Jangan Anggap Remeh, Ini Beberapa Kegunaan Tepung Gaplek yang Perlu Anda Tahu

Gaplek (sumber: gaplek.net)Gaplek (sumber: gaplek.net)

Gaplek merupakan olahan singkong yang bagi sebagian orang masih dianggap sebelah mata. Padahal, ketika diolah menjadi tepung maka bahan satu ini bisa memiliki nilai lebih. Tepung gaplek bisa diolah untuk berbagai kegunaan, mulai dari pakan ternak atau bahkan menjadi kuliner khas Jawa, yakni tiwul.

Dalam terminologi perdagangan atau bahasa pasar diketahui terdapat nama bermacam tepung yang berasal dari ubi kayu, yang teknologi penepungan atau proses produksinya juga berbeda, yaitu tepung tapioka, tepung singkong (tepung kasava), dan tepung gaplek.

Seringkali ada yang sulit membedakan atau menganggap sama antara tepung tapioka, tepung gaplek, dan tepung kasava. Padahal tidak demikian halnya, karena ada perbedaan antara ketiga jenis tepung tersebut, yaitu mulai dari perlakuan bahan, proses produksi, spesifikasi hasil, hingga pemanfaatan tepungnya.

Tepung tapioka memiliki nomenclature (nama lain) ‘pati ubi kayu’, ‘pati singkong’, atau ‘sari ubi kayu’. Dalam Bahasa Inggris, tepung tapioka biasa disebut tapioca flour atau cassava starch. Sedangkan, tepung kasava disebut juga ‘tepung ubi kayu’, ‘tepung singkong’, atau Bahasa Inggris-nya cassava flour. Sementara, tepung gaplek biasa disebut cassava powder.

Dalam hal proses produksi atau cara membuatnya, tepung tapioka dibuat dari umbi ubi kayu segar, yang diambil patinya saja, sedangkan ampas atau onggoknya dijadikan pakan ternak. Sementara, tepung singkong/tepung kasava memanfaatkan semua kandungan nutrisi umbi ubi kayu segar, dari kandungan pati dan seratnya.

Tepung tapioka/tapioca flour (sumber: thespruceeats.com)

Tepung tapioka/tapioca flour (sumber: thespruceeats.com)

Tepung kasava atau tepung ubi kayu dibuat dari umbi ubi kayu segar yang melalui proses pengupasan, pencucian, lalu di-slicer atau diiris tipis menjadi chips atau sawut. Setelah itu, chips direndam selama dua hari dengan pH 5 (proses fermentasi), lalu di-separator atau ditiriskan, dilanjutkan dengan pengeringan dengan mesin dan atau solar cell, kemudian ditepungkan, dikemas, dan siap didistribusi sebagai raw material produk olahan modern, antara lain “titan” (tiwul instan).

Baca juga:  Tak Perlu Beli, Begini Cara Membuat Cilok Gaul yang Super Mudah & Enak

Untuk tepung tapioka, cara membuatnya hampir serupa dengan pembuatan tepung kasava dari singkong segar, akan tetapi ada satu fase tambahan, yaitu pemisahan pati dengan onggoknya.

Adapun tepung gaplek juga memanfaatkan semua kandungan nutrisi dari umbi ubi kayu yang dikeringkan atau diawetkan, yang dikenal dengan nama gaplek, yang kemudian ditepungkan. Gaplek adalah umbi dari ubi kayu yang telah dikupas, dicuci, lalu dibelah-belah memanjang dalam beberapa irisan. Yang terlalu panjang dipotong menjadi 2-3 potong, kemudian dijemur dikeringkan di bawah terik matahari, dan akan kering dalam 3-4 hari. Bentuk gaplek produk masyarakat ini biasanya disebut gaplek gelondongan. Gaplek produksi masyarakat inilah yang ditepungkan dan menjadi raw material produk olahan tradisional, antara lain tiwul tradisional.

Tepung gaplek (gaplek powder/cassava powder) dan tepung ubi kayu atau tepung kasava (cassava flour) dapat diibaratkan sebagai “saudara kembar satu roh” yang dilahirkan dari satu kandungan yang sama yang dinamakan ketela pohon atau ubi kayu, serta sebutan lainnya sebagaimana dipaparkan sebelumnya. Sehingga, jika dipandang dari hakikat memang tidak dapat dikatakan keliru, apabila ada yang menengarai bahwa tepung gaplek dan tepung kasava itu sama saja. Yang membedakan dari kedua nama produk tepung tersebut adalah cara perlakuannya (processing) dari umbi hingga menjadi tepung, dan hasilnya, yang masing-masing memiliki spesifikasi berbeda. Gaplek rakyat umumnya mutunya rendah (karena faktor kehigienisan dan kadar air) dan harganya murah.[1]

Baca juga:  Minim Modal, Inilah Alternatif Bisnis Yang Cocok Untuk Mahasiswa

Kegunaan Tepung Gaplek

Tepung gaplek (sumber: diahdidi.com)

Tepung gaplek (sumber: diahdidi.com)

Tepung ini dimanfaatkan untuk bahan baku membuat gogik dengan cara dimasak kemudian dikeringkan. Gogik dicampur dengan air dimanfaatkan sebagai pakan untuk ternak itik/bebek. Di daerah yang sering krisis pangan, tepung gaplek diolah menjadi tiwul dan dimanfaatkan sebagai pengganti nasi.[2]

Apabila ditilik dari nilai gizinya, singkong dalam bentuk gaplek atau tepung tapioka memiliki nilai gizi yang tidak kalah dengan beras. Salah satu kekurangan gaplek adalah kandungan proteinnya yang hanya 1,1 gram, sementara pada beras mencapai 6,8 gram. Namun, hal itu bisa digantikan dari daun singkong yang juga merupakan sumber protein yang cukup baik dengan kandungan sebesar 6,9 gram. Seperti halnya tepung ubi jalar dan garut, tepung gaplek bisa diorientasikan untuk mensubstitusi tepung terigu impor.[3]

Baca juga:  Penasaran Dengan Ladoo? Manisan Sederhana Khas India

[1] Djuwardi, A. 2009. Cassava – Solusi Pemberagaman Kemandirian Pangan: Manfaat, Peluang Bisnis, dan Prospek (hlm 48-50). Elisa DR, editor. Jakarta: Grasindo.

[2] Sukandarrumidi, dkk. 2018. Energi Terbarukan: Konsep Dasar Menuju Kemandirian Energi (hlm 328). Yogyakarta: UGM Press.

[3]Timnas Pengembangan BBN. 2008. Bahan Bakar Nabati: Bahan Bakar Alternatif dari Tumbuhan sebagai Pengganti Minyak Bumi dan Gas (hlm 51). Jakarta: Penebar Swadaya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: