Kafein Ringankan Gejala Anak ADHD? Lalu Apa Efek Sampingnya?

Ilustrasi: anak ADHD (sumber: harvard.edu)

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah ADHD. ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan salah satu gangguan yang membuat seseorang mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian dan cenderung memiliki reaksi cepat terhadap hal-hal kecil tanpa berpikir panjang. Dalam kasus tersebut, terdapat banyak penelitian, termasuk korelasi produk dengan kandungan kafein terhadap ADHD. Apakah kafein bisa meringankan gejala ADHD pada anak dan bagaimana efek sampingnya?

Kafein Sebagai Stimulan pada Anak ADHD

Kafein tampaknya bisa memengaruhi beberapa anak dengan ADHD atau hiperaktif menjadi lebih baik. Beberapa di antaranya juga bisa mengembangkan cara berpikir mereka dan lebih fokus, ketika mereka mendapatkan makanan atau minuman dengan kadar kafein tertentu. Prinsip dari penelitian ini yaitu terapi stimulan, jenis terapi yang paling umum dilakukan untuk anak dengan ADHD.

Ilustrasi: anak minum obat (sumber: momtastic.com)

Ilustrasi: anak minum obat (sumber: momtastic.com)

Pada terapi stimulan, anak-anak dengan ADHD akan diberikan obat-obatan tertentu, mulai dari obat telan hingga secara injeksi. Dilansir dari WebMD, obat-obatan yang diberikan pada pasien ADHD dapat meningkatkan fokus dan membantu mereka untuk mengendalikan perilaku impulsif. Beberapa jenis obat diberikan untuk membantu mereka agar tetap tenang dan bisa mengendalikan emosi dengan baik.

Dalam studi tersebut, kafein diberikan pada anak dengan ADHD sebagai salah satu stimulan. Kafein yang diberikan dengan kadar tertentu memiliki efek yang hampir sama dengan obat-obatan yang diberikan kepada pasien. Anda bisa menemukan kafein pada beberapa makanan atau minuman, seperti kopi, teh, cokelat, soda, dan masih banyak lagi.

Baca juga:  Manfaat Minyak Kemiri Mustika Ratu Untuk Mengatasi Masalah Rambut

Beberapa penelitian telah melihat bagaimana kafein dapat memengaruhi gejala ADHD, tetapi hasilnya cukup beragam. Meskipun kafein adalah stimulan, itu umumnya tidak direkomendasikan sebagai pengobatan untuk ADHD, hanya sebagai salah satu alternatif saja, karena tidak terbukti seefektif obat resep.

Cara kerja kafein sebagai stimulan pada anak dengan ADHD, yaitu dengan meningkatkan jumlah senyawa kimia spesifik yang digunakan otak untuk mengirim sinyal. Salah satu senyawa kimia yang ada di otak adalah dopamin yang dapat menimbulkan rasa senang dan menetralkan fungsi motorik yang tidak sesuai. Kafein dapat merangsang produksi adrenalin dalam tubuh dan membuat rasa kantuk hilang, ini berfungsi mempertajam fokus dan perhatian anak.

Ilustrasi: anak dengan kondisi ADHD (sumber: today.com)

Ilustrasi: anak dengan kondisi ADHD (sumber: today.com)

Ketika anak menderita ADHD, dokter sering meresepkan stimulan untuk membantu mereka merasa lebih tenang dan fokus. Beberapa peneliti menunjukkan kafein dalam teh dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi pada anak tanpa ADHD, dan ini juga bisa terjadi pada anak dengan kondisi ADHD. Kadar kafein dalam teh memang tidak sebanyak kafein pada kopi, meskipun begitu Anda juga tidak bisa sembarangan memberikannya kepada anak dengan ADHD. Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak Anda atau psikiater dan ahli medis.

Baca juga:  Seberapa Dini Anda Harus Mendiagnonis Gejala Autisme?

Beberapa ilmuwan berpikir kafein memiliki potensi sebagai pengobatan ADHD karena efeknya pada kadar dopamin, yang meningkatkan memori dan perhatian pada tikus. Dalam penelitian lain, ketika tikus hiperaktif diberikan kafein sebelum mereka melalui labirin, mereka menjadi lebih baik. Ini menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan pembelajaran spasial. Walaupun studi ini menarik, tikus bukanlah manusia. Inilah alasan pentingnya Anda berkonsultasi dengan ahli medis sebelum memberikan makanan atau minuman berkafein pada anak dengan ADHD.

Tidak semua anak dengan ADHD memiliki kondisi yang sama ketika mereka diberi kafein. Ini terbukti, ketika beberapa dokter melarang memberikan makanan berkafein, seperti cokelat, kopi, dan soda kepada anak dengan ADHD. Dilansir dari Alodokter, Anda harus membatasi pemberian makanan atau minuman berkafein kepada anak dengan ADHD. Pasalnya, pemberian kafein tanpa takaran yang pas, atau ketika anak tersebut memang tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman berkafein, akan menimbulkan beberapa efek samping.

Efek Samping Kafein pada Anak ADHD

Ilustrasi: sumber kafein (sumber: sukita.id)

Ilustrasi: sumber kafein (sumber: sukita.id)

Pemberian kafein pada anak ADHD tidak boleh melebihi dosis 400 mg setiap harinya, karena akan menyebabkan berbagai macam masalah dan gangguan kesehatan. Anak dengan ADHD akan mengalami insomnia, sakit kepala ringan, pusing, migrain, lebih emosional atau cepat marah, dan sakit perut. Para ahli juga tidak menganjurkan kafein untuk diberikan pada anak-anak yang menggunakan obat ADHD tertentu karena memiliki risiko lebih tinggi terhadap efek samping tersebut.

Baca juga:  Cara Mengalahkan Penyakit Kanker dan Diabetes Yang Disebabkan Faktor Genetik

Kafein akan memengaruhi perkembangan otak anak dengan ADHD, ini dapat membuat perkembangan otak mereka semakin lamban. Perlu Anda ketahui pula bahwa anak dengan ADHD lebih cenderung mengalami gangguan tidur, seperti insomnia. Apabila Anda memberinya kafein, ini dapat menyebabkan risiko lebih buruk terhadap kesehatan mereka. Kafein mungkin bisa digunakan untuk orang dewasa dengan ADHD. Karena, orang dewasa memiliki perkembangan otak dan saraf yang sudah lebih baik dibanding anak-anak.

Ada baiknya juga Anda selalu berkonsultasi dengan dokter anak atau psikiater untuk menemukan pengobatan yang lebih baik dalam mengatasi gejala ADHD pada anak Anda. ADHD pada anak sendiri baru bisa diketahui secara jelas, ketika mereka mulai memasuki usia 3 hingga 12 tahun. Ini ditandai dengan perilaku mereka yang tidak wajar, mudah emosi, tidak bisa fokus, terlalu impulsif, dan mudah teralihkan jika dibandingkan dengan anak seusianya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: