Jenis Olahraga Apa yang Cocok untuk Ibu Hamil?

Ilustrasi: para ibu hamil melakukan senam aerobik (sumber: ucsfhealth.org)Ilustrasi: para ibu hamil melakukan senam aerobik (sumber: ucsfhealth.org)

Sebagian besar ibu hamil mungkin lebih suka bermalas-malasan dan tidur seharian di depan TV. Ini memang tidak salah, tetapi akan bermasalah ke depannya. Meskipun Anda sedang mengandung, sebaiknya Anda tetap menjaga kondisi tubuh. Tidak hanya mengonsumsi makanan bernutrisi, tetapi juga berolahraga secara teratur, tentunya jenis olahraga khusus untuk ibu hamil.

Manfaat Olahraga untuk Ibu Hamil

Sebelumnya, tak sedikit orang berpikir bahwa olahraga dapat membahayakan ibu hamil dan janinnya. Namun, ini ditepis oleh banyak ahli medis. Dilansir dari Harvard Health Publishing, olahraga selama kehamilan tidak hanya aman, ini justru dianjurkan. Hal ini berdasarkan prinsip bahwa sesuatu yang baik untuk ibu hamil pasti baik untuk bayinya.

Berdasarkan catatan dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), berolahraga selama kehamilan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ibu dan anak yang akan dilahirkan kelak. Ibu hamil yang berolahraga secara teratur dapat mengurangi berat badan dengan mudah setelah melahirkan.

Seperti yang kita ketahui, kebanyakan ibu hamil setelah melahirkan memiliki berat badan yang cenderung naik, bahkan beberapa wanita juga sempat mengalami obesitas. Selain mengurangi risiko kenaikan berat badan, olahraga secara teratur pada ibu hamil dapat menurunkan risiko diabetes gestasional. Diabetes gestasional sendiri merupakan salah satu jenis penyakit gula yang sering dialami oleh wanita hamil akibat obesitas.

Bagi Anda yang ingin melahirkan dengan cara normal dan menghindari operasi sesar, sebaiknya Anda olahraga setiap hari. Ini akan membantu mempermudah proses kelahiran secara normal dan mencegah bayi sungsang. Olahraga secara teratur akan membantu wanita hamil mencegah atau mengelola sakit dan rasa sakit yang tak terhindarkan saat proses melahirkan, sehingga tidak harus menjalani operasi sesar.

Baca juga:  Pilihan Masker Alami Yang Diklaim Berkhasiat Untuk Memutihkan Wajah
Ilustrasi: latihan olahraga untuk ibu hamil (sumber: baby-chick.com)

Ilustrasi: latihan olahraga untuk ibu hamil (sumber: baby-chick.com)

Olahraga secara teratur selama kehamilan juga dapat membantu meningkatkan keadaan psikologis ibu hamil.  Dengan keadaan psikologis yang meningkat, ibu hamil tidak memiliki risiko tinggi terhadap depresi dan kecemasan selama periode postpartum. Selain itu, wanita yang berolahraga selama kehamilan dapat pulih lebih cepat setelah melahirkan.

Meskipun olahraga sangat dianjurkan untuk ibu hamil, Anda tidak bisa melakukan olahraga secara sembarangan. Berikut ada beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil, yang tentunya aman untuk sang ibu dan janin di dalam kandungan.

Jenis Olahraga untuk Ibu Hamil

Jalan Kaki

Jalan kaki adalah jenis olahraga ringan yang baik untuk ibu hamil di trimester pertama hingga akhir. Ini akan membantu Anda mengatur dan mengolah pernapasan saat proses lahiran. Saat melakukan olahraga ini, Anda bisa memilih rute yang dekat dengan rumah dengan jalanan yang mudah untuk ditempuh.

Pilihlah jalan yang datar dan tidak terlalu terjal atau menanjak. Jalan-jalan di sekitar rumah akan terasa lebih menyenangkan sambil mendengarkan musik. Sehingga, Anda tidak merasa mudah lelah atau letih. Selain itu, tentukan waktu yang tepat untuk melakukan olahraga tersebut. Sebaiknya Anda melakukannya saat pagi atau sore hari, sehingga Anda terhindar dari panas. Olahraga seperti ini dianjurkan dilakukan selama 30 menit setiap hari.

Baca juga:  Info Terbaru, Benarkah Produk Cream 21 plus Dermovate Bisa Memutihkan Kulit?

Berenang

Bagi Anda yang tidak suka berkeringat, Anda bisa berenang saat hamil. Berenang tidak membuat kehamilan Anda berisiko, selama Anda berenang dengan cara yang tepat. Olahraga ini selain dapat membantu Anda mengatur pernapasan saat lahiran nanti, juga membantu meringankan mual, nyeri panggul, dan mengatasi bengkak di pergelangan kaki.

Dilansir dari Hellosehat, wanita hamil lebih aman berenang dengan gaya dada atau gaya punggung. Tidak dianjurkan bagi wanita hamil berenang dengan memutar tubuh, karena berisiko pada janin. Selain itu, wanita hamil juga dilarang melompat-lompat ke dalam kolam dan harus berhati-hati ketika kondisi lantai sekitar kolam becek dan licin.

Ilustrasi: ibu hamil berolahraga jalan kaki (sumber: theconversation.com)

Ilustrasi: ibu hamil berolahraga jalan kaki (sumber: theconversation.com)

Senam

Salah satu olahraga wajib untuk ibu hamil, yaitu senam. Saat ini, sudah banyak sanggar senam yang mengajarkan senam khusus ibu hamil. Senam untuk ibu hamil tentunya berbeda dengan senam lansia atau aerobik. Senam ibu hamil kebanyakan berpusat pada latihan pernapasan dan senam jantung ringan.

Senam untuk ibu hamil ini bertujuan agar para pesertanya dapat melahirkan dengan lancar dan tidak merasakan sakit berlebihan. Senam ibu hamil juga bermanfaat untuk membuat janin bergerak lebih aktif, sehingga saat dilahirkan, ia memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang baik.

Baca juga:  Rangkaian Produk Cetaphil yang Diklaim Cocok untuk Kulit Berjerawat

Bersepeda Ringan

Selain jalan kaki, bagi Anda yang jenuh di dalam rumah, bisa mencoba bersepeda. Bersepeda juga baik untuk ibu hamil, tentunya dengan kecepatan ringan yang stabil. Ketika Anda mengendarai sepeda, pastikan Anda memutar pedal dengan irama yang konstan. Selain itu, selama bersepeda, Anda juga perlu berlatih pernapasan.

Bersepeda ringan dengan mengatur pernapasan, akan membantu proses kelahiran dengan lancar, apalagi bagi Anda yang ingin melahirkan dengan cara normal. Anda bisa bersepeda setiap hari di pagi hari atau sore hari selama 10 menit hingga 15 menit. Sebagai pengaman, jangan lupa untuk menggunakan helm dan pelindung lutut ketika bersepeda.

Perlu diingat, selama mengandung, Anda tidak dianjurkan melakukan olahraga yang dapat menyebabkan cedera, seperti kasti, voli, basket, dan sepak bola. Selain itu, Anda juga perlu menghindari olahraga yang dapat membuat suhu tubuh meningkat drastis, seperti yoga untuk membakar lemak, pilates untuk membakar lemak, dan melakukan sauna.

Bagi Anda yang memiliki masalah medis atau risiko terhadap kehamilan, Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai jenis olahraga yang bisa Anda lakukan. Sehingga, Anda bisa menjalankan olahraga dengan lebih aman dan tidak membahayakan kesehatan Anda maupun janin Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: