Keuntungan Usaha Puluhan Juta Rupiah, Bisnis Sosis Bakar Semakin Diminati

Sosis Bakar - (Sumber: satujam.com) Sosis Bakar - (Sumber: satujam.com)

sosis bakar menjadi salah satu yang mulai diminati masyarakat. Hal ini disebabkan camilan ini dapat dinikmati dari segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Peluang bisnisnya pun bermunculan.

Salah satunya adalah Sosis Bakar Macan di Tangerang yang mulai dibuka akhir tahun 2016. Sosis Bakar Macan ini merupakan milik Rama Pramudhita. Februari lalu, ia menawarkan kemitraan gerainya. Kini, ia sudah memiliki enam gerai di Tangerang dan Karawang.

Sosis Bakar - (Sumber: satujam.com)

Sosis Bakar – (Sumber: satujam.com)

Ada tiga paket kemitraan Sosis Bakar Macan. Paketnya terdiri dari Rp 3,5 juta,Rp 4 juta dan Rp 5 juta. Untuk ketiga paket itu, mitra akan mendapat booth, peralatan , bahan baku (enam varian sosis, mayones, dan saus) serta pelatihan karyawan. Perbedaan paket yang ada terletak pada ukuran booth, kelengkapan peralatan dan jumlah bahan baku.

Kerjasama kemitraan berlangsung setahun. Setelah itu, mitra hanya wajib memasok bubuk sosis ke pusat. Mitra tidak dikenai biaya royalti ataupun franchise fee lagi. Hal ini diharapkan mampu mendorong minat masyarakat untuk memulai usaha.

Sosis Bakar Macan menyediakan pilihan sosis berisi ayam, sapi, tahu, kepiting, ikan, bakso dan cumi. Harganya Rp 2.000 hingga Rp 10.000 per tusuk. Mitra ditargetkan menjual 300-400 tusuk per hari, sehingga bisa meraup omzet sekitar Rp 18 juta per bulan.

Dengan nilai omzet seperti itu, diperkirakan mitra bisa mengantongi laba Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan. Prediksi balik dua hingga tiga bulan. Terdapat ragam varian dan keuntungan sepenuhnya bisa dikantongi mitra.

Bisnis Sosis Bakara - (Sumber: mulpix.com)

Bisnis Sosis Bakara – (Sumber: mulpix.com)

Supaya balik modal sesuai target, pemilik menyarankan mitra untuk mengambil lokasi gerai di dekat pasar atau sekolah. Ruang usaha ini memerlukan ruang dengan luas 3×3 m2 dengan bantuan dua karyawan. Tahun 2017, Rama menargetkan untuk menggandeng 10 mitra lagi.

Selain Sosis Bakar Macan, ada juga Sosis Bakar Asmara. Bisnis ini dimiliki oleh Ranintya Puspita Asmara. Ia mengatakan bahwa potensi bisnis sosis masih sangat besar. Alasannya, sosis cukup mudah diolah dan dikreasikan sehingga tidak bosan.

Ranin, begitu ia biasa dipanggil, memulai bisnis ini sejak 2014 di Surabaya. Respons positif konsumen menjadi modalnya untuk membuka tiga cabang Sosis Bakar Asmara di Surabaya. Kini, ia sudah mempunyai gerai mitra sebanyak 35 buah yang tersebar di Kalimantan, Sumatra (Riau dan Aceh) dan Surabaya.

Sosis Bakar Asmara diolah menyerupai steak, lengkap dengan kentang goreng dan sayuran. Ada 30 menu dengan harga mulai Rp 10.000-Rp 65.000 per porsi. Pemiliknya mengklaim produknya memiliki kelebihan yaitu produk homemade, higienis, dan tanpa MSG. Sosis ini mampu bertahan hingga tiga bulan dalam freezer.

Sosis Bakar Asmara menawarkan empat macam paket kemitraan. Paket tersebut terdiri dari paket gerobak A dengan investasi Rp 20 juta, paket gerobak B senilai Rp 17 juta, paket gerobak C Rp 12 juta, dan paket gerobak D Rp 7 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra sama, yang membedakan hanya ukuran dan bahan baku, booth, jumlah bahan baku, serta menu yang dijual.

Untuk paket Rp 20 juta, mitra bisa menjual seluruh menu yang ada. Berdasarkan perhitungan, waktu balik modal mitrasekitar empat bulan. Dengan catatan, tiap harinya bisa mencapai target omzet sekitar Rp 500.000. Setelah dipotong, biaya belanja bahan baku dan operasional, keuntungan bersih yang didapatkan mitra sekitar 28% dari omzet.

Besarnya potensi bisnis sosis bakar mendorong pebisnis lain mencobanya. Salah satunya adalah Provi Setia Gunadi yang merintis bisnis camilan sosis dengan konsep kedai. Mengusung brand Kedai Sosis Propie sejak Juni 2014, kini kedai sosis miliknya tengah membuka peluang kemitraan. Tawaran kemitraan mulai dibuka pada Mei 2016.

Kedai sosis asal Bekasi Timur, Jawa Barat tersebut kini mempunyai tiga gerai pusat yang baru berdiri di Bekasi. Ketiga gerai itu memiliki konsep yaitu kedai biasa dan foodtruck. Kedua konsep ini juga ditawarkan ke dalam paket kemitraan mereka.

Paket investasi ini ditawarkan dalam dua jenis, paket kedai sebesar Rp 40.000.000 dan paket foodtruck sebesar Rp 150.000.000. Mitra mendapatkan fasilitas kerjasama brand selama dua tahun, peralatan usaha, set up tempat usaha, marketing, pelatihan karyawan, dan bahan baku awal senilai Rp 5 juta.

Sosis Bakar Siap di Santap (Sumber: mulpix.com)

Sosis Bakar Siap di Santap (Sumber: mulpix.com)

Untuk paket kedai mendapatkan booth. Sementara paket food truck nanti mendapatkan mini truck. Pemiliknya, Propi tidak menarik biaya royalti. Hanya, mitra wajib membeli bahan baku sosis, bumbu, saus dan packaging di pusat. Kedai Sosis Propi menawarkan beragam varian sosis daging sapi berbagai ukuran. Penyuguhannya ada yang dibakar dan digoreng.

Ia mengklaim, sosis buatannya punya cita rasa saus yang berbeda dari camilan sosis kebanyakan. Terdapat dua saus andalan hasil racikannya, yakni saus barberque dan saus pedas manis. Semua menu di Kedai Sosis Propie dibanderol mulai Rp 5.000-Rp 25.000.

Dalam satu hari, Propi mengaku dapat mengantongi Rp 2 juta-Rp 3 juta dari menu sosis saja. Praktis dalam sebulan, rata-rata omzet mencapai Rp 60 juta-Rp 90 juta. Terlebih saat akhir pekan, keuntungan bisa mencapai dua kali lipat.

Dengan keuntungan yang bisa mencapai puluhan juta, bisnis sosis bakar menjadi tinggi peminat. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh pebisnis di bidang ini dengan membuka jalur kemitraan untuk memperluas usahanya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: