Kebiasaan Yang Sebaiknya Dihindari Demi Terjaganya Kesehatan Gigi

kebiasaan, hal, merusak, gigi, gusi, kesehatan, mulut, dan, kebersihan, menyikat, rutin, dua, kali, sehari, makan, soda, kandungan, gula, jus, buah, es, batu, mengunyah, permen, karet, susu, botol, sebelum, tidur Menjaga kesehatan dengan menggosok gigi

dan mulut memang harus dijaga. Cara yang paling mudah adalah dengan menyikat dua kali sehari, setelah makan dan sebelum tidur malam. Tetapi, gigi tidak hanya dijaga dari kebersihannya saja, tetapi juga menjaga diri dari kebiasaan yang bisa membawa pengaruh buruk bagi gigi dan gusi.

Kebiasaan/Hal Yang Bisa Berakibat Buruk Bagi Gigi

Ada beberapa kebiasaan yang mungkin tidak sadar dilakukan oleh sebagian orang dan efeknya bisa saja buruk bagi kesehatan gigi dan mulut. Untuk mengetahui apa saja kebiasaan itu, berikut uraiannya.

Mengunyah Es Batu

Es mungkin memang bebas kandungan gula, sehingga Anda berpikir bahwa es itu tidak berbahaya. Tetapi, mengunyah es batu yang keras dan beku itu bisa mematahkan gigi Anda. Hal lain yang bisa terjadi yaitu iritasi jaringan lunak di dalam gigi, atau Anda bisa menderita sakit gigi.

Umumnya, panas dan dingin bisa memicu rasa sakit yang cenderung cepat dan terasa sekali sakitnya pada gigi atau gusi. Apabila Anda tidak bisa menghentikan kebiasaan mengunyah es batu, sebelumnya bisa mengunyah permen karet tanpa gula. Walaupun permen karet bisa mencegah rasa sakit, tetapi Anda tidak disarankan untuk mengunyah es batu sesering mungkin.

Bermain Olahraga Tanpa Pelindung Mulut

Jika Anda bermain sepak bola, hoki, atau olahraga lainnya yang bisa membahayakan mulut, sebaiknya jangan lupa untuk memakai pelindung mulut. Pelindung itu biasanya berupa plastik yang melindungi gigi bagian atas. Tanpa pelindung, gigi Anda bisa patah ketika sedang melakukan kegiatan yang disebutkan sebelumnya.

Memberikan Susu Di Dalam Botol Ketika Akan Tidur

kebiasaan, hal, merusak, gigi, gusi, kesehatan, mulut, dan, kebersihan, menyikat, rutin, dua, kali, sehari, makan, soda, kandungan, gula, jus, buah, es, batu, mengunyah, permen, karet, susu, botol, sebelum, tidur

Kebiasaan buruk bayi dibiarkan tidur sambil mengisap botol susu (sumber: livestrong.com)

Tidak ada waktu yang terlalu awal untuk melindungi gigi. Memberikan bayi sebotol susu pada saat akan tidur bisa menyebabkan pertumbuhan gigi barunya terganggu. Bayi nantinya akan terbiasa tidur dengan botol yang masih menempel pada mulut dan giginya, sehingga bisa membawa pengaruh tidak baik bagi giginya.

Tindikan Pada Lidah

Tindikan di lidah mungkin bisa disebut trendi, tetapi dapat merusak gigi. Begitu pula dengan tindikan bibir, memiliki risiko yang sama. Ketika logam menggosok gusi, bisa menyebabkan kerusakan gusi yang dapat menyebabkan gigi tanggal. Mulut juga merupakan tempat berlindung bagi bakteri, sehingga tindikan meningkatkan risiko infeksi dan luka. Ditambah pula, tindik lidah ada risiko menindik pembuluh darah besar secara tidak sengaja, yang dapat menyebabkan pendarahan hebat. Untuk lebih amannya, sebelum melakukan tindikan, Anda bisa mendiskusikan risiko kesehatan dengan gigi terlebih dahulu.

Batuk Tetes

Hanya karena obat batuk yang dijual di apotek, bukan berarti bisa digunakan secara bebas (karena dianggap aman). Sebagian besar obat itu juga mengandung gula. Jadi, pada saat Anda terkena batuk, setelah menenangkan tenggorokan dengan permen, pastikan untuk menyikat gigi dengan baik. Entah apakah itu gula berasal dari setetes batuk atau permen, gula akan bereaksi dengan plak yang telah menempel pada gigi Anda. Kemudian, bakteri dalam plak mengubah gula menjadi asam yang menggerogoti enamel gigi. Hal itu bisa menyebabkan gigi berlubang.

Permen Karet

Semua permen biasanya jika dikonsumsi secara berlebihan, maka bisa menyebabkan kerusakan gigi. Salah satunya adalah permen karet. Dengan teksturnya yang lentur dan mudah menempel pada gigi, kandungan gula di dalam permen karet bisa menghasilkan asam yang berhubungan dengan enamel Anda selama berjam-jam.

Soda

Permen bukan bukan satu-satunya penyebab Anda mengonsumsi banyak gula. Selain permen, soda memiliki kandungan gula yang tinggi, yaitu mencapai 11 sendok teh gula per porsi. Soda juga mengandung asam fosfat dan sitrat, yang bisa menggerogoti enamel gigi. ringan diet mungkin membuat Anda terbebas dari gula, tetapi itu mungkin memiliki lebih banyak asam dalam bentuk pemanis buatan.

Membuka Tutup Botol/Benda Lain Dengan Gigi

kebiasaan, hal, merusak, gigi, gusi, kesehatan, mulut, dan, kebersihan, menyikat, rutin, dua, kali, sehari, makan, soda, kandungan, gula, jus, buah, es, batu, mengunyah, permen, karet, susu, botol, sebelum, tidur

Membuka tutup botol dengan gigi (sumber: oralanswers.com)

Membuka tutup botol atau kemasan plastik dengan gigi Anda mungkin bisa dilakukan, tetapi ini adalah salah satu kebiasaan yang membuat gigi terasa ngilu. Menggunakan gigi Anda sebagai alat untuk membuka sesuatu, dapat menyebabkan gigi retak. Sebaiknya Anda menggunakan gunting dan pembuka botol yang praktis. Intinya, gigi Anda seharusnya hanya digunakan untuk makan.

Minuman Berenergi

Tidak diragukan lagi minuman berenergi yang dingin akan terasa menyegarkan diminum setelah olahraga. Tetapi minuman ini biasanya tinggi gula. Seperti soda atau permen, minuman berenergi bisa menciptakan serangan asam pada enamel gigi Anda. Meminumnya terlalu sering dapat membawa dampak buruk bagi gigi. Cara yang lebih baik untuk tetap terhidrasi pada saat olahraga adalah dengan meminum air bebas kalori dan bebas gula.

Jus Buah

Jus buah memang mengandung vitamin dan antioksidan, tetapi sayangnya kebanyakan jus juga mengandung gula (mungkin pressed juice yang dibuat dari sayur-sayuran atau buah tanpa tambahan gula atau susu bisa dikecualikan). Beberapa jus dapat memiliki banyak gula per porsi seperti soda. Misalnya, dalam soda jeruk kandungan gulanya hanya selisih 10 gram lebih banyak daripada jus jeruk.

Buah-buahan secara alami sudah terasa manis, jadi jika ingin jus yang lebih sehat, carilah jus yang tidak memiliki gula tambahan. Apabila Anda membuat jus sendiri di rumah, bisa mengurangi kadar gula.

Apabila Anda sudah mengetahui hal atau kebiasaan apa saja yang bisa menyebabkan kerusakan pada gigi, maka bisa menghindarinya. Mungkin memang tidak langsung memutuskan untuk tidak mengonsumsinya (seperti camilan), tetapi Anda bisa mengurangi frekuensi konsumsinya dan juga tidak lupa untuk menggosok gigi setelah makan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: