Kebiasaan Sehat di Masa Kanak-Kanak Menentukan Panjangnya Usia

Ilustrasi: anak sehat (sumber: medibank.com)Ilustrasi: anak sehat (sumber: medibank.com)

Kebiasaan sehat harus dilatih pada anak-anak sejak dini, karena bisa mempengaruhi kondisi kesehatan di masa mendatang. Dengan memiliki kebiasaan sehat, seperti cuci tangan sebelum makan, tidak memilih-milih makanan, selalu makan sayur dan buah, dan olahraga teratur, dapat mencegah beberapa macam penyakit kronis di usia lanjut.[1] Hal ini juga yang membuat Anda memiliki usia panjang, karena terhindar dari penyakit.

Pentingnya Kebiasaan Sehat Sejak Dini

Kebiasaan sehat yang diterapkan anak-anak, secara tidak sadar akan berlanjut hingga remaja dan ini sangat bagus. Dilansir dari Harvard Health Publishing, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sehat yang dipelajari saat anak-anak dan diteruskan hingga remaja akan mempengaruhi kesehatan kita saat dewasa. Bukan hanya itu saja, tetapi juga mempengaruhi seberapa lama umur kita.

Untuk membuktikan penemuannya, International Childhood Cardiovascular Cohorts Consortium Outcomes Study mengumpulkan data dari hampir 40.000 orang dari Amerika Serikat, Finlandia, dan Australia. Peserta telah didaftarkan mulai dari usia anak-anak di tahun 1970-an hingga 1990-an untuk mengikuti uji coba ini. Ada lima faktor yang dijadikan pengukur risiko kesehatan para peserta terkait kebiasaan sehat mereka.

Pengukur Risiko Kesehatan

  • Indeks massa tubuh (BMI), perhitungan yang menunjukkan apakah seseorang berada dalam kisaran berat badan yang sehat
  • Tekanan darah sistolik, yang merupakan angka teratas dalam pembacaan tekanan darah dan merupakan ukuran seberapa banyak tekanan yang diberikan pada arteri saat jantung berdetak
  • Nilai kolesterol total, ukuran seberapa banyak zat lilin dalam darah Anda. Sementara kolesterol penting untuk melakukan hal-hal seperti membangun sel dan hormon, memiliki terlalu banyak dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
  • Tingkat trigliserida, ukuran berapa banyak zat lemak ini dalam darah. Seperti halnya kolesterol, terlalu banyak meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Kebiasaan merokok di masa muda.
Baca juga:  Gairah Seks Menurun? Kenali Penyebab dan Solusinya!

Dari 2015 hingga 2019, para peneliti menindaklanjuti semua peserta, yang rata-rata berusia 46 tahun. Mereka menemukan bahwa hampir 800 dari mereka pernah mengalami kejadian kardiovaskular (seperti serangan jantung atau stroke), dengan lebih dari 300 di antaranya berakibat fatal. Ketika para peneliti mencocokkan hasil dengan nilai untuk lima faktor, mereka menemukan hal berikut.

Ilustrasi: olahraga sebagai aktivitas hidup sehat (sumber: stjohnskids.com)

Ilustrasi: olahraga sebagai aktivitas hidup sehat (sumber: stjohnskids.com)

Faktor Penyebab Kesehatan Berisiko

  • Orang yang memiliki nilai lebih tinggi dari normal untuk semua pengukur risiko kesehatan memiliki risiko hampir tiga kali lipat terkena penyakit kardiovaskular.
  • Merokok merupakan faktor risiko terbesar, diikuti oleh BMI, tekanan darah sistolik, trigliserida, dan kolesterol tinggi.
  • Anda tidak perlu memiliki kelima faktor untuk berada dalam risiko. Orang yang mengalami obesitas saat anak-anak misalnya, memiliki risiko tiga kali lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.
  • Mereka yang tekanan darahnya tinggi atau mendekati tinggi saat anak-anak dan remaja, memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit kardiovaskular.
Baca juga:  Cara Lakukan Diet Dengan Mengonsumsi WRP Saat Puasa

Semua ini tidak mengejutkan, tetapi melihatnya dengan jelas seharusnya menjadi peringatan, terutama bagi orang tua agar membiasakan anaknya hidup sehat. Lalu, bagaimana cara orang tua untuk membantu si kecil mengarahkan ke kebiasaan yang sehat?

Tips Anak Terbiasa Hidup Sehat

  • Ketahui apakah anak Anda berisiko. Maklum, banyak orang tua yang tidak memperhatikan angka-angka pada pemeriksaan kesehatan anaknya, atau hasil tes darahnya. Tapi angka-angka itu penting. Apalagi, saat ini banyak orang tua beranggapan bahwa anak yang gemuk pasti sehat, padahal belum tentu dan itu bisa berujung pada obesitas.
  • Pastikan Anda mengetahui BMI normal anak Anda untuk mengetahui apakah itu sehat atau tidak. Pada orang dewasa, standar BMI yang sehat adalah 19 hingga 25. Pada anak-anak dan remaja, ini sedikit lebih rumit, karena harus dilihat dari persentil BMI berdasarkan usia dan jenis kelamin. Jika persentil anak antara 85 dan 95, anak tersebut kelebihan berat badan; jika lebih dari 95, anak tersebut mengalami obesitas. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memiliki kalkulator yang dapat Anda gunakan untuk mendapatkan BMI dan persentil.
  • Ketahui tekanan darah anak Anda. Sekali lagi, ini tergantung pada usia, jenis kelamin, dan tinggi badan. Tekanan darah anak harus diukur pada setiap pemeriksaan mulai usia 3 tahun.
  • Tanyakan tentang pemeriksaan kadar kolesterol dan trigliserida anak Anda. Ini umumnya dilakukan pada masa remaja, tetapi dapat dilakukan lebih awal jika seorang anak kelebihan berat badan, atau jika ada riwayat keluarga dengan kadar yang tinggi.
Baca juga:  Pedoman Diet Baru untuk Bayi dan Balita

Selain itu, pastikan anak Anda terhindar dari rokok, entah itu asap rokok orang lain atau Anda sendiri. Pelajari juga pola makan yang sehat untuk diterapkan anak Anda dan jangan lupa selalu mengajak mereka berolahraga.

[1] Yana, Lola Fitri, Azizah Husin, Imron A Hakim. 2019. Kebiasaan Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Usia Dini di Kampung 1 Desa Muara Beliti Baru Kabupaten Musi Rawas. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Vol. 6(1): 45-56.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: