Berefek Negatif, Jangan Biarkan Bayi Anda Tidur dalam Posisi Miring

Ilustrasi: bayi tidurIlustrasi: bayi tidur

Melihat bayi Anda yang masing cukup mungil tertidur dalam gendongan dapat membuat pikiran menjadi lebih santai. Ini juga salah satu cara untuk menghilangkan stress, beberapa ibu bahkan suka memperhatikan bayinya saat mereka lelah. Meski begitu, cobalah untuk memusatkan perhatian Anda sekali lagi terhadap posisi tidur bayi Anda. Apakah posisi tidur bayi Anda sudah betul? Jangan biarkan bayi Anda tidur dalam posisi miring atau berada di atas benda-benda yang mengganggu posisi tidurnya.

Bahayanya Posisi Tidur Miring pada Bayi

Seorang bayi yang berusia 4 bulan hingga 7 bulan memerlukan waktu tidur yang panjang, yaitu 12 jam hingga 14 jam, setiap harinya. Dalam waktu yang lama, tak jarang bayi berpindah posisi atau menggulingkan badannya. Ini terjadi secara alami, ketika bayi bosan atau merasa lelah dengan posisinya, tak jarang mereka akan bergerak untuk mengganti posisi yang lebih nyaman. Dalam keadaan seperti ini, penting bagi Anda untuk menjaga posisi tidurnya agar tetap berada di posisi yang betul.

“Terutama jika bayi berusia di bawah lima bulan, sangat penting untuk memindahkan mereka jika mereka tidur dengan posisi miring atau tengkurap,” kata Sarah Lazarus, DO, seorang dokter obat darurat pediatrik di Children’s Healthcare of Atlanta. “Kami telah melihat beberapa bayi meninggal akibat jalan napas bayi terputus ketika posisi tidur yang kurang tepat.”

Posisi tidur yang miring juga dapat membuat otot dan tulang pada bayi tidak berkembang dengan baik. Ini akhirnya akan membuat mereka memiliki postur tubuh yang tidak normal. Dalam dunia medis, ini disebut dengan gejala torticollis, ketika otot tulang bayi, khususnya otot leher, mengalami pemendekan karena pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat. Kondisi seperti ini jika dibiarkan, dapat mengganggu aktivitas bayi ke depannya hingga usia dewasa. Mereka dengan otot leher yang pendek akan lebih mudah mengalami kaku leher. Ini memang dapat disembuhkan dengan cara terapi, namun dengan biaya yang tidak murah.

Ilustrasi: bayi tidur dalam posisi miring

Ilustrasi: bayi tidur dalam posisi miring

Bisa juga tangan mereka memar akibat tertindih badan mereka sendiri. Dalam dunia medis, memar tersebut bisa dikatakan sebagai gejala harlequin colour change. Ini bisa ditandai dengan perubahan warna pada kulit bagian tubuh yang tertindih oleh badan menjadi merah. Kondisi seperti ini jika dibiarkan secara terus-menerus, dapat membuat bayi kesakitan karena pembuluh darah yang pecah. Pembuluh darah yang pecah akan mengakibatkan warna merah yang tidak dapat hilang dalam jangka waktu yang cepat. 

Posisi miring atau tengkurap dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan bayi tidur dengan sistem pernapasan yang kurang lancar. Pada beberapa kasus kematian pada bayi, ditemukan penyebab bayi meninggal akibat saluran pernapasan yang tersumbat. Tersumbatnya saluran pernapasan pada bayi juga diakibatkan oleh tersedak. Bayi dapat tersedak ketika ada torsi pada trakea. Trakea sendiri adalah salah satu alat pernapasan yang penting untuk menyalurkan udara dari hidung menuju paru-paru. 

Masalah-masalah tersebut tidak hanya bisa terjadi ketika bayi tidur dalam posisi miring atau telungkup saja. Ini juga dapat terjadi jika alas tidur yang digunakan oleh bayi kurang tepat. Ada baiknya Anda memperhatikan alas tidur yang akan digunakan oleh bayi Anda. Pastikan Anda tidak menggunakan bantal berbusa atau kasur berlekuk sebagai alas tidur bayi. “Saya tidak merekomendasikan segala jenis penopang atau bantalan empuk sebagai alas tidur bayi,” kata Erin Mannen, PhD, seorang insinyur mekanik Ilmu Kedokteran di University of Arkansas.

Itulah bahaya posisi tidur yang salah pada bayi. Ada baiknya Anda segera mengganti posisi tidur bayi jika mendapati bayi Anda tidur dalam posisi miring atau telungkup. Ada baiknya juga Anda tidak menggunakan alas bayi yang salah. Lalu bagaimana posisi tidur yang benar untuk bayi dan alas tidur seperti apa yang baik? 

Posisi Tidur dan Alas Tidur yang Baik untuk Bayi

Ilustrasi: bayi tidur

Ilustrasi: bayi tidur

Sebagai tempat tidur bayi, ada baiknya Anda tidak berbagi tempat tidur dengan bayi. Meskipun dengan cara tersebut Anda merasa mudah saat menjaga bayi, ternyata ini dapat berdampak negatif. Pasalnya, ada kalanya sebagai orang dewasa, Anda tidur dengan posisi sembarangan. Dikhawatirkan jika Anda tidur dengan posisi yang salah, anggota tubuh Anda dapat menindih bayi secara tidak sengaja. Bayi yang tertindih tidak hanya dapat terbangun dari tidurnya, ini juga dapat menimbulkan memar dan luka di bagian tubuhnya.

Anda juga perlu membetulkan posisi tidur bayi. Posisi tidur yang baik untuk bayi, yaitu terlentang dan menghadap ke atas. Posisi seperti ini akan mempermudah bayi dalam bernapas. Sirkulasi udara dalam paru-paru juga akan lebih lancar dan tidak berisiko terhambat.

Anda pun harus memperhatikan suhu udara di sekitar ruangan untuk membuat bayi tidur dengan nyaman dan tenang. Suhu udara yang baik, yaitu suhu kamar dengan kisaran 24 derajat Celcius hingga 25 derajat Celcius. Suhu udara seperti ini tidak akan membuat bayi merasa kepanasan ataupun kedinginan, sehingga mereka tidak mudah menangis dan terbangun.

Untuk alas tidur bayi, Anda bisa menggunakan meja atau papan yang datar. Sebaik mungkin usahakan alas tidur bayi yang digunakan tidak berlekuk atau miring. Dengan alas tidur yang datar dan tidak bergelombang, dapat membantu pertumbuhan tulang bayi menjadi lebih terstruktur dengan baik, ini juga untuk mencegah bayi tumbuh dengan bentuk tulang yang tidak normal.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: