Kebiasaan Tidur Bayi di Malam Hari

bayi, malam, hari, bangun, terbangun, di, orang, tua, metode, perkembangan, kognitif, penelitian, stres, lebih, baik, hal, wajar, manfaat, bulan, jam, penuh, menyusu, menyusui, ASI, lapar, ibu Ilustrasi: bayi tertidur pulas

Membiarkan Anda sepanjang malam itu mungkin bagi sebagian besar orang tua adalah hal yang wajar, bahkan diinginkan. Dapat dimengerti, mengingat betapa berharga dan sulitnya malam bagi orang tua baru. Waktu malam yang cukup menjadi sangat penting, hingga banyak buku yang menerbitkan mengenai betapa pentingnya malam, atau bagaimana cara malam yang efektif bagi orang tua baru.

Tidur malam menjadi topik perbincangan hangat di antara para orang tua. Para orang tua yang bayinya tidur sepanjang malam merasa telah mencapai sesuatu yang penting. Dan, mereka yang bayinya tidak tidur nyenyak sepanjang malam, mungkin akan bertanya-tanya, apakah ada yang salah dengan pola asuh mereka. Hal ini menjadi benar, terutama bagi orang Timur, karena ada persepsi bahwa bayi hingga 6 bulan harus tidur sepanjang malam.

Persepsi mengenai jam tidur bayi itu tidak sepenuhnya benar. Dan, ada kabar baik sekaligus buruk di balik itu semua. Menurut sebuah dalam Jurnal Pediatrics menyebutkan jika bayi tidak tidur sepanjang malam selama 6 bulan atau bahkan 12 bulan, itu adalah hal yang normal.

Menjadi berita baik jika Anda mendengar bahwa bayi Anda termasuk normal, tetapi bagi sebagian besar orang tua, itu bisa menjadi sesuatu yang tidak dimengerti, merasa buruk jika bayinya tidur sepanjang malam lebih lama daripada yang orang tua itu harapkan.

Peneliti dari Kanada meneliti 388 bayi usia 6 bulan, dan 369 bayi usia 12 bulan. Peneliti mendefinisikan tidur sepanjang malam itu durasi waktunya 6 hingga 8 jam tanpa terbangun.

Peneliti menemukan bahwa bayi usia 6 bulan, sebanyak 38% di antaranya tidak dapat tidur selama 6 jam tanpa terbangun, sementara 57% tidak tidur penuh selama 8 jam. Lalu, pada bayi usia 12 bulan, angkanya lebih baik, meskipun tidak berarti besar. Dari seluruh bayi yang dijadikan objek penelitian, 28% tidak tidur selama 6 jam penuh, dan 43% tidak tidur selama 8 jam.

Ilustrasi: ibu & bayi terlelap di sofa

Fenomena tersebut bukan merupakan masalah pada bayi atau pengasuhan. Hal itu bukan masalah sama sekali. Dikarenakan rewel saat bangun tidur di malam hari bisa membuat orang tua merasa bingung, peneliti tidak menemukan hubungan antara terbangun di malam hari dan mood ibu setelah melahirkan. Peneliti juga menemukan bahwa bayi yang bangun di malam hari tidak berarti bayi-bayi itu ada perkembangannya terhambat, baik dari segi kognitif, bahasa, atau motoriknya.

Peneliti juga menemukan bahwa bayi yang terbangun di malam hari itu lebih mungkin ingin menyusu. Hal tersebut masuk akal, mengingat ASI (Air Susu Ibu) lebih mudah dan cepat dicerna daripada susu formula, sehingga menyebabkan bayi menjadi cepat lapar. Mengingat bahwa menyusui banyak manfaatnya bagi , meskipun ada sedikit tambahan waktu bangun bagi bayi (dan tentu bagi ibunya). Meskipun begitu, menyusui bayi juga membawa manfaat bagi ibu juga.

Ada pula yang mengatakan jika bayi sering terbangun di malam hari karena sleep regression. Istilah sleep regression digunakan untuk menggambarkan suatu periode waktu ketika bayi yang telah tidur nyenyak, tiba-tiba bangun tengah malam dan susah tidur lagi. Kondisi ini mungkin akan terulang lagi selama beberapa hari atau beberapa minggu dan biasanya akan terjadi dalam waktu satu sampai empat minggu.

Sebenarnya Anda tidak perlu khawatir, apalagi membandingkan bayi Anda dengan bayi teman atau bayi tetangga. Bangun tengah malam adalah perkembangan normal bayi Anda untuk menciptakan pola tidurnya sendiri. Karena itu, setiap bayi tentu akan berbeda dengan bayi lainnya.

Sleep regression lebih sering terjadi pada bayi yang berumur empat bulan dan delapan bulan. Beberapa ahli mengatakan bahwa sleep regression terjadi karena pola tidur bayi mulai mirip seperti pola tidur orang dewasa atau sedang proses ‘mempelajari’ pola tidur. Ketika si kecil berada di suatu tahapan tidur dan tubuhnya bergerak tanpa sadar, maka ia akan terbangun.

Periode sleep regression juga sering terjadi pada balita yang sedang melewati tahapan perkembangan (milestone) seperti berusaha berguling, duduk, merangkak, sedang tumbuh gigi, atau mengembangkan keterampilan baru apapun. Proses belajar seperti itu, dinilai sedikit membuat bayi Anda lebih gelisah. Hal ini pun berpengaruh pada pola tidurnya.

Ilustrasi: perilaku/gejala sleep regression pada bayi 18 bulan (sumber: verywellfamily.com)

Mungkin bagi beberapa orang tua, bangun tidur di malam hari itu bisa saja merupakan masalah, dan itulah yang menyebabkan ada pelatihan untuk tidur. Tentu saja ada berbagai teknik dan metode yang dapat membantu mengajarkan bayi untuk tidur lebih lama dan lebih mandiri.

Salah satu cara menghadapi bayi yang terbangun di malam hari yaitu memberikan waktu khusus bayi Anda untuk berlatih di siang hari. Si kecil yang tidak mau diam, sebenarnya sedang berusaha untuk menguasai apa yang sedang ia pelajari sekarang, dan jika pada siang hari ia merasa tidak memiliki cukup waktu karena sering Anda gendong atau ajak jalan-jalan. Si kecil akan terus mencobanya di malam hari.

Akibatnya ia jadi lebih sulit untuk tidur dan bergerak secara refleks dalam tidurnya yang menyebabkan ia bangun tengah malam. Pastikan Anda memberikan waktu khusus untuk si kecil berlatih berguling, merangkak, atau apapun yang sedang ia lakukan agar tidak terganggu. Tugas Anda hanya mengawasi si kecil.

Sebagian besar dari orang tua mungkin akan membiarkan bayinya menangis untuk beberapa lama, dan penelitian menunjukkan bahwa hal itu bukan berarti tindakan yang jahat untuk bayi. Walaupun begitu, tindakan itu bisa menyebabkan stres bagi para orang tua.

Penelitian menunjukkan jika bayi terjaga di malam hari dan Anda sebagai orang tua baik-baik saja dengan itu, Anda tidak perlu melakukan apapun. Seiring waktu, hal tersebut menjadi lebih baik.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: