Waspada, Menopause Dini Pengaruhi Kesehatan Jantung Wanita

Wanita paruh baya (sumber: bestmedicinenews.org)Wanita paruh baya (sumber: bestmedicinenews.org)

Seringkali kita tidak menyadari kondisi kesehatan pada diri sendiri. Bagi seorang wanita, sangat penting untuk memperhatikan kondisi kesehatan, apalagi terkait dengan kondisi menopause. Terkait dengan siklus menstruasi tidak teratur dan berhenti secara mendadak, padahal Anda belum memasuki usia paruh baya, perlu Anda waspadai. Bisa jadi ini adalah sebuah pertanda Anda memasuki masa menopause dini. Anda perlu hati-hati karena kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai kondisi menopause dini yang dapat memengaruhi kesehatan jantung, Anda juga perlu mengetahui tentang gejala menopause dini itu sendiri. Beberapa tanda gejala menopause dini mungkin belum dapat terlihat secara fisik, tetapi ada beberapa gejala yang bisa Anda ketahui ketika mengalaminya, dan berikut merupakan rincian tanda-tanda seorang wanita mengalami menopause dini.

Tanda-Tanda Menopause Dini

  • Perubahan siklus menstruasi. Pada dasarnya sangat penting bagi seorang wanita untuk mencatat siklus menstruasinya pada kalender harian. Dengan adanya catatan tersebut, Anda juga bisa mengetahui kondisi normal siklus menstruasi Anda. Ini berkaitan dengan gejala awal yang dialami oleh wanita yang mengalami menopause dini, yaitu siklus menstruasi yang tidak teratur. Tidak hanya terlambat, bisa juga mengalami kemajuan pada siklus menstruasi.
  • Jumlah darah pada menstruasi. Perhatikan juga jumlah darah pada siklus menstruasi Anda. Wanita yang mengalami gejala menopause dini biasanya mengalami ketidakteraturan pada banyaknya darah yang keluar. Darah yang keluar bisa saja jumlahnya sangat sedikit, tetapi bisa juga terlalu banyak dan tidak seperti biasanya.
Menopause, perimenopause, pascamenopause, wanita, depresi, stres, terapi, hormon, cara, bahaya, aman, plasebo, pil, perawatan, gaya, hidup obat, seks, estrogen, biologis, fase, gejala, gangguan,

Ilustrasi: periode hormonal/menstruasi pada wanita

  • Mudah berkeringat. Bagi seorang wanita yang mengalami menopause dini, biasanya suhu tubuhnya bisa meningkat secara drastis tetapi tidak menimbulkan demam. Keadaan ini dapat membuat tubuh menjadi lebih mudah berkeringat, apalagi saat menjelang malam.
  • Sulit tidur. Dalam keadaan gerah dan panas, seringkali wanita yang mengalami menopause dini juga susah tidur. Biasanya untuk mengatasi hal tersebut, dokter akan memberikan resep obat tidur bagi pasiennya.
  • Moody. Tak jarang pula banyak wanita akan lebih cenderung memiliki suasana hati berubah-ubah jika mengalami menopause dini. Kondisi seperti ini juga dapat memengaruhi tingkat emosi dan stress pada wanita. Mereka juga akan rentan terkena depresi akibat gejala menopause dini.

Itulah beberapa gejala awal yang sering dialami oleh wanita dengan kondisi menopause dini. Untuk mengetahui lebih lanjut apakah Anda mengalami menopause dini terkait dengan gejala di atas, Anda bisa mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan lebih lanjut juga sangat disarankan untuk membantu Anda mengatasi gejala-gejala menopause dini. 

Penelitian Mengenai Risiko Menopause Dini Terhadap Penyakit Jantung

Perlu Anda ketahui, menopause sebelum usia 50 tahun menempatkan wanita pada peningkatan risiko kondisi jantung yang tidak fatal, dan semakin awal menopause terjadi, semakin besar risikonya. Para peneliti menganalisis data dari 300.000 lebih wanita yang merupakan bagian dari 15 studi di seluruh dunia, dan menemukan bahwa wanita yang mencapai menopause sebelum usia 50 tahun lebih cenderung memiliki masalah jantung yang tidak fatal, seperti serangan jantung, angina. atau stroke.

“Wanita dengan usia di bawah 40 tahun yang mengalami menopause dini, hampir dua kali lebih berisiko terhadap penyakit kardiovaskular non-fatal karena belum menginjak usia 60 tahun,” kata penulis studi senior, Gita Mishra, seorang profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat di Universitas Queensland, di Australia. “Ini berbeda dengan wanita yang mencapai menopause antara usia 50 atau 51 tahun, mereka tidak terlalu berisiko karena faktor usia dan perkembangan yang lumrah.”

Gerah, salah satu tanda menopause (sumber: drlevinobgyn.com)

Gerah, salah satu tanda menopause (sumber: drlevinobgyn.com)

Wanita yang memasuki masa menopause antara usia 40 tahun hingga 44 tahun adalah sekitar 40% wanita yang lebih berisiko terhadap gangguan atau penyakit jantung. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara menopause dini dan masalah jantung fatal, penulis penelitian menjelaskan dalam sebuah berita penelitian di sebuah universitas di Australia. Sebenarnya, ada beberapa penyebab dari menopause dini yang dialami oleh sebagian besar wanita saat ini. Menurut Mishra, penyebabnya tidak hanya karena kebiasaan buruk seorang wanita, tetapi juga ada faktor yang lainnya.

“Hubungannya dengan kejadian kardiovaskular yang tidak fatal belum jelas sampai sekarang,” sambung Mishra. “Merokok, kelebihan berat badan atau obesitas, dan memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah juga dapat memperkuat hubungan antara menopause dini dan risiko wanita terkena penyakit kardiovaskular.”

Temuan ini memiliki implikasi klinis dan kesehatan masyarakat yang signifikan, menurut pemimpin studi, Dongshan Zhu, seorang kandidat doktor dalam kesehatan masyarakat di universitas. “Mengidentifikasi wanita dengan menopause dini menawarkan kesempatan baik bagi seorang dokter memantau dan secara aktif mengelola faktor risiko penyakit kardiovaskular pada wanita. Diagnosis klinis dini akan membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan pada tahun-tahun pascamenopause mereka,” jelasnya.

Pada penelitian tersebut, peneliti juga menyimpulkan bahwa menopause dini dapat memengaruhi kadar hormon estrogen pada wanita. Hormon estrogen memiliki fungsi yang penting dalam diri seorang wanita. Hormon ini mampu meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat serta membantu mengatur tekanan darah, kadar cairan tubuh, dan peradangan.

Pada wanita dengan kondisi menopause dini, tubuhnya tidak mampu memproduksi hormon estrogen dengan baik. Inilah penyebab penyakit, seperti hipertensi dan kadar kolesterol tinggi yang menyebabkan berbagai macam penyakit jantung.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: