Kebiasaan Orang Asia Pakai Masker, Ternyata Banyak Manfaatnya

Memakai masker (sumber: nbcnews.com)Memakai masker (sumber: nbcnews.com)

Menjelajahi negara-negara di Asia, seperti China, Jepang, Korea Selatan, hingga Indonesia, Anda pasti tidak akan heran lagi dengan kebiasaan orang-orang di sana yang suka memakai masker. Sementara itu, bagi orang Eropa atau turis asing yang singgah ke Benua Kuning, malah sering dibingungkan dengan kebiasaan tersebut.

Alasan Orang Asia Memakai Masker

Di negara Barat, masker termasuk salah satu alat perlindungan diri (APD) yang biasanya dipakai oleh anggota medis. Selain itu, masker juga dipakai oleh para pekerja pabrik dan tukang kayu. Masker akan melindungi mereka dari polusi mesin serta serpihan kayu yang membahayakan alat pernapasan serta kesehatan tubuh.[1]

Penggunaan masker sebenarnya tidak sebatas itu. Secara medis, masker dipakai oleh orang yang terkena penyakit dan yang merawatnya. Masker akan melindungi orang dengan kondisi normal agar tidak tertular penyakit selama kontak fisik dengan pasien. Biasanya, penyakit yang mudah menular adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, di antaranya influenza, flu burung, hingga Covid-19.

Selain dipakai untuk melindungi diri dari penyakit, ternyata masker juga memiliki banyak manfaat. Dilansir dari HuffPost, di daerah Asia, masker juga dipakai sebagai aksesori dengan tujuan estetika. Tak heran jika bentuk dan warna masker di Asia bermacam-macam. Tak jarang juga orang memakai masker yang warna dan coraknya sama dengan baju yang dikenakan.

Baca juga:  Berapa Sih Biaya Operasi Hidung di Korea?

Di Korea misalnya, masker juga biasa dikenakan oleh anggota K-Pop atau orang-orang terkenal dengan followers lebih dari 1 miliar di Instagramnya. Ini mereka lakukan untuk menutupi sebagian wajah mereka, agar tidak diketahui paparazzi dan para fans. Terkadang, para selebriti memang ingin menikmati hidupnya tanpa ada orang yang mengerumuninya.

Pengendara motor pakai masker (sumber: headtopics.com)

Pengendara motor pakai masker (sumber: headtopics.com)

Sementara, di Indonesia, masker kerap dipakai saat orang-orang berada di tempat umum dan saat berkendara. Ketika berkendara jauh dari kota ke kota menggunakan sepeda motor atau kendaraan umum seperti kereta api dan bus, orang-orang lebih suka memakai masker. Cara ini dilakukan untuk menghindari bau asap kendaraan dan menyembunyikan wajah mereka yang mungkin kurang menarik saat tertidur di kendaraan.

Manfaat lain pemakaian masker di tempat umum, yaitu untuk menyembunyikan wajah Anda yang terlihat lelah atau kusam setelah melewati perjalanan jauh. Selain itu, bagi Anda yang malas menggunakan riasan, Anda bisa memanfaatkan masker saat bepergian. Dengan memakai masker, tidak ada orang yang tahu apakah Anda sudah menggunakan make up atau belum.

Baca juga:  Tips Memakai Bedak Wardah Exclusive Two Way Cake Shade No 3 Untuk Kulit Sawo Matang

Semakin meningkatnya penggunaan masker di daratan Asia, membuat produsen masker kebanjiran order. Selain masker medis, orang-orang juga suka memakai masker kain. Masker kain yang memiliki bahan lebih tebal dan tidak memiliki celah di bagian samping dan bawah, dinilai lebih aman dan efisien untuk dipakai.

Selain itu, masker kain memiliki sifat yang fleksibel dan dapat menyesuaikan bentuk dan ukuran rahang dengan baik. Masker kain juga dinilai lebih ekonomis, karena perawatan yang mudah dan bisa dipakai berkali-kali. Namun, Anda juga perlu mengetahui penggunaan yang tepat agar masker kain Anda tetap terjaga kebersihannya.

Penggunaan Masker yang Tepat

Fenomena pakai masker (sumber: rthk.hk)

Fenomena pakai masker (sumber: rthk.hk)

Penggunaan masker kain yang tepat adalah selama 4 hingga 8 jam setiap harinya. Pemakaian masker kain lebih dari 8 jam akan menyebabkan penumpukan bakteri berlebihan di bagian dalam dan luar masker. Ini tentu tidak sehat bagi Anda, terutama jika Anda memiliki gangguan pernapasan, seperti asma dan TBC.

Penumpukan bakteri yang terjadi juga bisa menyebabkan gangguan kulit. Secara umum, ini bisa menyebabkan jerawat dan gatal-gatal. Tentunya, Anda tidak akan senang saat mengetahui jerawat di wajah Anda kian bertambah.

Baca juga:  Cara Mengaplikasikan Foundation di Kulit Orang Dewasa

Untuk mencegah efek samping penggunaan masker kain, Anda harus memperhatikan jadwal penggantian masker jika Anda ingin memakai masker selama seharian penuh. Masker kain yang kotor tidak boleh dicampur atau disimpan dalam satu wadah dengan masker kain yang bersih.

Letakkan masker kain yang sudah dipakai selama 4 jam atau 8 jam ke dalam bag khusus. Cuci masker kain dengan cara merendamnya di dalam air deterjen selama 30 menit hingga satu jam sebelum dikucek. Setelah itu, Anda baru bisa menguceknya atau menggilasnya dengan mesin cuci.

Merendam masker kain dengan air deterjen bertujuan untuk membunuh semua kuman dan bakteri yang menumpuk di bagian luar dan dalam kain. Selain itu, deterjen akan mengangkat kotoran membandel yang tak sengaja menempel pada masker. Masker yang sudah digilas dengan mesin cuci bisa segera dibilas dengan air bersih dan dijemur hingga kering, sebelum dipakai lagi.

[1] Marsaid, Hurun Ain, Nurul Hidayah. 2010. Hubungan antara Kebiasaan Menggunakan Masker dengan Terjadinya Batuk pada Pekerja Industri Mebel di Desa Karangsono Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Jurnal Keperawatan, Vol. 1(2): 118-125.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: