Kesal Dengan Benjolan Kecil di Bawah Mata? Oleskan Produk Krim Retinol Untuk Milia

Milia yang Ada di Bawah Mata - (Sumber: zwivel.com) Milia yang Ada di Bawah Mata - (Sumber: zwivel.com)

Milia merupakan benjolan putih kecil yang muncul di kulit dan dapat terjadi pada setiap orang tanpa mengenal usia. Meski tidak membahayakan, namun milia dianggap menyebabkan gangguan estetika. Maka dari itu,  mereka yang memiliki milia kerap memanfaatkan sejumlah produk salep atau krim di apotik yang mengandung retinol, seperti Vitacid.

Umumnya milia terbentuk pada wajah (sering terjadi di area bawah mata) ketika sel-sel kulit mati terjebak di bawah permukaan kulit dan akibatnya membentuk kista berukuran kecil dan bertekstur keras.

Meskipun milia dapat terjadi pada semua kalangan usia, namun ia paling sering terlihat pada bayi. Kurang lebih setengah dari semua bayi memiliki milia. Ketika bayi terkena milia, kebanyakan dokter akan menyarankan untuk tidak memberikan perawatan khusus. Anda hanya perlu mencuci kulit bayi dengan air hangat dan mengeringkannya dengan handuk lembut setiap hari

Milia yang muncul pada sebagian besar bayi dan orang dewasa terjadi karena kulit tidak terkelupas dengan baik. Orang dewasa juga dapat mengalami milia sekunder ketika luka bakar atau ruam menyebabkan kulit melepuh sehingga merusak pori-pori. Milia diklaim bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus, namun ada juga produk yang dianggap ampuh dan cepat dalam menghilangkan milia.

Vitacid Retinoic acid adalah metabolit dari vitamin A. Metabolit merupakan zat yang terlibat dalam metabolisme, baik sebagai hasil maupun intermediet dalam proses metabolisme. Selain untuk menghilangkan milia, krim ini juga tak jarang digunakan untuk perawatan kulit berjerawat dan komedo.

Retinoic acid termasuk obat yang harus digunakan dengan resep dokter. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter agar jenis obat yang digunakan sesuai dengan kebutuhan Anda. Vitacid bekerja dengan cara mempengaruhi pertumbuhan sel-sel kulit, sehingga jumlah dan tingkat keparahan milia atau jerawat bisa berkurang. Dengan itu, proses penyembuhannya pun akan menjadi lebih cepat.

Dosis obat oles ini berbeda-beda untuk tiap pasien, tergantung pada tingkat keparahan kondisi kulit pasien dan persentase kandungan retinoic acid dalam obat oles. Namun, frekuensi penggunaan obat ini umumnya dianjurkan satu kali dalam 24 jam dan dioleskan pada malam hari sebelum tidur. Dibutuhkan penggunaan selama beberapa minggu sampai kondisi kulit pasien membaik, umumnya 9 hingga 12 minggu.

Hindari mengoleskan Vitacid pada luka terbuka atau kulit yang terbakar matahari. Penggunaan pada bagian seperti hidung, mata, serta mulut juga sebaiknya dihindari. Pastikan bagian yang akan dioles obat sudah dikeringkan dan dibersihkan terlebih dulu. Pastikan pula tangan Anda bersih sebelum mengaplikasikannya.

Vitacid Retinoic Acid - (Sumber: tokopedia.com)

Vitacid Retinoic Acid – (Sumber: tokopedia.com)

Selama pengaplikasian krim Vitacid, mungkin pengguna akan merasakan beberapa efek samping yang mungkin terjadi. Efek samping tersebut dapat berbentuk peningkatan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari, iritasi kulit, seperti gatal-gatal, sensasi terbakar atau perih, kulit memerah, serta pengelupasan kulit. Segera hentikan pemakaian jika efek samping bertambah parah atau kondisi kulit Anda tidak kunjung membaik.

Anda juga bisa menghentikan pemakaian krim seharga Rp25 ribuan hingga Rp40 ribuan ini jika mengalami perubahan warna kulit, kulit yang membengkak, terbakar, melepuh, dan membentuk koreng. Serta mata yang bengkak dan berair. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan retinoic acid.

Dalam beberapa kasus, pemakaian produk yang mengandung retinol dapat mengurangi milia di wajah. Pasalnya, retinol berfungsi meluruhkan sel kulit mati dan mempercepat regenerasi sel baru. Produk skin care dengan retinol (selain Vitacid) juga dapat diperoleh di klinik dokter kulit maupun apotek.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: