Kelainan Jantung pada Bayi Bisa Jadi Penyebab Ibu Mengalami Penyakit Jantung Setelah Melahirkan

Ibu dan bayi (sumber: medicalnewstoday.com) Ibu dan bayi (sumber: medicalnewstoday.com)

Memasuki masa kehamilan adalah masa paling indah bagi pasangan yang baru saja menikah, khususnya bagi seorang wanita. Dengan kelahiran buah hati, berganti status menjadi seorang ibu adalah salah satu hadiah dari Tuhan yang didambakan hampir sebagian besar wanita bersuami. Namun beberapa bulan sebelum masa kelahiran, tampaknya menjadi kecemasan tersendiri bagi sebagian besar wanita. Kecemasan tidak hanya terletak pada rasa sakit yang nanti akan dirasakan, tetapi juga tentang kesehatan bayi yang sudah lahir. Dan beberapa kasus kelahiran tampaknya tidak berjalan dengan baik di mana ditemukan kelainan jantung pada bayi yang telah lahir.

Cara Mencegah Kelainan Jantung pada Bayi

Ada banyak sekali penyebab yang menjadi alasan mengapa seorang bayi baru lahir memiliki kelainan pada jantungnya. Tidak hanya karena bawaan lahir saja, tampaknya pola hidup sang ibu juga mempengaruhi kesehatan jantung pada bayinya. Ketika mengandung, akan lebih baik jika seorang wanita menerapkan hidup sehat. Beberapa hidup sehat yang bisa diterapkan oleh ibu hamil agar bayinya tidak mengalami kelainan jantung di antaranya mengonsumsi makanan dengan kandungan asam folat setiap hari.

Adapun makanan dengan kandungan asam folat yang bisa dikonsumsi oleh wanita hamil setiap hari seperti kacang-kacangan, susu ibu hamil, sayuran hijau, dan sereal. Selain itu sebagai wanita hamil ada baiknya untuk tidak merokok dan menjauhi perokok, hal ini sangat tidak baik karena asap rokok selain dapat menyebabkan bayi lahir dengan kondisi gagal jantung juga menyebabkan beberapa masalah lain seperti keguguran.

Kelainan Jantung pada Bayi Menjadi Penyebab Utama Kelainan Jatung pada Wanita

Selain perlu dicegah, kegagalan jantung pada bayi yang dapat menyebabkan kematian pada bayi juga sangat berbahaya bagi ibunya. Ada beberapa alasan mengapa kegagalan jantung pada bayi perlu dicegah dan diwaspadai. Tidak hanya karena untuk menjaga keselamatan serta memperpanjang masa kehidupan bayi tetapi juga untuk menjaga kesehatan ibunya. Dan seperti yang kita ketahui bahwa hubungan seorang wanita sangat erat dengan bayinya. Tak jarang pula ditemukan kasus jika seorang ibu terkena sakit ringan maupun parah begitupun dengan bayinya.

Kedekatan ibu dan bayi (sumber: abcnews.go.com)

Kedekatan ibu dan bayi (sumber: abcnews.go.com)

Hal ini dapat dilihat dari sebuah penelitian terbaru oleh American Heart Association yang menemukan fakta menarik bahwa seorang wanita yang melahirkan seorang bayi dengan kelainan pada jantung memiliki risiko tinggi terhadap kelainan pada jantungnya di kemudian hari. Tidak hanya kelainan jantung seperti mengalami gagal jantung mendadak, tetapi juga akan berisiko tinggi terhadap rawat inap kardiovaskuler.

Pada penelitian, lebih dari 1 juta wanita saat ini dengan kelainan jantung diteliti bahwa mereka memiliki kelainan jantung bawaan dari lahir dan diteliti pula bahwa ibu mereka pun juga memiliki kelainan maupun gangguan pada jantung seperti gagal jantung maupun serangan jantung mendadak selama bertahun-tahun setelah melahirkan.

Adapun penelitian mengenai dampak dari kelahiran bayi dengan kelainan jantung terhadap ibunya pada 1989 dan 2013 lalu. pada penelitian tersebut mengumpulkan banyak sekali wanita berusia 25 tahun yang baru saja melahirkan. Wanita-wanita tersebut dikumpulkan di sebuah rumah sakit dengan tujuan selain melakukan penelitian, juga melakukan perawatan terkait dengan gangguan jantung yang mereka alami setelah melahirkan.

Tidak hanya dilihat dari penelitian yang ada, tampaknya banyak sekali masyarakat khususnya wanita yang saat ini mengalami gangguan pada jantungnya setelah mereka melahirkan dan tidak hanya itu, bahkan bayi mereka pun memiliki kelainan pada jantung. Tentu ini merupakan sebuah fakta dan pembuktian dari adanya penelitian tersebut. 

Dan kembali pada penelitian tersebut yang tidak hanya dibuktikan pada masa saat ini, pada penelitian tersebut juga telah membuktikan bagaimana kelainan jantung pada bayi memiliki hubungan erat dengan penyakit kardiovaskular pasca kehamilan pada ibunya. Selain berdampak pada sang ibu, tampaknya kelainan jantung pada bayi juga akan berdampak secara psikologis terhadap bayi yang sudah tumbuh hingga remaja. Pada masa remaja, bayi dengan kelainan jantung akan lebih sering terkena penyakit karena daya tahan tubuh yang kurang, sehingga ini juga dapat mempersingkat masa hidup mereka. 

Ilustrasi: kelainan jantung (sumber: thejakartapost.com)

Ilustrasi: kelainan jantung (sumber: thejakartapost.com)

Lalu secara teori, seorang dokter bernama Nathalie Auger, M.D., mengatakan, “Seorang ibu yang merawat bayi dengan kelainan jantung dapat mengalami stres karena sosial dan keuangan, dan inilah yang menjadi penyebab dari meningkatnya risiko orang tersebut terkena gangguan kardiovaskuler seperti serangan jantung dan gagal jantung.”

Dan dengan adanya penelitian tersebut, maka diharapkan bagi para wanita yang sedang melakukan proses perencanaan kehamilan maupun bagi wanita yang sedang mengandung agar selalu mendatangi dokter kandungan untuk konsultasi. Hal ini menjadi salah satu tindakan tepat dalam mengurangi risiko kelahiran bayi dengan kelainan jantung dan risiko adanya gangguan kardiovaskuler pada sang ibu. Akan sangat berbahaya, tidak hanya bagi bayi tetapi juga pada wanita yang melahirkannya. 

Karena ada banyak sekali kasus kematian yang dialami oleh wanita setelah masa kelahiran akibat penyakit jantung terutama karena gagal jantung, dan lebih banyak lagi kasus bayi meninggal karena kelainan jantung saat lahir. Selain karena banyaknya kasus kematian yang dialami oleh wanita dan bayi, kelainan jantung pada bayi juga harus dicegah mengingat biaya rumah sakit yang mahal. Dan seperti yang kita ketahui bahwa untuk melakukan perawatan serta penyembuhan pada jantung tidaklah cepat, membutuhkan waktu yang lama di mana sebagian besar penyakit kardiovaskuler harus melewati masa operasi dalam penyembuhan dan perawatannya. 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: