Apa Saja Kendala Metode Belajar secara Online?

Ilustrasi: belajar online (sumber: thestatesman.com)Ilustrasi: belajar online (sumber: thestatesman.com)

Maraknya penggunaan sistem pendidikan belajar jarak jauh, kadang membuat beberapa siswa kebingungan saat mengikuti penjelasan dari guru mereka. Apalagi jika metode pengajaran hanya bersifat satu arah, seperti menonton video online tanpa ada diskusi kasus. Ini nantinya bisa berisiko menimbulkan banyak masalah pada peserta didik.

Kendala dan Dampak Metode Belajar Online

Pendidikan formal jarak jauh telah dipelajari oleh banyak peneliti dari berbagai sudut pandang, terutama dari sudut pandang pedagogis. Meskipun metode pendidikan tersebut memiliki manfaat yang besar di dunia modern, namun dalam perjalanannya masih memiliki banyak masalah.[1] Pendidik dan pengelola instansi pendidikan memang berusaha untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran, namun faktanya kelas fully online masih bukan pilihan pertama kebanyakan peserta didik.

Dilansir dari HuffPost, banyak siswa yang merasa kewalahan menjalani sistem belajar jarak jauh. Kebanyakan dari mereka mengeluh ketinggalan pelajaran dan merasa kurang paham dengan informasi yang disampaikan. Tentunya ini tidak hanya menjadi masalah pihak sekolah, tetapi juga para orang tua di rumah.

Banyak orang tua yang cemas dengan hasil belajar putra-putrinya di rumah. Akhirnya, tak sedikit orang tua yang rela menemani anaknya selama jam kelas online berlangsung. Tidak hanya itu, beberapa orang tua juga ‘rela’ mengajari ulang anaknya, membantu mengerjakan tugas, dan membantu mencatat materi yang disampaikan guru melalui kelas online.

Baca juga:  Tidak Perlu Mahal, Inilah Menu Cemilan Sehat Untuk Bayi 9 Bulan
Ilustrasi: anak dan orang tua (sumber: liputan6)

Ilustrasi: anak dan orang tua (sumber: liputan6)

Untuk orang tua yang mampu, mungkin hal ini bisa dilewati dengan mudah. Namun, bagaimana dengan orang tua yang kurang berkecukupan? Mencatatkan teori atau pelajaran anak mereka memang mudah, namun tidak untuk menyediakan media belajar online. Anak-anak yang mengikuti kelas online, setidaknya harus memiliki gadget atau smartphone yang terhubung dengan internet. Sementara itu, tidak semua orang tua bisa mendanai anak-anak mereka untuk membeli paket data atau HP baru.

Kendala lain yang terjadi selama kelas online adalah jaringan internet. Para siswa setidaknya perlu memiliki fasilitas akses internet lancar dan cepat. Sehingga, mereka bisa mengakses kelas online sesuai dengan jadwal dan tidak terlambat menerima pelajaran. Jika kondisi internet kurang lancar, kelas online akan berlangsung lambat dan video pembelajaran sulit diakses.

Pada beberapa kasus, koneksi internet yang terhambat membuat anak-anak menjadi malas belajar. Mereka lebih memilih bermain atau berdiam diri di rumah daripada mendengarkan kelas online. Secara tidak sengaja, hal ini akan membuat siswa menjadi kurang dalam belajar. Hal ini juga membuat mereka tidak bisa mengikuti kelas berikutnya, dan terpaksa harus tinggal kelas.

Baca juga:  Ciri Anak Down Syndrome Ringan & Pengobatan yang Tepat

Masalah paling umum dan menjengkelkan lainnya dari kelas belajar online adalah ketika ujian atau tes. Ujian secara online mungkin sudah biasa dirasakan oleh anak-anak di zaman milenial, namun itu masih tetap berada di lingkungan sekolah dengan pengawasan berupa CCTV dan guru pengawas.

Ilustrasi: belajar secara online (sumber: edutopia.org)

Ilustrasi: belajar secara online (sumber: edutopia.org)

Sementara itu, ketika ujian online atau tes online di rumah, tidak ada pengawasan yang sama seperti di sekolah. Anak-anak dengan bebasnya bisa mencontek atau melihat sumber lain, seperti buku pelajaran, catatan, hingga bertanya pada orang tua. Sehingga, tak heran jika para siswa akan mendapatkan nilai yang lebih baik saat tes dan ujian online.

Ketika menjalani tes online, anak-anak juga dituntut untuk memiliki jaringan atau kuota dengan kondisi prima. Jaringan yang bermasalah akan mengganggu proses mereka dalam mengerjakan tes dan ujian. Sebagian besar siswa mengeluh tidak bisa mengerjakan tes atau ujian hingga akhir akibat loading yang lama atau jaringan internet yang kurang lancar. Sehingga, nilai mereka juga tidak bisa dibilang baik.

Baca juga:  Bubur Susu, MPASI yang Dianggap Baik Untuk Bayi Usia 6 Bulan

Dengan buruknya jaringan internet, anak juga bisa dinyatakan tidak lulus. Pada beberapa instansi sekolah, biasanya menerapkan sistem presensi online. Siswa yang tidak bisa mengisi presensi online, bisa dianggap tidak masuk. Jika jaringan internet di rumah Anda mendadak bermasalah selama beberapa hari, bisa dibilang anak Anda tidak masuk sekolah selama beberapa hari.

Selain berdampak pada ketidakhadiran, nilai, dan hasil belajar, anak-anak bisa saja menjadi bosan dan jenuh. Apalagi jika kelas online mereka hanya seputar melihat video pembelajaran tanpa ada kelas diskusi atau tatap muka. Ini akan membuat anak menjadi lebih stres dan malas, sehingga juga membuat para orang tua cemas.

[1] Yustika, Gaung Perwira, Adam Subagyo, Sri Iswati. 2019. Masalah yang Dihadapi Dunia Pendidikan dengan Tutorial Online: Sebuah Short Review. TADBIR Studi Manajemen Pendidikan Universitas Airlangga, Vol. 3(2): 187-198.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: