Kesehatan Indera Pendengar Bisa Diketahui dari Kondisi Kotoran Telinga

Ilustrasi: kesehatan telinga (sumber: caryaudiology.com)

Ada banyak metode yang dilakukan untuk membersihkan kotoran telinga dan hampir 71% orang menggunakan cotton buds.[1] Setelah dibersihkan, tak jarang orang mengalami gangguan pendengaran, ini karena teknik pembersihan yang kurang tepat. Jika Anda mengalami hal serupa, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter. Di sisi lain, ketika membersihkan telinga, perhatikan kondisi kotoran telinga Anda karena itu diklaim bisa mencerminkan kesehatan pendengaran Anda.

Kondisi Kotoran Telinga Normal Bukan Masalah Serius

“Pada titik ini, Anda mungkin tahu bahwa membersihkan telinga menggunakan cotton buds seharusnya tidak benar-benar dilakukan,” kata Maura Cosetti, direktur institut telinga New York Eye and Ear Infirmary of Mount Sinai kepada jurnalis HuffPost. “Selain itu, kotoran telinga yang normal sebenarnya adalah pertanda bahwa indera pendengar Anda dalam keadaan sehat.”

Namun, bagaimana jika Anda melihat perubahan warna kotoran telinga Anda? Atau Anda merasa telinga Anda tersumbat? Itu adalah hal yang perlu diperhatikan. Di sisi lain, hanya karena adanya kotoran telinga dengan kondisi yang biasa, bukan berarti ada sesuatu yang salah dengan telinga Anda.

Meskipun kondisi kotoran telinga Anda normal, sebaiknya hindari alat pembersih telinga berbahaya. Cotton buds atau Q-tip dan ear candling termasuk metode pembersihan telinga yang diklaim paling buruk. Selain itu, Anda juga tidak perlu rutin membersihkan kotoran telinga.

Baca juga:  Ingin Umur Panjang? Yuk, Mulai Pagimu Dengan Secangkir Kopi!

“Bagi sebagian besar orang, kotoran telinga tidak menimbulkan masalah sama sekali dan tidak perlu dibersihkan,” kata Jason A. Brant, asisten profesor otorhinolaryngology, operasi kepala dan leher di Rumah Sakit University of Pennsylvania. “Secara keseluruhan, kotoran telinga tidak berarti telinga Anda kotor.”

Faktanya, kotoran telinga atau earwax termasuk bagian terpenting untuk menjaga kinerja fungsi saluran telinga. Kotoran telinga memiliki banyak manfaat. Cosetti menjelaskan, kotoran telinga adalah pelumas dengan sifat antimikroba dan antimikro-fungi. Tugas utama kotoran telinga adalah menjaga kesehatan telinga.

Seiring waktu, kotoran telinga Anda mungkin berubah warna dan itu tidak masalah. Kotoran telinga yang sehat pada tiap orang memiliki warna yang berbeda, sehingga perubahan warna kotoran telinga bukan masalah umum.

“Kotoran telinga yang normal umumnya berwarna kuning, cokelat muda, coklat dan kehitaman,” kata Brant. “Konsistensi kotoran telinga juga berbeda. Itu bisa bersisik, keras, lunak atau lembek. Perubahan halus pada warna atau konsistensi earwax biasanya tidak menunjukkan masalah serius.”

Baca juga:  Cara Menghilangkan Bekas Jerawat yang Praktis dan Murah Meriah
Ilustrasi: membersihkan telinga (sumber: nypost)

Ilustrasi: membersihkan telinga (sumber: nypost)

Kotoran Telinga Bisa Menjadi Masalah Jika Tersangkut

Menurut Brant, alat penghilang kotoran telinga di rumah seperti ear candle dapat mendorong kotoran telinga lebih dalam. Ini menyebabkan masalah yang serius dan harus konsultasi dengan dokter. Jika Anda tetap akan mencoba membersihkan telinga di rumah, lakukan dengan aman dan pilih metode yang disarankan oleh para ahli. Ini bisa termasuk menyeka bagian luar telinga Anda dengan jari yang bersabun atau menggunakan larutan seperti Debrox.

“Kotoran telinga hanya menjadi masalah jika terkena atau tersangkut di saluran telinga,” kata Brant. “Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan pendengaran, dan infeksi.”

Ketika kotoran telinga tersangkut di saluran telinga Anda, kotoran itu akan mengendap sementara telinga Anda terus membuat kotoran telinga baru. Hal ini menyebabkan kotoran telinga mengisi saluran telinga sampai Anda mengalami gejala yang tidak diinginkan dan menyakitkan akibat kotoran yang tersumbat.

“Anda harus menemui dokter jika Anda melihat keluarnya cairan dari telinga akibat kotoran yang tersangkut,” kata Brant. “Perlu dikhawatirkan jika kotoran telinga Anda mulai terlihat seperti nanah atau berubah menjadi cairan kuning atau hijau, yang bisa menjadi tanda infeksi telinga.”

Baca juga:  Daftar Salon Kecantikan Murah di Jakarta Pusat

Jika Anda mengalami sakit telinga atau pendengaran Anda seperti tersumbat, inilah saatnya untuk membuat janji dengan dokter Anda. Ini sangat penting untuk mengetahui apakah kasus sakit telinga Anda berhubungan dengan perubahan kotoran telinga atau tidak.

“Kotoran telinga yang normal seharusnya tidak terasa seperti menyumbat telinga Anda,” kata Cosetti. “Perasaan yang tersumbat bisa menjadi tanda masalah seperti gangguan pendengaran yang berhubungan dengan saraf secara tiba-tiba.”

Jangan mendiagnosis diri sendiri jika Anda merasa ada yang tidak beres dengan pendengaran Anda. Beberapa orang yang awam mengalami kesalahan dalam mendiagnosis gangguan pendengaran dan hanya mengira itu adalah kotoran telinga yang menumpuk dan perlu dibersihkan. Ini bisa berakibat gangguan pendengaran mendadak yang berujung tuli.

[1] Najwati, Hafidzoh, dkk. 2017. Gambaran Pengetahuan Orang Tua dan Perilaku Membersihkan Liang Telinga Anak dengan Kejadian Impaksi Serumen pada Anak Sekolah Dasar di Wilayah Pesisir (Studi Kasus pada Anak Kelas 1 di Lima Sekolah Dasar, Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo, Semarang Utara). Jurnal Kesehatan Masyarakat UNDIP, Vol. 5(4): 359-367.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: