Kebiasaan Yang Dapat Memicu Timbulnya Jerawat

tips, mengatasi, jerawat, kebiasaan, gaya, hidup, stres, mencuci, wajah, muka, berlebihan, over, cleansing, double, produk, pelembap, kelenjar, minyak, di, bawah, permukaan, psikologis, sebum, komedo Ilustrasi: timbulnya masalah jerawat di wajah (sumber: allure.com)

Kesal dengan yang terus ada pada ? Tidak perlu menyalahkan terus-menerus, karena tindakan seperti itu bisa memicu stres yang berakibat pada timbulnya . tetap timbul mungkin saja karena kebiasaan merawat wajah yang kurang tepat.

Dalam mengatasi dan mencegah jerawat, Anda perlu melakukan . Tetapi, satu produk wajah tidak bisa disamakan akan membawa hasil baik bagi semua orang. Belum tentu, produk yang cocok dipakai si A akan cocok digunakan si B, begitu pula sebaliknya. Cara terbaik (tetapi berisiko) untuk menentukan produk terbaik bagi diri sendiri adalah mencoba produk tersebut, walaupun mungkin ada kemungkinan tidak cocok dengan produk itu.

Beberapa Kebiasaan Kurang Baik Untuk Berjerawat

Berikut ini ada beberapa tips bagaimana cara mengatasi jerawat yang mungkin bisa Anda lakukan.

Mencuci Muka Secara Berlebihan

Pendapat mengenai jerawat bisa timbul pada wajah yang kurang terjaga kebersihannya agaknya sudah dipercaya oleh banyak orang. Hal itu mungkin yang menjadi motivasi menjaga kebersihan kulit bagi beberapa orang. Apakah Anda termasuk seseorang yang sering mencuci wajah? Sebaiknya segera ubah kebiasaan ini.

tips, mengatasi, jerawat, kebiasaan, gaya, hidup, stres, mencuci, wajah, muka, berlebihan, over, cleansing, double, produk, pelembap, kelenjar, minyak, di, bawah, permukaan, psikologis, sebum, komedo

Ilustrasi: mencuci muka secukupnya

Umumnya, membersihkan wajah sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada saat pagi hari dan malam hari menjelang tidur. Tetapi, jika Anda melakukan over cleansing pada wajah, akan membawa dampak kurang baik pada kulit wajah.

Mencuci wajah terlalu sering bisa membuat kulit kehilangan alaminya. Dengan hilangnya lapisan alami pada wajah, produk perawatan menjadi tidak meresap secara maksimal. Akibatnya, kelenjar kulit menjadi kering, dan justru membuat kelenjar di bawah permukaan kulit menghasilkan lebih banyak . Dan, tidak jarang malah bisa memicu jerawat.

Cara yang benar untuk mencuci wajah adalah double cleansing atau pembersihan wajah secara bertahap. Menurut teknik membersihkan wajah satu ini ada beberapa pendapat. Menurut Charlotte Cho, pendiri Sokoglam, mengatakan bahwa double cleansing dimulai dari oil cleanser (pembersih wajah berbasis oil atau minyak), kemudian dilanjutkan dengan foaming cleanser.

Sementara, menurut Caroline Hirons, seorang skincare blogger, mengatakan bahwa double cleansing tidak harus selalu membersihkan kulit dengan oil cleanser dan foaming cleanser, tetapi menggunakan produk terbaik yang bisa mengangkat makeup dan kotoran di wajah Anda. Hal yang perlu diperhatikan adalah jika Anda memakai makeup, maka sebaiknya bersihkan dahulu dengan micellar water atau susu pembersih, kemudian baru dilanjutkan dengan mencuci muka dengan sabun.

Tidak Memakai Pelembap

Apapun yang Anda lakukan, jangan lupa untuk selalu memakai pelembap wajah. Mungkin ada yang berpendapat bahwa kulit berjerawat tidak perlu pelembap. Hal ini tentu saja tidak benar. Jenis kulit apapun itu membutuhkan pelembab.

tips, mengatasi, jerawat, kebiasaan, gaya, hidup, stres, mencuci, wajah, muka, berlebihan, over, cleansing, double, produk, pelembap, kelenjar, minyak, di, bawah, permukaan, psikologis, sebum, komedo

Ilustrasi: pelembap pada wajah

Menurut editor , Lexi Novak, mengatakan bahwa dirinya menggunakan produk anti jerawat yang berbahan dasar cukup ‘keras’. Tetapi, penggunaan produk itu malah menimbulkan masalah kulit wajah lain seperti pengelupasan. Di saat itu pula ia sadar bahwa kulitnya menjadi kehilangan kelembapan. Oleh sebab itu, kini ia mengganti kebiasaannya dengan mengoleskan pelembap, sebelum ia memakai produk anti jerawat. Produk yang ia pakai yaitu Neutrogena Oil Free Acne Moisturizer Pink Grapefruit.

Pada kulit berminyak dan berjerawat, pelembap tetap diperlukan. Hal itu karena pelembap bisa mempertahankan keseimbangan di permukaan kulit. Selain itu, kandungan enzim alamiah di kulit membantu kulit mati mengelupas secara teratur. Bila kulit kering, enzim ini tidak dapat bekerja dengan baik dan menyebabkan kulit mati menumpuk sehingga kulit menjadi kasar dan kusam. Karenanya, pelembap tetap dibutuhkan oleh kulit berminyak sekalipun supaya tetap , halus, dan cerah.

Melakukan Scrubbing Dengan Tidak Hati-Hati

Butiran-butiran scrub dianggap rentan terhadap jerawat. Hal itu karena butirannya yang cukup kasar bisa membuat kulit wajah bereaksi. Liz Denton, seorang editor di bidang digital mengatakan bahwa ia suka melakukan eksfoliasi dengan pembersih wajah yang memiliki tekstur scrub. Namun, ia malah mendapati kulitnya menjadi benar-benar kering. Kini, ia lebih memilih pembersih wajah yang memiliki tekstur scrub lebih halus seperti Pond’s Luminous Clean Daily Exfoliating Cleanser.

tips, mengatasi, jerawat, kebiasaan, gaya, hidup, stres, mencuci, wajah, muka, berlebihan, over, cleansing, double, produk, pelembap, kelenjar, minyak, di, bawah, permukaan, psikologis, sebum, komedo

Ilustrasi: melakukan scrubbing wajah secara perlahan

Selain produk itu, masih ada beberapa produk scrub yang mungkin cocok, seperti merek St Yves. Di dalam produk terkandung bahan-bahan seperti salicylic acid 2% untuk mengatasi jerawat, bebas paraben, bebas minyak, bebas alergi, telah diuji secara dermatologi dan juga non-comedogenic (dengan kata lain tidak akan menyumbat pori-pori sehingga tidak menimbulkan komedo).

Berdasarkan orang yang sudah memakai St. Yves, hasilnya adalah kulit menjadi lebih halus, komedo di area hidung dan sekitarnya lebih mudah dibersihkan, kulit menjadi tidak kusam lagi. Selain itu, pori-pori wajah terasa lebih dan tidak menyebabkan kulit wajah menjadi kering atau menimbulkan masalah kulit wajah lainnya. Jerawat yang ada di wajah mengempis dan tidak timbul jerawat baru.

Tetapi, hasil itu bisa saja berbeda pada setiap orang karena kondisi kulit orang berbeda-beda. Sebelum Anda memutuskan menggunakan suatu produk, sebaiknya lakukan review atau konsultasi dahulu dengan dokter kulit.

Hidup & Stres

Jerawat bisa dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat dan juga stres. Dr. Lisa Garner, profesor di departemen dermatologi Universitas Southwestern Texas menegaskan bahwa stres ternyata memegang peranan penting dalam memperberat jerawat. Stres bukan penyebab utama terjadinya jerawat namun dapat memperparah jerawat yang sudah terjadi. Mekanisme yang jelas memang belum diketahui, namun diduga pada mereka yang mengalami stres psikologis, kelenjar-kelenjar sebasea pada kulit memproduksi sebum lebih banyak. Selain itu, mereka yang mengalami stres juga cenderung menekan-nekan sendiri jerawatnya sehingga memicu peradangan terjadi lebih hebat. Jerawat akan semakin membandel ketika seseorang sedang mengalami stres yang berlebihan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: