Isi Tangki Kasih Sayang Si Kecil Hingga Full untuk Memperbaiki Kebiasaan Tantrumnya

Ilustrasi: anak tantrum (sumber: klikdokter)Ilustrasi: anak tantrum (sumber: klikdokter)

Tantrum merupakan perilaku normal pada anak usia 15 bulan hingga 6 tahun sebagai salah satu bentuk ekspresi emosional dalam bentuk amarah yang meledak-ledak.[1] Meskipun umum, masih banyak orang tua yang bingung dan tidak bisa menghadapi anak tantrum. Padahal, caranya sangat mudah, Anda hanya perlu mengisi tangki kasih sayang si kecil dengan memberikan perhatian khusus untuk memperbaiki kebiasaan ini.

Kasih Sayang Penting untuk Memperbaiki Tantrum

Kebanyakan orang tua akan merasa kesulitan untuk membiasakan diri menghadapi anak yang tantrum, tak terkecuali dengan Nina Weierman dan pasangannya. Pasangan suami istri ini sedang bahagia menyambut anak kedua mereka di tahun 2020, tetapi momen ini bisa menjadi waktu yang menjengkelkan karena putra sulung mereka yang berumur tiga tahun memiliki kebiasaan tantrum.

Amukan balita usia tiga tahun kerap membuat kesabaran orang tua terkuras habis. Ketika tantrum, anak akan berteriak dan mengepalkan tangan, sementara Weierman dan pasangannya disibukkan dengan anak bungsunya yang masih bayi.

“Saya mulai mencari cara apapun untuk membantu suami saya menangani perasaan anak sulung kami supaya lebih baik,” kata Weierman, yang tinggal di Ohio.

Suatu malam saat menelusuri Instagram, Weierman menemukan Big Little Feelings, akun yang dijalankan oleh Terapis Anak Deena Margolin dan Mentor Orang Tua Kristin Gallant. Akun tersebut memuat konten mengenai pelatihan orang tua untuk menghadapi anak yang tantrum.

Baca juga:  Skill yang Dibutuhkan Remaja Supaya Berani Hadapi Dunia Orang Dewasa

Cara paling ampuh yang dimuat dalam akun pelatihan orang tua tersebut adalah memberikan waktu untuk anak selama 10 menit. Dalam waktu itu, orang tua harus memperhatikan dan kasih sayang pada si kecil. Selama 10 menit, Anda memberikan perhatian penuh kepada anak Anda, tidak ada telepon, tidak ada tugas, tidak ada saudara kandung, dan biarkan mereka memimpin dalam kegiatan yang mereka pilih.

“Kita mungkin menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak kita, tetapi kita perlu ingat bahwa waktu berkualitas lebih penting daripada kuantitas waktu,” kata Sarah Roberts, seorang ibu di Pennsylvania yang juga menggunakan strategi tersebut, mengatakan kepada jurnalis HuffPost.

 

Ilustrasi: anak tantrum (sumber: klikdokter)

Ilustrasi: anak tantrum (sumber: klikdokter)

Menyiapkan makanan, mengatur tanggal bermain, dan menyapu remah-remah bekas mereka bermain, itu semua pekerjaan pengasuh. Jika Anda hanya melakukan prosedur pengasuhan tanpa mengisi ‘tangki perhatian dan kasih sayang’ anak Anda, maka itu tidak berguna.

“Meskipun anak berusia 2 tahun tidak mungkin membalas budi dan menawarkan untuk bermain dengan tenang saat Anda tidur siang, mengisi ‘tangki’ mereka dengan perhatian positif berarti mereka tidak perlu melakukan perilaku buruk seperti tantrum untuk mendapatkan lebih banyak,” kata Margolin dan Gallant dalam email ke HuffPost.

Baca juga:  Jangan Panik, Ini Yang Perlu Anda Lakukan Saat Anak Menelan Benda Asing

Cara Kerja Kasih Sayang Memperbaiki Tantrum

Margolin dan Gallant menyarankan menggunakan pengatur waktu untuk transisi yang lebih mulus setelah 10 menit habis. Anda dapat membeli penghitung waktu visual yang dapat dimengerti oleh anak kecil yang belum membaca jam. Ketika anak Anda meminta perhatian dan kasih sayang lebih banyak waktu, ingatkan mereka bahwa mereka akan memiliki 10 menit lagi besok.

“Otak balita masih dalam tahap konstruksi,” kata pasangan @biglittlefeelings. “Mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengatakan, ‘Mama, aku membutuhkanmu. Saya khawatir. Saya takut.’ Sebagai gantinya, untuk mendapatkan perhatian Anda, mereka menunjukkan kepada Anda melalui tampilan fisik dari perilaku tantrum.”

Banyak dari kita tumbuh dengan orang tua yang mengabaikan kita ketika kita tantrum untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang semasa kecil. Sebaliknya, ‘keajaiban 10 menit’ memberi perhatian anak bahkan sebelum mereka memintanya dan ini mencegah mereka menjadi tantrum. Satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah jangan tinggalkan semuanya dan mulailah 10 menit ketika anak Anda mulai merajuk. Idealnya, ini adalah kejadian rutin yang dapat diandalkan oleh anak Anda, bukan cara mendadak untuk mengatasi amukan.

Baca juga:  Kenali Daftar Mainan yang Aman dan Berbahaya untuk Anak

Jika anak Anda marah dengan apa yang Anda lakukan, Anda dapat memvalidasi perasaan mereka. Margolin dan Gallant menyarankan untuk mengatakan sesuatu seperti, ‘Kudengar kamu membutuhkan mama sekarang. Aku melihatmu, dan aku bersamamu. Saya harus membuat sandwich ini. Saya akan sampai di sana dalam tiga menit. Anda merasa sedih. Tidak apa-apa untuk merasa sedih. Aku di sini.’

“Balita mengamuk karena berjuang dengan kontrol impuls mereka,” jelas Margolin dan Gallant. “Ini adalah 100% perilaku yang sesuai dengan perkembangan, dan itu bukan cerminan dari pola asuh Anda.”

Tapi apakah Anda bisa menjinakkan perilaku tersebut dengan investasi hanya 10 menit sehari? Ini mungkin membuat mengasuh anak terasa sedikit lebih mudah dan itu adalah kemenangan.

[1] Syamsuddin. 2013. Mengenal Perilaku Tantrum dan Bagaimana Mengatasinya. Jurnal Informasi PSTW Gau Mabaji Gowa, Vol. 18(2): 73-82.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: