Ciri Hubungan Toxic Dalam Pacaran, Ketahui Sebelum Terjebak Lebih Dalam!

Ilustrasi: hubungan toxic (pexels: cottonbro)Ilustrasi: hubungan toxic (pexels: cottonbro)

Dalam hubungan pertemanan, khususnya hubungan pacaran, tentunya ada pasang surut. Namun, beberapa orang mungkin saat ini sedang terjebak dalam toxic relationship dan sulit untuk keluar dari kondisi tersebut. Beberapa ada yang menyadarinya, namun sebagian lain justru ada yang tidak sadar dan tetap bertahan dalam sebuah hubungan yang toxic. Lantas, bagaimana cara mengetahui bahwa Anda sedang terjebak hubungan toxic dalam pacaran?

Dilansir dari Alodokter, toxic relationship atau hubungan beracun adalah istilah untuk menggambarkan suatu hubungan tidak sehat yang bisa berdampak buruk terhadap keadaan fisik maupun mental seseorang. Hubungan ini sebenarnya tak hanya dapat terjadi pada sepasang kekasih atau hubungan pacaran saja, tetapi juga bisa terjadi di lingkungan teman, friendzone, rumah tangga, atau bahkan keluarga.

Dalam hubungan yang toxic, biasanya salah satu pihak menjadi yang lebih dominan dan sulit untuk berdiskusi atau mendengarkan pendapat pihak lainnya. Setidaknya ada beberapa jenis toxic relationship dan sikap pelaku yang toxic, mulai dari senang memanipulasi pasangan atau gaslighting, posesif, dan sebagainya. Berikut ulasannya.

Baca juga:  Awas, Filler Bisa Bikin Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Jenis Toxic Relationship dan Sikap Pelakunya

  • Emotional abuse atau penyiksaan emosional.
  • Gaslighting atau sikap membela diri dengan menyalahkan balik pada pasangan (padahal dia yang salah).
  • Playing victim atau sikap “bermain sebagai korban.” Sikap ini ditunjukkan dengan tujuan membuat pasangan merasa kasihan dan mengabaikan kesalahannya.
  • Narsistik atau sikap menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi.
  • Posesif atau sikap controlling (mengontrol) karena merasa orang lain sebagai miliknya.
  • Sosiopatik (sociopathic) atau sikap antisosial.
  • Energy vampires atau penyerap energi.
  • [1]

Orang-orang yang terjebak dalam toxic relationship atau hubungan beracun seringkali tidak menyadari. Padahal, selama menjalin hubungan kemungkinan besar mereka merasa tertekan atau bahkan mengalami stres, baik secara fisik maupun psikis. Agar Anda cepat menyadari dan bisa keluar dari situasi tidak mengenakkan tersebut, sebaiknya pahami terlebih dahulu tanda-tanda atau ciri toxic relationship.

Ciri-ciri Hubungan Toxic dalam Pacaran

Ilustrasi: hubungan toxic (pexels: Mikhail Nilov)

Ilustrasi: hubungan toxic (pexels: Mikhail Nilov)

Komunikasi yang Tidak Baik

Hampir semua hubungan yang toxic biasanya dimulai dari komunikasi yang tidak baik. Biasanya, pasangan kekasih yang terjebak hubungan toxic akan sulit mengutarakan maksud dan keinginan satu sama lain. Komunikasi yang tidak baik itu kemudian berujung pada kesalahpahaman dan bukan tidak mungkin memicu pertengkaran.

Baca juga:  Akibat Dari Tindakan Diskriminasi Sosial

Kurang Dukungan

Kurang terjalinnya komunikasi yang baik juga kerap diikuti dengan kurangnya dukungan. Pasangan yang toxic umumnya justru lebih sering mengkritik atau mencari kekurangan dari pasangan. Bahkan, ketika Anda mengalami kegagalan pun pasangan tidak bisa menjadi “support system” yang baik untuk membantu Anda bangkit.

Cemburu Berlebihan

Sesekali merasa cemburu mungkin wajar dan bisa membuat hubungan pacaran menjadi lebih mesra. Tetapi, jika Anda terus-terusan dicurigai berbuat yang tidak-tidak di belakangnya, hal ini justru lebih mengarah ke sikap posesif yang berlebihan. Di kemudian hari bisa saja gerak Anda menjadi terbatas sehingga Anda kesulitan untuk mengembangkan diri.

Sering Berbohong

Hubungan yang toxic seringkali berlandaskan kebohongan. Jika pasangan Anda toxic, biasanya dia cenderung berbohong untuk menutupi berbagai hal. Apabila kebohongan sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihindari oleh pasangan Anda, maka Anda dan pasangan akan kesulitan untuk mencapai kebahagiaan dalam hubungan ini.

Baca juga:  Menghapus Aplikasi Kencan Online Bukti Siap Berkomitmen, Benarkah?

Menerima Kekerasan

Tidak hanya kekerasan verbal atau dalam bentuk perkataan saja, hubungan yang terlampau toxic seringkali dihiasi dengan kekerasan fisik. Bila Anda menerima kekerasan fisik dari pasangan, sebaiknya jangan hanya diam. Segera akhiri hubungan atau setidaknya minta pertolongan ke orang-orang terdekat yang mengerti situasi Anda. Berkonsultasi dengan psikolog mungkin bisa membantu meringankan beban Anda.

Untuk keluar dari hubungan yang toxic dalam pacaran memang tidak mudah. Namun satu hal yang perlu Anda pahami, bahwa Anda harus mencintai diri sendiri sebelum Anda mencintai orang lain. Selain itu, Anda juga pantas untuk bersama dengan orang yang lebih bisa menghargai dan menyayangi Anda dengan tulus.

[1] MS, Christy. 2022. Toxic Relationship Free: Ketika Hubungan Meracuni Masa Depan, Apa yang Harus Dilakukan. Virgiona EH, editor. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 48.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: