Kapur Sirih Terbuat dari Apa? Bagaimana Proses Pembuatannya?

Kapur sirih (sumber: shopee)Kapur sirih (sumber: shopee)

Kapur sirih atau dalam bahasa ilmiah disebut kalsium hidroksida adalah senyawa kimia dengan rumus kimia Ca(OH)2. Kalsium hidroksida dapat berupa kristal tak berwarna atau bubuk putih. Lantas, kapur sirih terbuat dari apa? Kalsium hidroksida dihasilkan melalui reaksi kalsium oksida (CaO) dengan air. Senyawa ini juga dapat dihasilkan dalam bentuk endapan melalui pencampuran larutan kalsium klorida (CaCl2) dengan larutan natrium hidroksida (NaOH).

Pada prinsipnya, kapur sirih merupakan batu gamping atau kapur tohor yang direndam dalam air secara terus-menerus selama 7 hari hingga menjadi bubur kapur yang lembut. Mengingat wadah yang telah dipakai untuk proses perendaman tersebut akan menjadi rusak (tidak dapat dipakai lagi), setelah proses perendaman selesai gunakanlah wadah yang memang sudah tidak dipakai lagi. Urutan langkah kerja proses pembuatan kapur sirih adalah sebagai berikut.

Proses Pembuatan Kapur Sirih

  1. Siapkan wadah yang tidak dipakai lagi, tetapi tidak bocor.
  2. Masukkan batu gamping sebanyak 1 kilogram.
  3. Tuangkan air bersih ke tempat tersebut hingga seluruh batu gamping terendam dengan baik (melampaui batas terendam). Sesaat kemudian, akan tampak gelembung-gelembung seperti halnya pada air mendidih dan batu gamping akan terpecah-pecah. Pada peristiwa itu ada kemungkinan volume air akan menyusut. Apabila terjadi hal demikian, tambahkan air bersih hingga melampaui batas terendam. Penambahan air dilakukan setiap hari saat volume air menyusut (gamping tampak tidak terendam) dan secara terus-menerus hingga gelembung-gelembung tidak tampak atau muncul lagi. Tidak munculnya gelembung menunjukkan proses pencampuran batu gamping dan air telah selesai.[1]
  4. Simpan gamping hasil rendaman tersebut selama 24 jam. Pada hari berikutnya, tambahkan lagi air hingga melampaui batas terendam.
  5. Perendaman dilakukan selama 7 hari.
  6. Pada hari ke-8, biasanya rendaman batu gamping telah menjadi kapur sirih, yang ditandai dengan perubahan tekstur, yaitu dari batu yang keras menjadi bubur kapur yang lembut.
Baca juga:  Cara Membuat Gelato Sendiri Tanpa Mesin, Kuncinya Harus Sabar!

Agar kondisi bubur kapur sirih tersebut tetap lembut, sebaiknya simpan dalam keadaan terendam air. Hal ini perlu dilakukan karena kapur sirih yang sudah terlanjur kering dan mengeras tidak dapat digunakan lagi.[2]

Manfaat Kapur Sirih

Ilustrasi: bubur kapur sirih (sumber: fimela)

Ilustrasi: bubur kapur sirih (sumber: fimela)

Membuat Keripik Lebih Garing
Air kapur sirih kerap dipakai untuk membuat gorengan atau bahkan keripik supaya lebih garing. Caranya cukup mudah, Anda tinggal mengiris tipis bahan untuk keripik, lalu cuci dengan air sampai air bilasannya bening. Kemudian air kapur sirih yang telah diencerkan, ambil bagian beningnya saja dan dipakai untuk merendam bahan keripik tersebut selama 1 jam. Tiriskan dan goreng sampai kering.

Membuat Klepon atau Cendol Lebih Kesat & Kenyal
Beberapa sendok air kapur sirih dapat ditambahkan dalam adonan cendol atau klepon supaya hasilnya lebih enak, kenyal, dan tak mudah hancur.

Baca juga:  Kandungan dan Cara Membuat Masker Beras Kencur untuk Atasi Jerawat

Membuat Rempeyek Lebih Garing dan Tahan Lama
Anda dapat memakai air kapur sirih (bagian yang bening saja) untuk dicampurkan ke dalam adonan peyek. Dengan demikian, hasil rempeyek buatan Anda dijamin lebih garing dan juga bisa bertahan lama.

Membuat Ketupat & Lontong Lebih Tahan Lama
Untuk menghasilkan ketupat atau lontong dengan tekstur yang lebih kenyal dan tahan lama, ternyata bisa memanfaatkan air kapur sirih. Anda tinggal mencampurkan sedikit air kapur sirih dalam beras yang hendak diolah menjadi lontong maupun ketupat. Kemudian diamkan beras tersebut selama 60 menit sebelum dibungkus.

Membuat Tekstur Potongan Buah Lebih Renyah
Potongan buah yang hendak digunakan menjadi manisan bisa tetap terasa renyah bila direndam dengan air kapur sirih. Caranya, usai potongan buah dibersihkan, Anda bisa merendamnya dalam air bersih yang diberi air kapur sirih. Kemudian bilas menggunakan air bersih sampai sisa air kapur sirih tidak lagi menempel pada buah.

Baca juga:  Resep Nastar Lumer & Lembut ala Holland Bakery yang Wajib Anda Coba!

Mengobati Diare
Selain menambah kenikmatan suatu makanan, air kapur sirih juga bisa meredakan diare. Caranya, cukup minum air rebusan potongan kunyit bersih yang ditambah 1 sendok air kapur sirih. Minum ramuan tersebut 3 kali sehari sampai diare sembuh.

Mengobati Luka Bakar
Anda juga bisa mencampurkan sejumput air kapur sirih dengan bubuk kunyit dan air kelapa hingga berbentuk pasta, lalu dioleskan pada area kulit yang mengalami luka bakar.

Bahaya Kapur Sirih

  • Memicu sariawan
  • Memicu pertumbuhan tahi lalat yang lebih buruk
  • Mengakibatkan dehidrasi
  • Memicu penyakit kanker lidah
  • Mengakibatkan rambut rontok berlebihan bila dioleskan ke kulit kepala
  • Menyebabkan gangguan pencernaan
  • Mengganggu metabolisme tubuh
  • Memicu kelainan kromosom janin

Segala potensi bahaya dari penggunaan kapur sirih tersebut rupanya masih bisa diminimalisir apabila kapur sirih ditambahkan dengan bahan-bahan tertentu seperti air jeruk lemon, air kunyit, madu, minyak zaitun, hingga digunakan bersamaan dengan buah pinang dan air jeruk nipis.

[1]Pilliangsani, HM. 2012. A to Z Sukses Bisnis Rumahan. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 165.

[2]Ibid., hlm 166.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: