Kesalahan Mendidik Anak yang Patut Dihindari Orang Tua

Ilustrasi: keluarga kecil sedang di pantai (pexels: Ingo Joseph)

Beberapa orang tua merasa pusing dengan tingkah laku anaknya yang suka menentang dan tidak bisa menuruti perkataannya. Sebenarnya ini adalah hal yang umum dan termasuk salah satu cara si kecil dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang dirasa kurang nyaman untuknya. Namun, seringkali perilaku tersebut menjadi berlebihan. Untuk mencegah serta mengatasinya, Anda perlu mengoreksi kesalahan yang pernah Anda lakukan dalam mendidik mereka.

Pendidikan anak usia dini yang dilakukan oleh orang tua pada buah hatinya sangat penting bagi anak untuk memperoleh kehidupan sosial yang baik.[1] Namun, beberapa orang tua kerap melakukan kesalahan yang membuat sifat dan perilaku anak menjadi bebal dan tidak menurut. Karakter anak yang seperti ini tentunya akan membuat kehidupan sosialnya menjadi kurang baik. Bisa dibilang, kesalahan mendidik anak tidak hanya membuat sifat si kecil menjadi pemberontak, tetapi juga memiliki kehidupan sosial yang berantakan.

Dilansir dari HuffPost, ada beberapa kesalahan dalam mendidik anak yang harus Anda hindari jika Anda ingin si kecil memiliki kehidupan sosial yang baik. Selain itu, dengan menghindari kesalahan ini, buah hati Anda akan menjadi pribadi yang taat dan menuruti perkataan Anda.

Menuruti Semua Keinginannya

Ilustrasi: anak mengambek (pexels: Ketut Subiyanto)

Ilustrasi: anak mengambek (pexels: Ketut Subiyanto)

Sebagai orang tua, mungkin Anda merasa kasihan dan tidak tega jika si kecil tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun, sebagai pendidik yang baik, Anda harus bersikap realistis. Jangan biarkan anak Anda merasa puas dan selalu senang jika semua yang mereka inginkan terkabul. Dengan mengajarkan rasa menerima kekecewaan, anak Anda akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan taat dengan perkataan Anda.

Baca juga:  Rekomendasi Merek Biskuit Bayi 6 Bulan yang Dikenal Bagus

Dalam dunia sosial di masa depan, anak-anak harus menghadapi realita yang pelik. Tidak semua hal yang mereka pikirkan akan terwujud. Jika anak-anak tidak diajarkan untuk mengatasi rasa kecewa karena tidak mendapatkan keinginannya, maka di masa depan, mereka akan menjadi pemberontak yang aktif. Hal ini juga menjadi salah satu pemicu mengapa banyak remaja yang melawan orang tuanya akibat keinginan yang tidak didapatkan.

Beberapa orang tua juga menerapkan sistem pendidikan seperti ini supaya anak-anak bisa berpikir secara kreatif. Tidak harus memenuhi keinginan putra-putri Anda akan membuat otak si kecil menjadi lebih aktif dan mencari caranya sendiri untuk memenuhi keinginannya. Selain itu, beberapa anak akan mengandalkan pikirannya untuk mencari alternatif lain sebagai pengganti keinginan yang tidak terwujud.

Bebaskan Anak dari Tugas Rumah

Ilustrasi: anak bermain

Ilustrasi: anak bermain

Bagi sebagian besar orang tua yang menganggap anak mereka masih kecil, biasanya enggan memberikan tugas rumah, seperti menyapu, mengelap kaca, dan mencuci piring. Hal ini memang tidak masalah jika untuk anak masih berusia hingga tiga tahun, tetapi tidak untuk anak berumur empat tahun ke atas.

Baca juga:  Kenali Daftar Mainan yang Aman dan Berbahaya untuk Anak

Anak-anak yang terbiasa tidak bertanggung jawab dengan lingkungan sekitar akan membawa kebiasaan itu di luar. Hal ini bisa membuat mereka melawan peraturan yang ada di luar ketika mereka dewasa. Tentunya, ini juga bisa berdampak pada kehidupan sosial mereka di masa mendatang.

Untuk itu, Anda perlu mengajarkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Pelajaran paling dasar yang bisa Anda berikan supaya merasa bertanggung jawab adalah memberi tugas rumah yang ringan. Untuk anak usia empat hingga lima tahun, Anda bisa memberikan tugas untuk membersihkan kamar tidurnya sendiri, mulai dari melipat selimut, menata bantal, hingga membereskan mainannya yang berserakan di kamar.

Setelah si kecil berusia lima tahun ke atas, mulailah untuk mengajari mereka cara menyapu, mencuci piring, dan mengelap jendela. Anda bisa meningkatkan jumlah pekerjaan rumah yang perlu mereka ketahui seiring bertambahnya usia. Dengan rasa tanggung jawab yang mereka pelajari dari kebiasaan membantu Anda mengurus rumah, buah hati Anda akan menjadi pribadi yang hormat kepada orang tua dan tentunya memiliki sifat yang penurut.

Baca juga:  Resep & Cara Membuat Biskuit Bayi Homemade yang Mudah

Tidak Diajari Hormat ke Orang Tua

Ilustrasi: keluarga bercengkerama (pexels: elly fairytale)

Ilustrasi: keluarga bercengkerama (pexels: elly fairytale)

Di zaman millennial seperti ini, rupanya membentak dan menyuruh orang tua adalah hal yang umum. Namun, Anda perlu mendidik anak untuk memiliki rasa hormat kepada orang yang lebih tua supaya tidak mempermalukan dirinya sendiri di masa mendatang. Rasa hormat tidak bisa muncul secara alami dalam diri manusia dan harus diajarkan.

Paling tidak, Anda perlu memberitahu anak Anda bagaimana caranya memberi salam dengan baik kepada orang yang lebih tua. Selain itu, berilah contoh kepada mereka mengenai cara bergaul yang tepat terhadap sesama anak kecil dan yang lebih tua. Dari hal kecil seperti ini, anak Anda akan mengerti perbedaan bersosialisasi dengan orang yang usianya di bawahnya, sesamanya, dan yang lebih tua.

[1] Novrinda, Nina Kurniah, Yulidesni. 2017. Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak Usia Dini Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan. Jurnal Potensia UNIB, Vol. 2(1): 39-46.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: