pada kulit dengan lebih mudah. Bisa dibilang juga bahwa sudah ada cara untuk meningkatkan jumlah bakteri sehat dan kadar enzim pada kulit Anda agar kulit lebih sehat dan selalu awet muda.

Cara Mencegah Penuaan Dini

  • Tidur nyenyak dan tepat waktu.
  • Tukar scrub yang keras dengan exfoliator kimia yang lembut.
  • Gunakan pembersih krim dengan bahan pelembap, seperti asam hialuronat atau gliserin.
  • Makan lebih banyak yogurt dan sayuran hijau, seperti bayam, sawi, kangkung, dan sebagainya (bakteri di usus Anda memengaruhi yang ada di kulit Anda).
  • Bersantai dan bermeditasi selama 10 menit setiap hari.
  • Berolahraga secara teratur dan rutin.
  • Tidak mengonsumsi makanan berlemak secara berlebih.

Ada juga alasan mengapa kategori jenis kulit saat ini tidak begitu berarti menurut dermatologis, karena diagnosis yang bisa salah. Perlu Anda ketahui bahwa semua orang memiliki jenis kulit kombinasi, kering, dan berminyak dalam waktu-waktu tertentu. Kita tidak bisa mendiagnosis bahwa jenis kulit Anda adalah kering, normal, berminyak, atau kombinasi. Ini juga alasan mengapa setiap penggunaan produk kecantikan akan berbeda di setiap orang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: