Kanji Rumbi, Bubur Ayam Ala Lhokseumawe, Aceh

Bubur Ayam - (Sumber: resepseharihari.com) Bubur Ayam - (Sumber: resepseharihari.com)

Bubur merupakan salah satu jenis makanan yang terbuat dari bahan tepung atau biji-bijian padat namun dimasak dalam keadaan lunak. Bubur biasanya dijadikan sebagai makanan pengganti nasi yang tak kalah mengenyangkan. Banyak sekali macam bubur yang dikenal oleh masyarakat luas. Di negara kita saja beragam jenisnya, mulai dari bubur ketan, bubur kacang hiijau, bubur sumsum, bubur kampiun, bubur lemu dan banyak lagi yang lainnya.

Dalam sejarahnya, konon bubur ayam merupakan makanan yang sudah ada sejak era Kaisar Shih Huang Ti di tahun 238 sebelum Masehi. Ketika itu China masih merupakan beberapa bagian kerajaan kecil yang kebetulan pada saat bersamaan sedang paceklik karena dilanda musim kemarau yang panjang.

Kemudian Sang Kaisar berpikir keras, bagaimana menyediakan rakyatnya makanan yang cukup. Hingga suatu saat Kaisar melihat nasi yang disantapnya melunak karena tersiram kuah sayur yang panas. Semenjak itu Kaisar Shih bereksperimen dan berhasil menghidangkan bubur untuk rakyatnya.

Bubur Ayam - (Sumber: resepseharihari.com)

Bubur Ayam – (Sumber: resepseharihari.com)

Cadangan beras yang tidak memadai akhirnya mencukupi untuk kebutuhan pangan seluruh rakyat yang sejak saat itu mengenal bubur. Makanan ini pun dianggap menjadi simbol persatuan dan keharmonisan rakyat Tiongkok.

Mulanya, masyarakat mengkonsumsi bubur saat sarapan, namun seiring perkembangannya masyarakat mulai memakan bubur untuk makan siang maupun makan malam. Bubur juga identik dengan makanan orang saat sakit. Akan tetapi, orang dalam keadaan sehat pun juga gemar memakan bubur sebagai makanan pengganti nasi.

Di indonesia, bubur ayam adalah salah satu jenis bubur yang paling digemari oleh masyarakat. Bubur ayam tersedia dalam setiap daerah di Indonesia, seperti contohnya bubur ayam Betawi, Bubur ayam Bandung, bubur ayam kuah kuning dan lain-lain.

Di kota malang, terdapat banyak menu pilihan bubur ayam lezat. Tiga di antaranya yang terkenal adalah Bubur Ayam Abah Odil, Bubur Ayam Agus, dan Bubur Ayam Kayungyun.

Bubur ayam Agus dianggap sebagai bubur yang membuat ketagihan bagi penimatnya, karena selain menghadirkan rasa yang gurih, bubur ayam agus juga memiliki tekstur yang lembut.  Tempat kuliner Malang satu ini beralamatkan di Jalan Simpang Wilis No. 4 Malang ini.

Bubur ayam Kayungyun juga tak kalah memiliki cita rasa yang khas dan bumbu yang gurih. Dalam bubur kayungyun, diberikan bumbu masak merica sehingga memiliki rasa yang sedikit pedas. Kemudian diguyur dengan kuah soto ayam. Bubur ayam satu ini memiliki banyak cabang. Di Kota Malang, setidaknya ada lebih dari lima cabang.

Bubur Ayam Abah Odil mempunyai  tampilan bubur yang sedikit berbeda karena cukup kering, dalam artian tidak terlalu banyak air dan menggunakan tambahan kuah. Ini lah yang menjadikannya cukup berbeda dibanding yang lain. Dalam semangkuk bubur sendiri ada ayam yang sudah dicincang dengan kecil dan tipis, bawang prei, teri, serta potongan cakwe. Buburnya sendiri ketika dimakan akan terasa cukup lembut dengan kaldu yang cukup terasa namun tidak berlebihan meskipun mulanya, bubur ini merupakan bubur khas daerah Tasikmalaya, namun  memiliki banyak penikmat di Kota Malang.

Masih tentang bubur ayam, di salah satu daerah lain di Indonesia yaitu Lhokseumawe, Aceh, memiliki kebiasaan membagikan bubur ayam atau yang dikenal oleh masyarakat Aceh dengan sebutan Kanji Rumbi secara gratis. Pembagian kanji rumbi gratis ini diselenggarakan selama bulan Ramadan.

Menurut Tgk M Nasir Ali, ketua panitia kegiatan, menyebutkan pemberian kanji rumbi itu dilakukan secara rutin setiap bulan Ramadhan selama sebulan penuh.

“Sumber dananya berasal dari sumbangan masyarakat dan lembaga, baik itu lembaga pemerintah maupun swasta. Kami berterima kasih pada semua lembaga yang memberikan dana, beras dan lainnya untuk kanji rumbi ini,” kata Nasir.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: