Kebiasaan Tidur yang Buruk Bisa Meningkatkan Sifat Egois

Ilustrasi: kebiasaan tidur yang buruk (pexels: Ketut Subiyanto)Ilustrasi: kebiasaan tidur yang buruk (pexels: Ketut Subiyanto)

Sifat egois merupakan gambaran dari selalu mementingkan diri sendiri, tidak memedulikan pendapat orang lain, dan selalu ingin menang sendiri.[1] Sebenarnya, sifat ini sudah ada dalam diri setiap manusia, hanya saja dengan kadar yang beragam. Ada banyak faktor yang menjadi pemicu untuk meningkatkan sifat egois dan salah satunya adalah kebiasaan tidur yang buruk.

Kebiasaan Tidur Menentukan Sifat Egois

Dilansir dari HuffPost, bukan rahasia lagi bahwa kurang tidur dapat membuat Anda menjadi pemarah, tetapi sekarang penelitian baru menunjukkan bahwa tidur yang buruk juga dapat membuat Anda lebih egois. Data yang diterbitkan di jurnal PLOS Biology menemukan korelasi antara kurang tidur dan keegoisan. Penelitian ini dilakukan oleh para ahli dari University of California, Berkeley.

Studi pertama memantau otak dari 24 orang yang tidur nyenyak dan kurang tidur. Peserta diminta untuk mengisi kuesioner perilaku membantu yang mengharuskan mereka untuk mencatat apa yang akan mereka lakukan dalam situasi sulit, seperti jika mereka melihat hewan yang terluka di pinggir jalan atau jika mereka akan menawarkan tempat duduk mereka kepada orang yang lebih tua di bus yang penuh.

Baca juga:  Awet Muda dan Glowing, Ini Perawatan Wajah Ala Dokter Kulit Korea

Para peneliti juga mengambil MRI otak mereka saat mereka menyelesaikan tugas kognisi sosial. Selama MRI, bagian otak yang berhubungan dengan empati menjadi kurang aktif setelah semalaman tidak tidur. Selain itu, peserta secara keseluruhan menunjukkan penurunan yang signifikan dalam keinginan untuk membantu orang lain dalam kondisi kurang tidur.

Studi kedua melacak lebih dari 100 orang yang online selama tiga atau empat malam melalui informasi yang dilaporkan sendiri untuk mengukur seberapa banyak dan seberapa baik mereka tidur. Survei tersebut menanyakan kepada peserta berapa kali mereka bangun, berapa jam mereka tidur, jam berapa mereka bangun, dan banyak lagi. Seperti yang diharapkan, hasilnya menunjukkan bahwa tidur yang buruk mengakibatkan berkurangnya keinginan untuk membantu orang lain.

Ilustrasi: kebiasaan tidur yang buruk

Ilustrasi: kebiasaan tidur yang buruk

Studi ketiga meneliti dampak waktu musim panas terhadap pemberian amal melalui analisis data donasi di Amerika dari tahun 2001 hingga 2016. Studi ini menemukan bahwa transisi ke DST (Daylight Saving Time) dikaitkan dengan penurunan yang signifikan dalam keputusan altruistik untuk memberikan sumbangan dibandingkan dengan minggu-minggu sebelum atau sesudah transisi.

Baca juga:  Penyebab & Cara Mengatasi Kulit Kepala Kering Berkerak

Bahkan hanya kehilangan satu jam tidur, seperti dalam studi waktu musim panas, tampaknya menghasilkan suasana hati yang lebih buruk bagi subjek penelitian. Secara khusus, penelitian tersebut menyatakan, gangguan suasana hati akibat kebiasaan tidur yang buruk dapat menurunkan kepekaan empati terhadap kebutuhan atau kesusahan orang lain.

Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa membantu orang lain dapat mengurangi stres dan dikaitkan dengan tingkat peradangan lebih rendah dalam tubuh. Membantu orang lain tidak hanya membuat Anda merasa baik secara mental, tetapi juga secara fisik. Lalu, bagaimana untuk mengatasi kebiasaan tidur yang buruk?

Tips Mengatasi Kebiasaan Tidur yang Buruk

Hindari gadget dengan intensitas blue light tinggi jika Anda ingin memiliki kualitas dan kuantitas tidur baik. Blue light atau cahaya biru dari TV dan ponsel mungkin bisa membuat Anda terjaga di malam hari dan bisa menurunkan kadar melatonin dalam tubuh, yakni hormon yang dibutuhkan tubuh untuk tidur.

“Ketika kita membuka media sosial atau menyalakan TV, tubuh akan melepaskan dopamine, karena mata kita melihat sesuatu yang menarik,” kata Dr. Sasha Hamdani, seorang psikiater dan spesialis klinis ADHD. “Ketika dopamine dilepaskan, itu membuat otak lebih aktif dan sulit untuk diistirahatkan.”

Baca juga:  Alternatif Bahan Pengganti Dashi untuk Masakan ala Jepang

Jika Anda masih merasa kesulitan tidur tanpa gadget, pikirkanlah tentang hal lain. Beberapa orang mencoba berimajinasi tentang alam dan suasana pedesaan yang masih asri.

“Alam adalah pereda stres alami, itulah sebabnya berpikir tentang alam bebas dapat membantu Anda tertidur,” menurut Jeffrey Durmer, pelatih tidur untuk Tim Angkat Besi Olimpiade AS. “Anda dapat mencoba tertidur dengan pikiran tentang danau yang berkilauan dan kicau burung.”

Namun, yang diklaim paling ampuh untuk mengatasi kebiasaan tidur buruk adalah rutinitas relaksasi yang baik. Ada beragam rutinitas relaksasi untuk mendukung kualitas dan kuantitas tidur yang baik, seperti menyalakan lilin aromaterapi, mandi air hangat, melakukan perawatan kulit, dan melakukan berbagai kegiatan yang dapat menenangkan pikiran Anda.

[1] Hasanuddin. 2019. Pengaruh Pemberian Konseling Pribadi terhadap Kemampuan Berargumentasi dalam Berdiskusi pada Siswa yang Introvert di SMA Negeri 1 Barru. Jurnal Bimbingan dan Konseling STKIP Muhammadiyah Barru, Vol. 6(1): 23-31.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: