Hyaluronic Acid, Benarkah Mampu Atasi Masalah Kulit?

Ilustrasi: komponen zat hyaluronic acid (sumber: vichy.sg)Ilustrasi: komponen zat hyaluronic acid (sumber: vichy.sg)

Setiap wanita pastinya ingin memiliki kulit wajah yang mulus dan cantik. Untuk memenuhi keinginan tersebut, sudah banyak produk skincare yang beredar dan sebagian besar menggunakan HA (Hyaluronic Acid) atau bisa dikenal dengan nama asam hialuronat. Bisa dibilang bahwa HA merupakan salah satu bahan kosmetik yang sedang populer.

Banyak wanita yang suka menggunakan bahan kosmetik maupun skincare dengan kandungan HA. Hal ini karena mereka menilai bahwa HA memiliki banyak manfaat yang dibutuhkan oleh kulit. Meski demikian, apakah benar HA memang efektif untuk mengatasi permasalahan kulit Anda atau cuma mitos?

Apa Itu Hyaluronic Acid dan Apa Fungsinya?

Bagi Anda yang doyan make up atau mengoleksi skincare, pastinya sudah tidak asing dengan HA atau Hyaluronic Acid. Hampir semua produk kecantikan, bahkan sabun wajah, saat ini sudah mengandung HA di dalamnya. Dengan klaim mampu mengatasi permasalahan di kulit karena HA, produk-produk tersebut menjadi populer dan laris di pasaran.

Meskipun begitu, apakah Anda sudah benar-benar mengenal HA? Jika belum, Anda perlu mengenalnya terlebih dahulu. Ini akan membantu Anda agar tidak salah ketika memilih produk kecantikan. Pasalnya, memilih produk kecantikan yang kurang tepat dapat membuat kulit wajah rusak dan mengalami banyak gangguan.

HA merupakan humektan, yaitu zat yang mempertahankan kelembapan pada kulit wajah dengan cara mengikat air dalam jumlah banyak di kulit. Zat ini secara alami ditemukan di banyak area tubuh manusia, termasuk kulit, mata, dan cairan sinovial pada persendian.

Baca juga:  Warna Pigmented Coral Red dari Lipstik Inez Matte No 13 Cocok untuk Berbagai Tampilan

Nah, HA yang digunakan dalam produk kecantikan dan perawatan kulit merupakan HA buatan. HA dibuat dengan cara menggunakan bakteri di laboratorium melalui proses biofermentasi. HA yang sudah jadi, kemudian akan dicampur dengan bahan-bahan tertentu dalam pembuatan berbagai macam produk kosmetik, termasuk skincare.

Perlu Anda ketahui bahwa jumlah HA alami dalam tubuh manusia, terutama kulit wajah, dapat berkurang. Seiring bertambahnya usia, zat-zat pengunci pada kulit manusia, termasuk asam hialuronat kolagen dan elastin, menurun. Akibatnya, kulit tubuh dan wajah akan kehilangan volume, hidrasi, dan pori-pori akan semakin melebar.

Ilustrasi: aplikasi serum wajah (sumber: getty images)

Ilustrasi: aplikasi serum wajah (sumber: getty images)

Untuk memenuhi HA dalam kulit dan membantu menambah kadar HA dalam kulit, Anda bisa menggunakan HA buatan. Meskipun begitu, Anda tidak bisa menggunakan sembarangan jenis HA. Perlu Anda ketahui bahwa HA buatan pada produk perawatan kulit tentunya berbeda dengan HA dalam kulit. Perbedaan tersebut tidak hanya terletak dari struktur, tetapi juga ukuran molekulnya.

Semakin besar ukuran molekul HA, semakin baik fungsinya untuk mengikat air di dalam kulit dan menghidrasi kulit. Meskipun begitu, HA dengan ukuran besar tidak bisa menembus atau meresap ke dalam kulit. Ketika Anda mengoleskan produk dengan HA bermolekul besar, HA hanya akan melembapkan bagian kulit terluar saja dan mudah hilang.

Baca juga:  Cara Membuat Lulur Hitam, Bikin Kulit Putih dan Mulus

Karena hanya mampu melembapkan bagian luar kulit, perawatan seperti ini tidak efektif, bahkan tidak memiliki manfaat. Kelembapan kulit yang ditawarkan produk hanya sementara, padahal harga produk dengan HA bermolekul besar biasanya cenderung mahal. Berbeda dengan produk yang mengandung HA dengan molekul berukuran kecil.

HA dengan molekul berukuran kecil mengikat air lebih sedikit dalam kulit,dan tingkat hidrasi yang ditawarkan tidak sebaik HA dengan molekul besar. Meskipun begitu, HA dengan molekul kecil mampu menembus kulit hingga ke bagian epidermis kulit paling atas. Memang, ini juga tidak efektif, mengingat sebuah produk skincare harusnya memiliki kandungan yang mampu diserap kulit hingga ke bagian dalam.

Karena mampu menembus hingga ke epidermis kulit, efek kelembapannya akan bertahan lebih lama dibanding jenis produk dengan kandungan HA bermolekul besar. Jadi, untuk hidrasi permukaan kulit lebih maksimum, sebaiknya Anda mencari produk yang mengandung HA dari berbagai jenis ukuran molekul.

HA buatan tidak hanya ada dalam serum maupun produk skincare yang dioleskan di kulit. HA dalam bentuk gel untuk mengisi volume kulit digunakan dengan cara disuntikkan. Biasanya, ini lebih dikenal dengan treatment filler. Pengisian HA dilakukan untuk membuat kulit lebih berisi, menyamarkan garis lipatan, dan menghilangkan cekungan di bagian kulit. Secara umum, injeksi HA dilakukan di bagian wajah, seperti pipi, bibir, dagu, dan area mata.

Ilustrasi: produk skincare dengna kandungan Hyaluronic Acid (sumber: businessinsider.com)

Ilustrasi: produk skincare dengna kandungan Hyaluronic Acid (sumber: businessinsider.com)

Beda HA Topikal dengan HA Filler

Dilansir dari Harvard Health Publishing, HA topikal atau HA yang digunakan pada produk skincare tidak sama dengan HA filler. Apalagi jika dilihat dari cara penggunaannya. HA topikal hanya mampu digunakan di permukaan kulit, sedangkan HA filler hanya dibuat secara khusus untuk mengisi volume kulit dari dalam.

Baca juga:  Wardah Eyeshadow Seri G Tampilkan Warna Natural Yang Cocok Untuk Pemula

Lalu, ketika Anda menjumpai produk berupa serum atau krim dengan kandungan HA yang mampu mengatasi bopeng akibat jerawat, apakah ini benar? Dilihat dari fungsinya, kedua jenis HA tersebut tidak setara. Produk dengan kandungan HA yang dioleskan pada kulit tidak bisa membuat kulit yang bopeng menjadi mulus kembali. Kulit hanya akan terasa lebih lembap dan halus. Jika Anda ingin mengatasi bopeng di wajah karena jerawat atau luka, Anda bisa mencoba menggunakan HA yang disuntikkan.

Meskipun begitu, tidak semua orang cocok menggunakan HA. HA hanya cocok untuk Anda yang memiliki kondisi kulit kering atau normal. Beberapa orang dengan kulit sensitif cenderung tidak cocok dengan produk kecantikan yang mengandung HA, karena ini membuat kulit menjadi iritasi dan berjerawat.

Kosmetik dengan kandungan HA juga tidak disarankan untuk ibu hamil atau menyusui, karena dapat menyebabkan alergi dan gejala keracunan pada bayi. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jika Anda ingin menggunakan kosmetik dengan kandungan HA saat menyusui atau sedang hamil.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: