5 Kelebihan Homeschooling Dibandingkan Pendidikan Formal

Ilustrasi: aktivitas homeschoollingIlustrasi: aktivitas homeschoolling

Selain mengecap pendidikan secara formal di sekolah, model homeschooling juga semakin diminati di Indonesia. Berbeda dengan pendidikan formal, homeschooling adalah metode pendidikan yang proses belajar mengajarnya dilakukan di rumah atau di tempat lain selain sekolah. Mengusung proses yang sedikit berbeda, ada beberapa kelebihan homeschooling dibandingkan dengan pendidikan normal.

Siswa Terhindar dari Hal Negatif

Berbicara mengenai pendidikan formal saat ini, ketika siswa dengan latar belakang yang berbeda dijadikan satu, orang tua juga perlu tahu beberapa risikonya. Tak jarang siswa melakukan hal negatif, seperti merokok, membolos, tidak mengerjakan PR, dan masih banyak lagi. Hal ini berawal dari pengaruh lingkungan, terutama dari siswa yang bandel. Bisa dibilang, siswa yang tadinya tidak tahu tentang hal-hal tersebut, menjadi ikut-ikutan. Ini tidak hanya terjadi di SMA, bahkan di tingkat SD dan SMP, ketika anak memang belum terlalu bisa membedakan mana baik dan yang buruk.

Hal-hal serupa tentunya tidak akan dialami jika seorang siswa menempuh pendidikan via homeschooling. Anak homeschooling hanya belajar dengan gurunya, dan jarang bertemu dengan teman. Karena itu, kecil kemungkinan mereka tahu sisi negatif orang lain yang sebaya dengannya, sehingga mereka juga tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif.

Anak Lebih Terlindungi

Salah satu risiko dari pendidikan formal yang hingga kini masih sering terjadi, yaitu pembulian, tawuran, bahkan pemerkosaan. Banyak dijumpai kasus seorang siswa dirundung teman sekelasnya hingga meninggal atau mengalami cacat seumur hidup. Pada beberapa kasus kekerasan, juga dijumpai sekelompok siswa melakukan tawuran dengan banyak korban jiwa. Di sisi lain, ada juga murid yang memperkosa murid lainnya.

Baca juga:  Perbedaan Usus Bayi yang Lahir Normal dan Operasi Caesar

Hal-hal tersebut kecil kemungkinan terjadi jika siswa menempuh jalur homeschooling. Siswa yang tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif juga tidak akan masuk ke dalam hal-hal yang dapat membahayakan mereka. Karena homeschooling dilakukan di rumah, maka para orang tua juga bisa mengawasi dan melindunginya dengan mudah.

Ilustrasi: aktivitas homeschoolling

Ilustrasi: aktivitas homeschoolling

Siswa Lebih Disiplin

Mendidik anak agar lebih disiplin juga baik untuk kehidupan mereka selanjutnya. Homeschooling adalah salah satu cara yang bisa Anda andalkan untuk membuat anak menjadi lebih disiplin. Jika Anda sering menjumpai siswa yang terlambat ke sekolah di lingkungan pendidikan formal, Anda tidak akanĀ  menemukannya saat mereka menempuh homeschooling. Para guru homeschooling akan membuat mereka menjadi lebih disiplin, dengan datang tepat waktu dan memberikan pelajaran sesuai dengan waktu yang tepat.

Anak-anak dengan pendidikan homeschooling juga akan selalu ingat waktu, sedikit berbeda dengan anak-anak di pendidikan formal yang pulang tidak tepat waktu. Biasanya, anak-anak di bangku sekolah formal akan menghabiskan waktu untuk sekadar nongkrong atau mengobrol dengan temannya sepulang sekolah. Ini berbeda dengan homeschooling, ketika siswa tidak bisa mengobrol atau nongkrong dengan temannya.

Baca juga:  Tanda Keterlambatan Perkembangan Anak dan Cara Menghadapinya

Pendidikan Lebih Sesuai dengan Siswa

Kurikulum pada homeschooling berbeda dengan pendidikan formal. Anda bisa memilih bahan atau mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak Anda. Anda juga bisa memilih guru yang tepat yang bisa mengajar anak Anda dengan baik. Ini berbeda dengan pendidikan formal, anak Anda harus mengikuti kurikulum yang sudah ditetapkan oleh sekolah. Anda juga tidak bisa leluasa mengkritik guru atau memilih guru yang tepat untuk mengajar anak Anda.

Dengan memilih sendiri materi yang Anda butuhkan, anak Anda juga akan lebih fokus, berbeda dengan pendidikan formal. Siswa yang mengemban pendidikan formal tidak bisa memilih materi yang mereka butuhkan, ini membuat mereka tidak bisa fokus dengan baik. Kurikulum dengan banyak pelajaran juga dapat membuat siswa lemah di beberapa bidang, karena mereka tidak menyukainya. Berbeda dengan homeschooling yang memfasilitasi siswanya untuk memilih jenis pelajaran yang mereka sukai.

Ilustrasi: aktivitas homeschoolling

Ilustrasi: aktivitas homeschoolling

Jadwal Belajar Siswa Lebih Fleksibel

Seperti yang kita tahu, banyak selebriti atau pekerja yang memilih melakukan homeschooling dibandingkan pendidikan formal. Ini karena mereka bisa membuat jadwal sendiri ketika homeschooling. Homeschooling tidak seperti pendidikan formal yang harus sekolah pada pagi hari dan pulang siang atau sore hari. Anda bisa memilih jadwal sesuai dengan waktu luang Anda. Anda bisa memilih waktu masuk di siang hari, bahkan di malam hari.

Baca juga:  Peneliti Menyarankan Agar Anak-Anak Menghabiskan Lebih Banyak Waktu Dengan Kakek-Neneknya

Dengan jadwal belajar lebih fleksibel, seseorang bisa mengemban pendidikan kapan saja mereka mau. Ini juga sebuah solusi agar seorang anak bisa mengemban pendidikan walaupun mereka sangat sibuk. Seperti yang kita ketahui, pendidikan adalah hal yang penting yang dapat mengubah cara pikir dan sudut pandang seseorang mengenai kehidupannya.

Itulah beberapa kelebihan homeschooling. Meskipun banyak kelebihannya, homeschooling juga tidak terlepas dari kekurangan. Ada beberapa kekurangan dari homeschooling yang perlu Anda ketahui. Karena homeschooling memiliki konsep dengan proses belajar mengajar di rumah, tak jarang juga siswa mudah jenuh dan bosan. Mereka merasa bosan karena tidak ada teman yang bisa diajak mengobrol atau berdiskusi.

Seorang siswa homeschooling hanya bisa berdiskusi dan mengobrol bersama dengan guru mereka saja. Karena tidak pernah bertemu teman yang sebaya saat proses belajar mengajar, tak jarang juga siswa homeschooling memiliki tingkat ego yang tinggi. Mereka juga belum bisa menerima pendapat orang lain dengan baik, seperti anak-anak yang mengemban pendidikan formal. Agar terhindar dari hal semacam itu, pertimbangkan untuk memilih homeschooling yang sering menyelenggarakan program belajar secara berkelompok. Homeschooling yang baik biasanya memiliki program untuk membuat siswanya lebih aktif bersosialisasi dengan teman sebaya dan lingkungannya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: