Waspada, Ini Kebiasaan Ortu yang Bisa Bikin Anak Malu dan Menjauh

Ilustrasi: anak pemaluIlustrasi: anak pemalu

Bagi sebagian orang tua, berkata kasar kepada anaknya di depan teman-temannya mungkin adalah hal yang biasa dan lumrah, apalagi di Indonesia. Sikap orang tua yang seperti ini tidak hanya berlangsung sekali atau dua kali, tetapi sudah menjadi sebuah kebiasaan. Namun, perlu waspada jika Anda termasuk orang tua yang memiliki kebiasaan tersebut. Pasalnya, kebiasaan seperti itu dapat membuat anak menjadi malu di hadapan teman-temannya.

Merasa malu sekali atau dua kali mungkin akan membuat mereka bersikap biasa pada Anda. Namun, jika terjadi berulang kali, Anda akan merasakan dampaknya. Perlu Anda ketahui, anak-anak juga memiliki perasaan yang peka dan terkadang terlalu sensitif. Jika Anda membuatnya malu, bisa jadi mereka akan mudah mengacuhkan Anda.

Memarahi Anak di Depan Temannya

Mungkin, anak Anda pernah atau sering melakukan kesalahan, terutama ketika bermain atau belajar. Namun, haruskah Anda memarahi mereka di depan temannya? Tidak adalah jawaban yang bagus dan sangat logis. Meskipun amarah tidak bisa dilogikakan, Anda perlu berpikir sebelum bertindak.

Sebagai orang tua yang baik, ketika Anda melihat anak-anak melakukan kesalahan di depan teman-temannya, Anda hanya perlu memperingatkannya saja. Peringatkan dengan nada yang halus dan lembut. Jika kesalahannya fatal menurut Anda, Anda bisa membahas permasalahan tersebut di rumah.

Berbicaralah dengan anak Anda secara pribadi. Anak Anda akan lebih mengerti dan tidak merasa dipermalukan oleh orang tuanya. Kebanyakan anak yang dipermalukan di depan umum dengan cara dimarahi, biasanya akan menjadi orang yang tertutup dengan keluarga sendiri. Mereka akan membuat dinding yang sangat tebal, sehingga Anda tidak bisa melihat bagaimana anak Anda yang sebenarnya.

Baca juga:  Cara Melindungi Diri Dari Serangan Nyamuk

Sudah banyak kasus yang terjadi, ketika orang tua tidak mengerti anaknya sendiri. Ini bisa menjadi sebuah konflik rumah tangga yang serius. Tak jarang anak-anak menjadi nakal saat tidak ada orang tuanya di rumah. Hal ini karena mereka merasa bebas dan tidak ada yang memarahinya ketika berbuat masalah.

Ilustrasi: ibu memarahi anak (sumber: care.com)

Ilustrasi: ibu memarahi anak (sumber: care.com)

Membandingkan Anak Sendiri dengan Anak Orang Lain

Sadarkah Anda jika Anda terlalu sering membandingkan anak Anda dengan anak orang lain, mereka akan semakin menjauh dari Anda? Jika tidak, waktunya Anda untuk sedikit lebih peka. Tidak semua anak memiliki hati yang tebal, setiap anak juga pasti memiliki perasaan. Ketika mereka dibanding-bandingkan dengan anak orang lain, mereka menjadi merasa tidak berguna di mata Anda.

Ketika anak sudah memasuki tahap ini, mereka tidak akan menghiraukan Anda sebagai orang tuanya. Mereka sudah muak dengan perkataan Anda yang terus-menerus membandingkannya dengan orang lain. Dilansir dari Harvard Health Publishing, anak-anak menjadi kesulitan mengembangkan dirinya jika mereka terus dibanding-bandingkan dengan orang lain.

Sebagai orang tua yang baik, Anda perlu menyadari bahwa kemampuan setiap anak berbeda. Ada anak yang pintar dalam hal belajar, sebagian anak justru lebih pintar di bidang olahraga atau seni. Anda tidak bisa menuntut Anak untuk menjadi seperti orang lain. Ini akan membuat anak menjadi kesulitan menempatkan dirinya, membuatnya memiliki motivasi hidup rendah, tingkat depresi yang tinggi, sulit bersosialisasi, tertutup, tidak bisa berbicara dengan lancar, tidak mudah berkembang, dan berakhir dalam kegagalan.

Baca juga:  Berefek Negatif, Jangan Biarkan Bayi Anda Tidur dalam Posisi Miring

Jika Anda merasa anak Anda kurang baik dalam segala hal dan tidak sepintar anak lainnya, Anda perlu menggali potensinya lebih dalam lagi. Carilah apa yang menjadi kesukaan mereka dan dukung cita-citanya. Sehingga, mereka dapat berkembang dengan baik dan memiliki motivasi yang kuat.

Membicarakan Keburukan Anak di Depan Orang Banyak

Kebiasaan berikutnya yang dapat membuat anak menjadi malu, yaitu membicarakan keburukan mereka di depan orang banyak. Tanpa sadar, orang tua menceritakan keburukan anaknya di depan banyak orang sebagai bahan pembicaraan yang seru. Sebagian orang mungkin menganggapnya hanya sebagai bahan bercandaan, namun apakah ini benar-benar bercanda?

Ilustrasi: anak malu karena menjadi topik pembicaraan

Ilustrasi: anak malu karena menjadi topik pembicaraan

Tentu saja itu memang sebuah bahan lelucon dan bisa membuat Anda dan teman-teman Anda tertawa. Namun, bagaimana dengan anak Anda? Apakah mereka juga tertawa? Saat anak-anak tahu bahwa dirinya jadi bahan lelucon, ini bisa membuat mereka malu. Tidak hanya malu, mereka juga akan kecewa dengan orang tua seperti Anda.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengembangkan EQ pada Anak?

Sebagai orang tua, pastinya Anda sudah menjadi orang terpenting dalam hidup anak-anak, mereka sudah percaya kepada Anda. Kebiasaan yang sering membicarakan keburukan anak di depan orang banyak, membuat mereka kecewa dan tidak bisa percaya lagi kepada Anda. Anak biasanya akan menjauhi orang tua mereka dan menjadi lebih tertutup. Sehingga, mereka memiliki harapan untuk tidak dijadikan sebagai bahan pembicaraan Anda dan teman-teman Anda.

Sebagai orang tua yang baik, jika Anda mengetahui hal buruk yang telah dilakukan anak Anda, Anda perlu menasihatinya. Berbicaralah secara pribadi dengan anak Anda mengenai permasalahan tersebut, buat ia menjadi sadar dan tidak melakukannya lagi. Cara ini lebih efektif daripada membuatnya menjadi bahan pembicaraan.

Anda juga perlu menyimpan permasalahan tersebut sebagai rahasia keluarga. Tanpa sadar, ketika Anda menceritakan keburukan anak Anda di depan banyak orang, Anda sudah menceritakan aib keluarga. Orang-orang mungkin akan membicarakan keluarga Anda di belakang Anda nantinya, dan menjadikannya sebagai bahan lelucon.

Itulah beberapa kebiasaan orang tua yang dapat membuat anak menjadi malu. Jika Anda kebetulan memiliki kebiasaan tersebut, sebaiknya segera hentikan. Meskipun sulit, tidak ada salahnya jika mencoba. Karena, anak yang sering dipermalukan juga bisa mengidap gangguan kejiwaan, seperti depresi dan stres.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: