Ini Kesalahpahaman Tentang Inflamasi yang Harus Diwaspadai!

Ilustrasi: nyeri karena inflamasi (sumber: medi.de)Ilustrasi: nyeri karena inflamasi (sumber: medi.de)

Inflamasi atau peradangan adalah suatu respons protektif yang ditimbulkan kerusakan jaringan tubuh.[1] Sayangnya, tidak semua orang mengetahui hal ini dan menyebabkan kesalahpahaman. Apalagi dengan beredarnya banyak artikel mengenai inflamasi yang belum tentu benar dan ini harus diwaspadai.

Apa Itu Inflamasi?

Umumnya, inflamasi atau peradangan ditandai dengan adanya rasa nyeri, memar, kemerahan, memar kebiruan, hingga memar kehitaman. Inilah yang membuat beberapa orang merasa inflamasi sebagai hal yang kronis. Bahkan tak jarang dikaitkan dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, demensia, dan kanker.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, kesalahpahaman tentang peradangan sangat umum. Satu definisi standar menggambarkan peradangan sebagai respons tubuh terhadap cedera, alergi, atau infeksi, yang menyebabkan kemerahan, panas, nyeri, bengkak, dan keterbatasan fungsi. Itu benar jika kita berbicara tentang luka di jari Anda, radang paru-paru akibat bakteri, atau ruam akibat tanaman beracun. Namun, itu hanya sebagian dari cerita, karena ada lebih dari satu jenis peradangan.

Jenis Inflamasi

  • Peradangan akut. Inflamasi ini biasanya muncul tiba-tiba, berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu, dan kemudian mereda setelah penyebabnya, seperti cedera atau infeksi, terkendali. Umumnya peradangan akut merupakan reaksi pemulihan kesehatan di bagian tubuh yang terluka.
  • Peradangan kronis. Inflamasi ini dapat berkembang tanpa alasan yang jelas secara medis, bertahan seumur hidup, dan menyebabkan kerusakan daripada sistem penyembuhan jaringan. Jenis peradangan ini sering dikaitkan dengan penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, serangan jantung, stroke, hepatitis, penyakit autoimun, kanker, dan stres.
Baca juga:  Wardah Punya Produk Skin Care Untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Apa Saja?

Sel yang Terlibat dalam Inflamasi

Sel-sel yang terlibat dengan kedua jenis peradangan tersebut merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Itu masuk akal, karena sistem kekebalan melindungi tubuh dari segala jenis serangan.

Bergantung pada durasi, lokasi, dan penyebab masalah, berbagai sel kekebalan, seperti neutrofil, limfosit, dan makrofag menimbulkan peradangan. Setiap jenis sel memiliki peran khusus, termasuk menyerang zat asing, membuat antibodi, dan membuang sel mati.

Ketidaktahuan orang mengenai sel yang terlibat dalam peradangan juga menjadi penyebab kesalahpahaman mengenai inflamasi. Hal ini pula yang akhirnya menimbulkan spekulasi yang dirasa kurang tepat.

Ilustrasi: dokter dan pasien (sumber: nutrition.org)

Ilustrasi: dokter dan pasien (sumber: nutrition.org)

Mitos Inflamasi dan Kesalahpahaman

  • Peradangan adalah akar penyebab sebagian besar penyakit. Ini tidak benar, karena rata-rata hanya penyakit kronis yang disertai peradangan. Dalam banyak kasus, mengendalikan peradangan itu merupakan bagian penting dari pengobatan. Dan memang benar peradangan yang tidak terkendali berkontribusi pada masalah kesehatan jangka panjang.
  • Peradangan bukanlah penyebab langsung dari sebagian besar penyakit kronis. Misalnya, peradangan pembuluh darah terjadi dengan aterosklerosis. Namun, belum ada kepastian apakah peradangan kronis menyebabkan ini, atau apakah kontributor utamanya adalah faktor risiko standar (seperti kolesterol tinggi, diabetes, dan merokok, yang semuanya menyebabkan peradangan).
  • Peradangan tidak bisa dideteksi. Untuk beberapa kondisi, seperti orang dengan rheumatoid arthritis, tahu kapan persendiannya meradang karena mereka mengalami lebih banyak rasa sakit, bengkak, dan kaku. Namun, jenis peradangan yang terlihat pada obesitas, diabetes, atau penyakit kardiovaskular, misalnya, tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Tentu, kelelahan, kabut otak, sakit kepala, dan gejala lainnya terkadang dikaitkan dengan peradangan. Tetapi banyak orang mengalami gejala tersebut tanpa peradangan.
  • Mengontrol peradangan kronis akan menghilangkan sebagian besar penyakit kronis. Tidak begitu, perawatan yang efektif biasanya menargetkan penyebab peradangan, bukan menekan peradangan. Seseorang dengan rheumatoid arthritis dapat menggunakan steroid atau obat antiinflamasi lainnya, yang mengurangi gejalanya. Namun, untuk menghindari kerusakan sendi permanen, mereka juga meminum obat seperti metotreksat untuk mengobati kondisi yang menyebabkan peradangan.
  • Diet anti-inflamasi bisa mencegah penyakit dengan menekan peradangan. Meskipun benar bahwa beberapa makanan dan diet lebih sehat daripada yang lain, tidak jelas manfaatnya jika itu untuk mengurangi peradangan. Mengurangi peradangan hanyalah salah satu dari banyak mekanisme yang mungkin.
Baca juga:  Rekomendasi 5 Produk Krim Leher yang Bagus

Inflamasi bukanlah satu-satunya faktor yang mempersingkat jutaan nyawa setiap tahun. Sebenarnya, meskipun Anda dapat sepenuhnya menghilangkan peradangan, inflamasi juga bisa membuat Anda rentan terhadap infeksi mematikan. Tubuh Anda tidak dapat merespons alergen dan racun secara efektif atau pulih dari cedera.

Peradangan itu rumit. Meskipun peradangan akut adalah respons alami tubuh Anda yang biasanya membantu terhadap cedera, infeksi, atau bahaya lain, terkadang peradangan di luar kendali. Kita perlu lebih memahami apa yang menyebabkan peradangan dan apa yang mendorongnya menjadi kronis. Kemudian kita dapat mengobati penyebab yang mendasarinya.

[1] Ramadhani, Nur & Sri Adi Sumiwi. 2016. Aktivitas Antiinflamasi Berbagai Tanaman Diduga Berasal dari Flavonoid. Farmaka Universitas Padjadjaran, Vol. 14(2): 111-123.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: