Berapa Tahun Efektivitas Pemasangan IUD Sebagai Alat Kontrasepsi?

Alat kontrasepsi IUD (sumber: honestdocs.id)Alat kontrasepsi IUD (sumber: honestdocs.id)

IUD (Intra Uterine Devices) merupakan kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang terbuat dari bahan polietilen dengan atau tanpa metal untuk steroid. IUD sangat efektif untuk menjarangkan kehamilan dibandingkan dengan metode kontrasepsi jangka panjang lainnya seperti implan, tubektomi, dan vasektomi. IUD merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang paling banyak digunakan dalam program KB di Indonesia. Pengguna IUD di Indonesia mencapai 22,6% dari semua pengguna metode kontrasepsi.[1] IUD memiliki beberapa jenis dan masa pakai hingga beberapa tahun.

Jenis IUD

IUD Spiral Berlapis Tembaga

Dilansir dari Alodokter, KB spiral mengandung tembaga dan tidak mengandung hormon. KB jenis ini cukup efektif dalam mencegah kehamilan hingga 10 tahun sejak pemasangan. KB spiral lapis tembaga bekerja dengan cara melepaskan unsur tembaga secara perlahan, kemudian menghalangi sel-sel sperma untuk naik dan mencapai sel telur. Kandungan tembaga yang dilepaskan IUD juga membuat sperma serta sel telur yang dibuahi jika sampai terjadi proses pembuahan maka tidak bisa bertahan hidup di dalam rahim dan saluran telur.

Baca juga:  Manfaat Suplemen Natur E 300 untuk Promil

IUD Spiral Mengandung Hormon

Jenis KB spiral ini biasanya dilapisi oleh hormon progestin. Namun, efektivitas IUD spiral dengan hormon tak seperti KB spiral tembaga. Efektivitas atau masa pakai IUD spiral hormon antara 3-5 tahun, tergantung mereknya. Cara IUD spiral hormon mencegah pembuahan sel telur adalah dengan mencegah penebalan dinding rahim sehingga sel telur yang sudah dibuahi tak dapat berkembang. KB jenis ini pun dapat membuat leher rahim dipenuhi dengan lendir yang lengket sehingga membuat sperma tak dapat masuk rahim.

Berapa Tahun Masa Pakai IUD?

Ilustrasi: pemasangan IUD (sumber: babycenter.com)

Ilustrasi: pemasangan IUD (sumber: babycenter.com)

IUD atau KB spiral memiliki masa efektivitas yang bervariasi, rata-rata antara 3 tahun hingga yang paling lama 10 tahun. Dengan masa pakai tersebut, Anda bisa merencanakan kehamilan dengan matang. Sebagai contoh, untuk IUD Andalan dengan masa pakai paling singkat (3 tahun) ada jenis Silverline Cu 200 Ag, kemudian untuk masa pakai 5 tahun ada IUD Andalan Sleek Cu 375 dan Silverline Cu 380 Ag. Sedangkan untuk masa ketahanan IUD hingga 10 tahun ada jenis IUD Andalan TCu 380 A.

Baca juga:  Ketimbang Menyesal, Simak Hal Ini Sebelum Tunda Kehamilan

Sebelum memutuskan IUD berapa tahun yang hendak Anda pakai, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan pasangan dan berkonsultasi dengan dokter agar memperoleh IUD yang terbaik. “IUD dapat bertahan hingga 5-10 tahun, sesuai dengan jenis IUD. IUD jenis apa yang Anda gunakan? IUD non hormonal perlu diganti 5 tahun sekali karena ada kemungkinan berkarat, namun tidak akanmembahayakan tubuh. Sedangkan IUD hormonal bertahan sampai 5 tahun dan harus dipantau efeknya terhadap keseimbangan hormon Anda,” kata dr. Andika Widyatama dari Klikdokter.

“Yang menjadi masalah adalah efektivitasnya. Bila IUD sudah lewat masa pakainya, efektivitasnyaakan berkurang dan sudah tidak ada efek perlindungan terhadap kehamilan. Kondisi lain dari IUD yang dibiarkan dalam waktu lama ialah timbulnya infeksi jamur atau perdarahan. Responsnya dapat berbeda-beda pada setiap orang,” imbuh dr Andika.

Efek Samping IUD

Sebagai AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), pemasangan IUD tak memengaruhi produksi ASI bagi para ibu yang sedang menyusui. IUD umumnya hanya memberi efek di rahim saja, sehingga tak memengaruhi organ lain. Namun demikian, efek samping yang paling sering terjadi dari pemakaian IUD non hormonal (tembaga) adalah haid menjadi lebih banyak dan lebih nyeri. Sedangkan pada IUD hormonal justru sebaliknya, haid jadi tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali. Pemakaian IUD hormonal pun berpotensi menyebabkan keputihan dan flek. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan seiring dengan adaptasi tubuh, keluhan macam itu kabarnya dapat hilang dengan sendirinya.

Baca juga:  Kantongi Label Halal, Produk Kosmetik Wardah Diklaim Aman Untuk Ibu Menyusui

KB spiral alias IUD terutama diperuntukkan bagi wanita yang sudah pernah hamil. Bagi wanita yang belum pernah hamil biasanya akan merasa lebih sakit dan kram usai pemasangan KB spiral. Selain itu, KB spiral juga lebih rentan lepas. Bagi para ibu menyusui, pemasangan IUD spiral umumnya disarankan untuk dipasang sekitar 1,5-2 bulan usai melahirkan atau setelah ukuran rahim kembali seperti semula.

[1]Putri, RP dkk. 2016. Efektivitas Intra Uterine Devices (IUD) Sebagai Alat Kontrasepsi. Jurnal Kedokteran UNILA. 5(4): 139.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: