Kelebihan dan Kekurangan Emas Muda, Emak-emak Wajib Tahu Nih!

Ilustrasi: perhiasan emas (sumber: indiatimes)Ilustrasi: perhiasan emas (sumber: indiatimes)

Ketika berjalan-jalan ke toko emas, Anda mungkin sering menemukan perhiasan yang dilabel sebagai “emas tua” dan “emas muda.” Emas tua biasanya dijual dengan harga yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan emas muda. Maklum saja, kadar karat pada emas tua biasanya lebih tinggi dibandingkan emas muda. Hal itulah yang menyebabkannya lebih mahal dari emas muda. Meski begitu, peminat emas muda tetap banyak. Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan emas muda?

Jika kita melihat dari sejarah yang ada, emas sudah dikenal oleh manusia sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Kebanyakan dari penggunaan emas zaman dahulu adalah digunakan untuk perhiasan. Selain itu, emas juga digunakan untuk perhiasan rumah atau perhiasan kendaraan-kendaraan sebagai bentuk prestise dari orang yang menggunakannya.

Emas perhiasan biasanya digunakan oleh para wanita. Perhiasan emas biasanya terdiri dari giwang, kalung, gelang, cincin, bros, hingga gigi palsu. Bahkan perhiasan emas sekarang ini sudah menjadi perhiasan dalam ponsel.

Namun, perhiasan emas biasanya tidak 100% terbuat dari emas. Karena berbentuk perhiasan, ia harus dicampur dengan logam lainnya supaya tidak terlalu mudah patah. Adanya campuran logam lain menyebabkan harga perhiasan emas menjadi lebih murah dibandingkan dengan perhiasan batangan yang mempunyai kemurnian sampai 99,99% (24 karat). Misalnya ketika Anda membeli emas 22 karat, itu artinya 22 karat emas dan 2 karat sisanya adalah logam campuran.

Baca juga:  Glass Skin, Tren Baru Dalam Dunia Kecantikan

Banyak sekali jenis logam campuran yang dipadukan dengan emas. Campuran logam lain akan membuat warna tersendiri pada perhiasan yang diinginkan. Misalnya, ketika perhiasan ingin tampak berwarna putih, maka emas akan dicampur dengan perak.[1]

Di Indonesia, kita seringkali mendengar istilah “emas tua” dan “emas muda.” Emas tua biasanya berkadar karat antara 21-24 karat. Sedangkan di bawah 21 karat, perhiasan tersebut dikategorikan sebagai emas muda. Seringkali kita tertipu dengan ukuran-ukurannya. Harga emas 10 gram dengan kadar karat 24 karat tentu akan berbeda dengan harga emas 10 gram dengan kadar karat 21 karat. Jadi, berhati-hatilah ketika membeli perhiasan emas.[2]

Entah bujet kecil atau besar, pilihlah emas yang kadarnya tinggi. Minimal 22 karat, atau sebaiknya memang 24 karat. Emas murni 24 karat jauh lebih mudah dijual daripada emas muda yang kadarnya cuma 18 karat. Faktor kemudahan menjual dan nilai jual kembali (resale value) hendaknya menjadi pertimbangan penting bagi keputusan investasi apapun, termasuk emas dan logam berharga.[3]

Ilustrasi: perhiasan emas (sumber: dnaindia.com)

Ilustrasi: perhiasan emas (sumber: dnaindia.com)

Kelebihan Emas Muda

Urusan harga memang sensitif bagi sebagian orang, khususnya saat membeli perhiasan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, harga emas muda jauh lebih murah dibandingkan emas tua. Hal ini tentunya bisa sangat membantu kalangan pemula yang baru mulai mencoba-coba membeli perhiasan emas.

Baca juga:  Bagaimana Tahapan Make Up Artist yang Benar untuk Pemula?

Kelebihan lainnya yang dimiliki oleh emas muda adalah warna. Lantaran campuran logam lain lebih banyak, biasanya warna-warna perhiasan dari emas muda cenderung lebih menarik dibandingkan emas tua. Bahkan, Anda juga bisa membeli perhiasan emas muda seperti cincin nikah atau cincin tunangan dengan balutan warna rose gold atau semacamnya.

Aspek lain yang juga tak kalah penting adalah urusan ketahanan. Seperti yang Anda tahu, emas asli 24 karat karakternya cenderung lebih lunak dan mudah bengkok. Namun, tidak demikian dengan emas muda yang karatnya lebih rendah. Emas muda yang terdiri dari campuran logam lain cenderung memiliki karakteristik lebih kerasteksturnya.

Kekurangan Emas Muda

Kadar emas yang terlalu rendah pada emas muda tentunya menjadikan perhiasan-perhiasan dari emas muda kurang begitu cocok untuk dijadikan investasi. Meski demikian, emas muda berkualitas yang memiliki sertifikat biasanya masih memiliki nilai jual, walaupun harganya mungkin tidak semahal emas tua.

Baca juga:  Pilihan Warna Lipstik Revlon Untuk Bibir Hitam

Kemudian, perhiasan emas muda juga bisa luntur apabila Anda kurang tepat dalam merawatnya. Perhiasan dengan kadar emas rendah biasanya lebih cepat teroksidasi dan berubah warna menjadi lebih buram. Oleh sebab itu, sebaiknya perhiasan emas muda tidak digunakan terlalu lama apabila berada di luar ruangan.

[1]Dipraja, S. 2011. Siapa Bilang Investasi Emas Butuh Modal Gede. Jakarta: Tangga Pustaka, hlm 41.

[2]Ibid., hlm 42.

[3]Tanuwidjaja, W. 2009. Cerdas Investasi Emas. Yogyakarta: Media Pressindo, hlm 70.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: