Bahaya Produk Olahan Susu Berkadar Lemak Tinggi

Produk Olahan Susu - (Youtube: Daily Bumps)

Sudah banyak beredar makanan produk olahan dengan bahan dasar susu berkadar lemak tinggi. Produk olahan seperti ini juga laris di pasaran, tidak hanya di pasar tradisional atau toko kecil saja, bahkan juga di pusat perbelanjaan seperti mall. Susu berkadar lemak tinggi menjadi salah satu pilihan banyak produsen pangan untuk dijadikan beragam produk olahan karena rasanya yang lezat. Rasanya yang lezat tampaknya tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah kadar lemak tinggi pada produk olahan susu karena berbahaya.

Macam Produk Olahan Susu Berlemak Tinggi 

Sebagai informasi, produk olahan yang terbuat dari susu murni berkadar lemak tinggi biasanya juga sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan roti, biskuit, dan aneka resep masakan lain. Produk olahan susu berkadar lemak tinggi juga berperan penting dalam industri makanan manis dan asin.

Beberapa jenis produk olahan susu berkadar lemak tinggi bahkan bisa dijual dengan harga cukup terjangkau bagi semua kalangan, seperti produk susu full cream dengan harga mulai Rp2.500 per kemasannya. Itu hanya salah satu produk saja, masih banyak produk olahan susu berkadar lemak tinggi dengan harga terjangkau dan mudah ditemui di toko.

Produk-produk olahan susu berkadar lemak tinggi lainnya seperti keju, mentega, margarin, susu, krim, dan masih banyak lagi. Produk-produk tersebut juga dikemas dengan rapi dengan kemasan menarik, sehingga banyak konsumen yang tertarik untuk membelinya di luar dari kebutuhan mereka. 

Kasus penurunan kesehatan akibat produk susu olahan berkadar lemak tinggi, tidak hanya dialami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia saja, tetapi juga masyarakat luar negeri. Menurut data dari Departemen Pertanian AS, orang Amerika mampu mengonsumsi sekitar 150 pon susu dan memakan hampir 40 pon keju serta 20 pon es krim per tahun. Ini tentunya sudah menjadi permasalahan serius di dunia kesehatan karena dapat menyebabkan beberapa penyakit kronis, seperti berikut ini.

Produk Olahan Susu Berlemak Tinggi - london.eater.com

Produk Olahan Susu Berlemak Tinggi – london.eater.com

Bahaya Mengonsumsi Produk Olahan Susu Berlemak Tinggi

Penyakit Kardiovaskular

Beberapa penelitian susu yang paling substansial telah dilakukan dalam konteks diet untuk menghentikan hipertensi (DASH). Penelitian tersebut menghasilkan beberapa manfaat mengonsumsi susu, seperti mengurangi tekanan darah dan menurunkan kolesterol. Seiring dengan meningkatkan lemak sehat dan makanan kaya serat, rencana diet DASH merekomendasikan dua hingga tiga porsi susu rendah lemak atau bebas lemak per hari.

Porsi susu tersebut tentunya bersumber dari produk olahan susu berkadar lemak rendah, terutama dari susu, yogurt, dan keju. Kandungan vitamin dan mineral dalam produk tersebut juga perlu ditambah senyawa protein yang disebut peptida, diyakini berperan dalam melindungi jantung. Probiotik dalam produk susu fermentasi, seperti yogurt, juga telah terbukti meningkatkan tekanan darah, dan telah dikaitkan dengan penurunan risiko CVD.

Namun, baru-baru ini, studi menunjukkan bahwa susu tidak perlu dipisahkan dari lemaknya. Beberapa penelitian telah mengindikasikan lemak mungkin tidak berperan dalam kematian terkait CVD, dan bahkan mungkin melindungi dalam beberapa kasus tertentu.

Meskipun data terbaru tidak menunjukkan hubungan antara lemak susu dan CVD, beberapa jenis lemak susu masih berkorelasi dengan peningkatan risiko kematian secara keseluruhan, terutama meningkatkan risiko terhadap penyakit kardiovaskular. Makan susu tinggi lemak, seperti mentega, juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Sedikit mentega pada roti bakar mungkin baik-baik saja, tetapi lebih dari satu sendok makan sehari mungkin berisiko. Menggunakan mentega sebagai lemak untuk masih tidak disarankan.

Penyakit Kanker

Masalah ini menjadi sedikit lebih kompleks ketika melihat risiko susu dan kanker. Beberapa penelitian telah mengaitkan sumber susu berlemak tinggi dengan tingkat kelangsungan hidup penderita kanker payudara yang dapat lebih buruk, misalnya. Masalah dengan penelitian ini, adalah berbagai jenis produk susu sering disatukan, yang berarti yogurt penuh lemak, keju, krim, dan es krim yang seringkali dikonsumsi secara bergantian, bahkan dalam satu wadah yang sama.

Tidak ada yang akan mengklaim bahwa yogurt susu murni dan es krim memiliki komposisi adonan sama, dan kita harus berhati-hati untuk tidak melihatnya seperti itu. Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan olahan susu seperti yogurt dapat mengurangi risiko kanker, tetapi lebih banyak informasi masih diperlukan untuk mengetahui apakah jenis produk susu olahan yang Anda pilih itu penting.

Bahaya Mengonsumsi Produk Olahan Susu - closeronline.co.uk

Bahaya Mengonsumsi Produk Olahan Susu – closeronline.co.uk

Berat Badan Tidak Stabil

Susu penuh lemak telah berkorelasi dengan penurunan risiko obesitas. Salah satu alasan yang mungkin terjadi, yaitu lemak yang ditemukan dalam susu murni atau keju membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Secara intuitif, ini juga masuk akal. Namun, akan berbeda dengan orang lain yang cenderung merasa tidak puas. Walaupun secara teknis dapat mempertahankan rasa kenyang, banyak juga orang merasa tidak puas dengan rasa pada produk olahan tersebut.

Banyak orang sering mengonsumsi produk olahan susu berkadar lemak tinggi bukan karena kenyang, melainkan karena rasanya yang lezat. Secara tidak sadar, mereka malah menumpuk lemak dalam tubuh mereka. Hal ini seringkali membuat berat badan menjadi tidak stabil, seringkali orang mengalami kenaikan berat badan karena rasa tidak puas mereka terhadap produk olahan susu berkadar lemak tinggi.

Itulah beberapa bahaya yang dapat diakibatkan oleh produk olahan susu berkadar lemak tinggi. Untuk mencegahnya, Anda bisa menempatkan vitamin dan serat dalam menu Anda. Dua jenis nutrisi ini mampu mengurangi kadar lemak yang Anda konsumsi dalam tubuh dan membantu menjaga kestabilan kolesterol dalam darah.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: