Dampak Buruk Rasa Kesepian Bagi Kesehatan dan Kualitas Tidur

Kesepian - elshinta.comKesepian - elshinta.com

Di dalam kehidupan, bukan hanya kebutuhan secara fisik saja yang harus dipenuhi. Misalnya, rumah, pakaian, kendaraan, gadget, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Akan tetapi, juga kebutuhan psikis yang tidak kalah penting. Kebutuhan itu mencakup rasa aman, diterima di lingkungan, mempunyai teman untuk berbagi cerita, dan sejenisnya.

Akan tetapi, karena sekarang komunikasi dapat digantikan oleh gadget dan aplikasi-aplikasi berkomunikasi, percakapan menjadi tergantikan melalui fasilitas tersebut. Kalau mengutip istilah yang terkenal yaitu gadget menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh.

Bercakap-cakap melalui kontak langsung atau gadget mungkin mudah bagi Anda yang pintar menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tetapi, hal ini menjadi susah bagi orang-orang yang memang susah untuk membuka diri dan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.

Ketidakmampuan menyesuaikan dengan baik mengantarkan seseorang mengalami kesepian. Kesepian menandakan suatu ketidakmampuan individu untuk menyesuaikan diri, merasa gagal untuk terhubung secara sosial, menjadi alasan bagi sebagian besar remaja yang merasa susah tidur.

Psikolog dari Universitas Chicago, John Cacioppo, menemukan beberapa efek dari kesepian. Untuk itu, ia telah melakukan serangkaian studi dan melaporkan bahwa kesepian memiliki dampak bagi kesehatan, seperti kualitas tidur menurun, sistem kekebalan yang lemah sehingga mudah terkena virus maupun bakteri. Selain itu, kesepian juga meningkatkan hormon stres dalam sirkulasi darah.

Orang yang kesepian cenderung menilai interaksi sosial dengan negatif dan membentuk kesan buruk dari orang yang ditemui. Hal ini menyebabkan otak terus waspada terhadap ancaman sosial.

Tidak hanya berakibat serius terhadap kesehatan, kesepian juga memicu orang untuk melakukan bunuh diri. Sebuah survei yang diberitakan di Kantor Berita Agence France Presse (AFP), di Tokyo, Jepang, lebih dari seperempat warga Jepang memilih mengakhiri hidup di usia 20an.

Survei menunjukkan 28,4% responden usia 20an ingin bunuh diri. Ini merupakan angka tertinggi dari segala tingkatan usia. Sebab, keinginan terbesar untuk bunuh diri adalah merasa kesepian.

Kesepian bukan saja menyebabkan seseorang berkeinginan untuk bunuh diri, akan tetapi juga susah memiliki kualitas tidur yang baik.Seperti yang dilakukan di Inggris, lebih dari 2.200 remaja usia 18-19 tahun di England dan Wales merasakan kesepian. Sebanyak 25-30% mengatakan mereka seringkali merasa kesepian, sedangkan 5% merasa kadang-kadang merasakan kesepian.

Menurut penelitian di King’s College London, sebanyak 24% orang kesepian merasa lelah dan susah berkonsentrasi. “Menurunnya kualitas tidur merupakan satu dari banyak jalan dimana kesepian menyerang kita, dan penelitian kami menekankan kepada pentingnya terapi secara dini untuk pikiran-pikiran negatif dan persepsi yang bisa membuat perasaan kesepian menjadi semakin buruk.” kata Louise Arseneault.

Sebagian besar remaja yang mengalami kesepian adalah mereka yang pertama kali kuliah jauh dari rumah. Penting bagi keluarga untuk memberikan dukungan sebelum akhirnya ini menjadi masalah kesehatan mental.

Hubungan antara kesepian dan kualitas tidur sebenarnya tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Peneliti menemukan bahwa depresi dan kecemasan adalah dua hal yang umumnya berhubungan dengan masalah tidur dan kesepian.

Kulitas tidur yang buruk [ilustrasi:Gerhard Gellinger]

Hal ini mengisyaratkan bahwa kurang tidur di orang yang kesepian dapat berhubungan dengan kurangnya perasaan aman, maka penelitian ini menguji dampak dari kejadian masa lalu yang berhubungan dengan kekerasan, termasuk tindakan kriminal, kekerasan seksual, kekerasan pada masa anak-anak.

Hubungan antara kesepian dan kualitas tidur buruk mencapai hampir 70% lebih kuat bagi individu yang pernah mengalami kekerasan. Menurut Timothy Matthews, kekerasan semakin memperburuk hubungan antara kesepian dan kualitas tidur buruk, dimana hal ini konsisten dengan dugaan bahwa masalah tidur pada orang kesepian berhubungan terhadap perasaan tidak aman.

“Hal ini membuat tidur sebagai suatu keadaan, dimana hal ini menjadi suatu kewaspadaan seseorang. Jadi, perasaan terisolasi dari lingkungan dapat membuatnya menjadi lebih buruk untuk dapat tidur dengan nyenyak, dan terlebih bagi individu yang mengalami kekerasan di masa lalu,” tambah Mathews.

Agar terhindar dari dampak buruk kesepian, berikut ada beberapa tips yang bisa diikuti untuk mengatasi perasaan tidak menyenangkan tersebut:

  • Menyibukkan diri : Salah satu cara menghilangkan kesepian adalah dengan menyibukkan diri. Memelihara binatang, berjalan-jalan, menata kembali kamar Anda dapat menjadi alternatif aktivitas yang mampu mengalihkan perhatian.
  • Melibatkan diri dalam suatu komunitas : Mencari tahu aktivitas yang melibatkan Anda dalam satu komunitas. Misalnya komunitas pecinta alam, penyayang binatang, komunitas hijab, sesuai keinginan. Disarankan untuk sering-sering membaca surat kabar, mendengarkan musik, bahkan mendatangi konser musik, mendatangi pameran budaya, dan seminar-seminar menarik juga bisa menjadi pilihan.
  • Membuat komitmen untuk berinteraksi dengan orang lain : Emosi negatif seperti kesepian, iri hati, dan rasa bersalah memainkan peran penting bahwa sesuatu harus segera diubah. Berinteraksi dengan orang lain, dapat membuat Anda mempunyai informasi baru, pandangan baru mengenai hidup, sehingga diharapkan membuat Anda merasa nyaman dengan diri sendiri, yang nantinya berdampak terhadap perilaku Anda di kehidupan sosial.
Baca juga:  Penyebab Rambut Rontok Tidak Biasa pada Wanita dan Cara Mengatasinya

Satu hal yang mendasar dan terpenting keluar dari kesepian adalah jujur terhadap diri sendiri. Hal ini merupakan pertahanan terbaik untuk menghilangkan kesepian. Orang yang jujur pada diri sendiri bisa melihat kesepian sebagai ketidaknyamanan yang harus diatasi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: