Manfaat & Kandungan Gizi Tempe Menjes/Gembus yang Perlu Anda Ketahui

Tempe menjes/gembus (sumber: wikipedia)Tempe menjes/gembus (sumber: wikipedia)

Jenis tempe ada bermacam-macam, mulai dari tempe kedelai, tempe kacang, hingga tempe menjes/gembus. Walaupun dikenal sebagai bahan makanan yang murah-meriah, tempe gembus rupanya masih menyimpan beberapa kandungan gizi.

Tempe gembus adalah makanan hasil fermentasi dari ampas tahu dengan bantuan jamur tempe, yaitu Rhizopus oligosporus dan Rhizopus arrhizus. Tempe gembus baru mulai dikenal penduduk sekitar tahun 1943 waktu persediaan makanan di berbagai daerah di Pulau Jawa mulai menipis. Pada saat itu, ampas tahu dijadikan makanan selingan, pengolahannya dengan cara dicampur dengan kelapa dan sedikit gula kemudian dikukus.

Sedangkan, apabila akan dijadikan lauk-pauk maka pada umumnya ampas tahu difermentasi terlebih dahulu hingga menyerupai tempe yang kemudian disebut tempe gembus. Di sebagian besar pasar tradisional di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tempe gembus banyak diperjualbelikan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan tempe kedelai. Konsumen tempe gembus adalah masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.[1] Di Banyumas, tempe ini juga dikenal dengan nama tempe gajes; sedangkan di Jawa Timur sebutannya adalah tempe menjes.

Baca juga:  Ukuran Bra Wacoal, Lengkap dengan Variannya

Layaknya tempe kedelai, tempe gembus sering diolah menjadi masakan layaknya tempe kedelai, misalnya tempe goreng, orek tempe, tempe goreng tepung, tempe bacem, dan masakan lain yang biasanya berbahan baku tempe. Harga tempe gembus biasanya bervariasi, tergantung pada harga kedelai di pasaran.

Kandungan Gizi Tempe Menjes/Gembus

Dilansir dari Wikipedia, meskipun berasal dari sisa pembuatan makanan, tempe gembus masih mengandung cukup kadar gizi. Namun demikian, jika dibandingkan dengan tempe kedelai, tempe gembus memang memiliki kadar protein dan lemak yang lebih rendah, kandungan energi yang hanya sekitar setengahnya, namun dengan kadar serat makanan yang lebih tinggi.

Tempe menjes/gembus (sumber: wikipedia)

Tempe menjes/gembus (sumber: wikipedia)

Tempe gembus juga memiliki kandungan jenis-jenis asam amino yang sama dengan tempe kedelai, namun dengan kadar yang jauh lebih kecil. Di samping itu, tempe gembus mengandung asam-asam lemak esensial, seperti asam linoleat (21,51%), asam lemak tak jenuh oleat (16,72%) dan linolenat (1,82%). Tempe gembus juga mempunyai kandungan senyawa isoflavon berupa daidzein dan genistein. Kadar daidzein dan genistein tertinggi didapati pada tempe gembus hasil fermentasi hari ke-3, yaitu berturut-turut sebesar 9,868 µg/g dan 3,480 µg/g.

Baca juga:  Cara Ampuh Meningkatkan Sistem Imun Bayi & Balita

Secara rinci, kandungan gizi tempe gembus terdiri dari protein 5%, lemak 2%, karbohidrat (sebagai serat) 11%, dan abu 1% pada kadar air 81%.[2] Proses fermentasi tempe gembus bisa dikatakan tak mengubah nilai gizi yang dikandung oleh ampas tahu, namun proses tersebut mengubah tampilan dan rasa ampas tahu yang tadinya tidak menarik dan tidak enak dimakan.

Manfaat Tempe Gembus

  • Melancarkan pencernaan. Tempe gembus rupanya disebut-sebut mengandung serat yang tinggi, bahkan tiga kali lebih besar dibanding tempe kedelai. Di dalam tempe gembus pun terdapat zat bromelain yang berguna untuk memperlancar sistem pencernaan.
  • Mengatur kenaikan kadar gula dalam darah. Tempe gembus mengandung serat dan asam amino, salah satunya adalah glisin yang disebut mampu menurunkan resistensi terhadap insulin.
  • Mengandung antioksidan tinggi. Meski kerap dianggap makanan remeh, rupanya tempemenjes alias gembus diklaim memiliki antioksidan tinggi, di mana zat bioaktif peptida disebut dapat menangkal radikal bebas secara efektif. Hal tersebut berkaitan dengan asam amino yang dihasilkan oleh tempe gembus berupa tirosin, histidin, fenilalanin, lisin, dan isoleusin yang bisa mendukung kinerja antioksidan.
Baca juga:  Murah dan Mudah, Ini Resep Kulit Lumpia Anti Sobek

Nah, untuk pengolahan tempe gembus harus dimasak dengan suhu yang tinggi, misalnya digoreng, direbus, atau dikukus. Anda dapat menikmati sajian tempe gembus dengan memasaknya sebagai tempe gembus mendoan, dijadikan oseng-oseng atau tumisan, dan masih banyak lagi. Jika sudah diolah menjadi masakan yang nikmat, biasanya tempe gembus yang tadinya terkesan “murah” pun menjadi hidangan yang memiliki nilai jual di restoran maupun warung-warung pinggir jalan.

[1]Harmayani, E dkk. 2019. Makanan Tradisional Indonesia Seri 1: Kelompok Makanan Fermentasi dan Makanan yang Populer di Masyarakat. Yogyakarta: UGM Press, hlm 15.

[2]Murdiati, A dkk. 2000. Perubahan Komposisi Kimia Tempe Gembus yang Dibuat dari Bahan Dasar Ampas Tahu Ditambah Bekatul. Agritech. 20(2): 106-110.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: