Intip Segudang Manfaat Sehat Konsumsi ‘Legume’ Kacang-Kacangan

Manfaat, konsumsi, mengonsumsi, legume, kacang, kacang-kacangan, kacang polong, lentil, kacang hijau, kacang merah, menu, makanan, Leguminosae, sehat, kesehatan, jantung, kacang arab, kacang hitam, kacang kedelai, kacang tanah, serat, kandungan, nutrisi, protein, diet, berat badan, penelitian, studi, tanaman Ilustrasi: aneka kacang-kacangan dan biji-bijian

Banyak orang disarankan untuk memasukkan dalam menu mereka. Namun bukan nama jenis makanan tertentu. adalah salah satu dari ribuan spesies dalam keluarga -kacangan, yaitu famili Leguminosae. -kacangan tersebut memiliki polong berbentuk cangkang, yang ketika matang, polong tersebut terbagi menjadi dua belah. Famili legume merupakan bahan makanan terpenting nomor dua bagi manusia setelah padi-padian.

Beberapa jenis legume populer

Bagi mereka yang sedang diet, cobalah untuk mengonsumsi berbagai jenis kacang-kacangan. Pasalnya, golongan kacang-kacangan mengandung nutrisi lengkap yang baik untuk tubuh seperti serat, karbohidrat kompleks, , , berbagai dan mineral. Itulah alasannya hanya dengan makan kacang-kacangan saja bisa membuat kita lebih dan kenyang lebih lama. Memangnya, apa saja jenis kacang-kacangan yang aman dan untuk dimakan?

Kacang Arab

Manfaat makan kacang Arab di antaranya dapat membantu mengendalikan berat badan dan gula darah serta mengurangi risiko penyakit dan kanker. Ini karena kacang Arab terbukti dapat membantu mengurangi kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit

Kacang arab (sumber: berrykitchen.com)

Lentil

Bagi para vegetarian, kacang lentil bisa menjadi sumber protein yang baik, biasanya dikonsumsi dalam sajian sup hangat. Mirip dengan kacang Arab, berbagai kandungan zat gizi pada lentil juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kacang lentil dapat membantu meningkatkan fungsi usus dan memperlambat pencernaan. Akibatnya, hal ini dapat mencegah terjadinya lonjakan gula darah pada tubuh.

Kacang lentil pink (sumber: drweil.com)

Kacang polong

Sama seperti jenis kacang-kacangan lainnya, kacang polong juga menjadi sumber serat dan protein yang baik untuk tubuh. Bahkan, kini sudah banyak beredar di pasaran jenis suplemen yang mengandung kacang polong dengan segudang manfaatnya untuk .

Sebuah studi yang dilakukan pada 23 orang yang kelebihan berat badan dan memiliki kolesterol tinggi menemukan bahwa orang yang makan 50 gram tepung kacang polong setiap hari selama 28 hari mengalami penurunan resistensi insulin dan lemak perut, dibandingkan dengan penggunaan tepung terigu.

Kacang polong

Kacang merah

Jenis kacang yang kaya serat seperti kacang merah ini dapat membantu mengurangi kadar gula darah. Sebuah studi yang dilakukan pada 17 orang dengan diabetes tipe 2 membuktikan bahwa menambahkan kacang merah pada sepiring nasi dapat membantu menurunkan lonjakan gula darah setelah makan dibandingkan dengan orang yang hanya makan nasi.

Manfaat, konsumsi, mengonsumsi, legume, kacang, kacang-kacangan, kacang polong, lentil, kacang hijau, kacang merah, menu, makanan, Leguminosae, sehat, kesehatan, jantung, kacang arab, kacang hitam, kacang kedelai, kacang tanah, serat, kandungan, nutrisi, protein, diet, berat badan, penelitian, studi, tanaman

Kacang merah

Kacang hitam

Sama seperti jenis kacang lainnya, kacang hitam menjadi sumber serat, protein, dan folat yang baik untuk segala usia, baik pria maupun wanita. Kacang hitam diketahui memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan makanan tinggi karbohidrat lainnya.

Kacang hitam (sumber: drweil.com)

Kacang kedelai

Kacang kedelai mengandung isoflavon, sejenis antioksidan yang dapat membantu menangkal radikal bebas penyebab kanker. Sebuah penelitian besar yang menggabungkan hasil 21 penelitian lain menemukan bahwa makan kedelai dapat menurunkan risiko kanker perut sebesar 15 persen, terutama pada wanita.

Kandungan isoflavon pada kedelai mirip dengan kerja estrogen dalam tubuh wanita, disebut sebagai fitoestrogen, yang menurun pada saat menopause. Suatu penelitian besar terhadap 403 wanita pascamenopause mengungkapkan bahwa isoflavon kedelai selama dua tahun dapat membantu mengurangi hilangnya kepadatan tulang yang terjadi selama menopause. Hal ini juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol darah sebagai pemicu risiko penyakit jantung.

Kacang kedelai (sumber: timesofisrael.com)

Kacang tanah

Kacang tanah merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, protein, dan vitamin B yang baik untuk mendukung program diet.

Dilansir dari Healthline, wanita yang memiliki masalah kolesterol tinggi cenderung lebih sehat setelah makan kacang tanah. Pasalnya, kandungan rendah lemak pada kacang tanah dapat membantu menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL). Sayangnya, efek menguntungkan ini tidak bisa kita dapatkan jika kacang tanah sudah diolah menjadi produk makanan lainnya, misalnya selai kacang.

Kacang tanah

‘Legume’ atau kacang-kacangan untuk kesehatan jantung

Studi ilmiah telah secara definitif menghubungkan diet tinggi pada kacang-kacangan dengan risiko lebih rendah mengembangkan obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau stroke. Berbicara tentang fakta, memakan kacang polong setiap hari dapat secara efektif mengobati penyakit ini pada orang yang sudah memilikinya.

Dalam satu penelitian klinis terkontrol acak terhadap lebih dari 100 orang dengan diabetes tipe 2, mengkonsumsi setidaknya satu cangkir kacang polong (kacang, buncis, atau lentil) setiap hari selama tiga bulan dikaitkan dengan penurunan berat badan yang signifikan (2,7 kilogram, sekitar 6 pon); lingkar pinggang (penurunan 1,4 sentimeter); gula darah (penurunan 0,5% dalam HbA1c); kolesterol (penurunan 8 poin LDL, diukur dalam mg / dl); dan tekanan darah (penurunan 4,5 poin pada sistolik dan penurunan 3,1 poin pada tekanan darah diastolik, diukur dalam mm Hg).

Temuan serupa telah dilaporkan dari penelitian lain. Sebuah analisis dari delapan percobaan klinis terkontrol acak termasuk data dari lebih dari 550 peserta dengan berbagai masalah medis menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi sekitar satu cangkir kacang setiap hari selama 10 minggu mengalami penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan (rata-rata 2,25 poin).

Dalam studi lain, para peneliti menggabungkan data dari sepuluh uji coba terkontrol acak yang mewakili lebih dari 250 peserta yang telah diberi polong setiap hari selama setidaknya tiga minggu. Kacang polong bervariasi: kacang pinto, buncis, kacang panggang, lentil, dan kacang polong dalam jumlah mulai dari 1/2 cangkir hingga 2 cangkir. Tidak ada peserta yang mengonsumsi obat penurun kolesterol, namun diet legum menghasilkan penurunan kolesterol LDL rata-rata 8 poin (yaitu lipoprotein dengan kepadatan rendah, kolesterol ‘jahat’).

Bagaimana kacang memiliki semua manfaat ini?

Manfaat, konsumsi, mengonsumsi, legume, kacang, kacang-kacangan, kacang polong, lentil, kacang hijau, kacang merah, menu, makanan, Leguminosae, sehat, kesehatan, jantung, kacang arab, kacang hitam, kacang kedelai, kacang tanah, serat, kandungan, nutrisi, protein, diet, berat badan, penelitian, studi, tanaman

Legumes atau kacang-kacangan (sumber: health.clevelandclinic.org)

Kacang-kacangan tinggi serat, khususnya serat larut kental, yang tidak hanya memperlambat penyerapan mereka di usus kecil, tetapi juga mengikat molekul-molekul tertentu yang berkaitan dengan kolesterol. Ini membuat legum sangat rendah dalam indeks glikemik dan beban, yang berarti mereka menghasilkan gula darah yang lebih rendah dan lebih sedikit insulin yang dikeluarkan setelah memakannya. Serat ini juga menurunkan kadar kolesterol.

Tapi tunggu – ada lagi: tidak hanya kacang tinggi serat, mereka juga tinggi protein, membuat mereka sangat mengenyangkan, sehingga orang cenderung makan lebih sedikit dari yang lain. Dan kacang mengandung banyak kalium, magnesium, folat, dan nutrisi tanaman lainnya yang berhubungan dengan tekanan darah rendah dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Anehnya, terlepas dari semua bukti yang baik ini, orang-orang di Amerika Serikat justru cenderung tidak makan banyak kacang-kacangan.

Bagaimana jika mengonsumsi kacang berlebihan?

Meski banyak manfaat, mengonsumsi kacang secara berlebihan ternyata tidak terlalu bagus. Pasalnya, dapat menimbulkan masalah pada pencernaan. Penelitian menemukan, diet dengan memperbanyak konsumsi kacang-kacangan benar-benar mampu membuat Anda lebih ramping. Makan minimal 130 gram buncis, atau berbagai macam kacang-kacangan setiap hari dapat membantu Anda tetap langsing tanpa membuat perubahan pada diet. Penelitian ini diterbitkan dalam The American Journal Of Clinical Nutrition menjelaskan, kacang-kacangan mampu membuat perut menjadi lebih cepat kenyang sehingga dapat menekan nafsu makan pada tubuh.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: