Ingin Hubungan yang Selalu Mesra dengan Pasangan? Tidak Harus Lakukan Ini

Ilustrasi: pasangan mesra Ilustrasi: pasangan mesra

Pernikahan adalah perbuatan yang mulia, sehingga pasangan suami istri tidak dilarang untuk bermesraan demi meningkatkan rasa kasih sayang satu sama lain dan menciptakan suasana romantis.[1] Kendati demikian, banyak mitos mengenai kemesraan dan keromantisan dalam pernikahan yang kerap disalahartikan oleh beberapa pasangan suami istri baru. Untuk itu, Anda perlu mengetahui bahwa tidak semua hal yang mesra dapat menciptakan suasana yang selalu romantis dengan pasangan.

Dalam menjalin hubungan suami istri, kebijakan konvensional tidak selalu menjadi yang paling utama. Ada aturan atau standar tertentu yang membuat Anda menyadari hal-hal lain untuk mempertahankan rumah tangga supaya selalu harmonis. Namun, tak jarang orang menyalahartikan standar atau peraturan yang ada.

Beberapa terapis menjelaskan, tidak semua standar yang ada harus dicapai setiap pasangan untuk menjalin rumah tangga yang harmonis. Setiap pasangan bisa menciptakan pedomannya sendiri untuk kebaikan rumah tangga. Nah, dilansir dari HuffPost, berikut adalah standar yang tidak harus Anda lakukan untuk menunjang hubungan yang selalu mesra dengan pasangan.

Standar yang Tidak Harus Diikuti Setiap Pasangan

Jangan Pergi Tidur dalam Keadaan Marah

Sementara banyak pasangan yang percaya bahwa tidur dalam keadaan marah bisa menghancurkan rumah tangga, faktanya memaksakan diri Anda untuk tetap terjaga dalam menyelesaikan masalah justru tidak efektif. Apalagi jika Anda adalah seorang pekerja, kepala rumah tangga, sekaligus seorang ayah.

Baca juga:  Adakah Efek KB IUD Bagi Suami? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Permasalahan dengan istri Anda memang harus diselesaikan, tetapi tidak dalam keadaan lelah dan istri Anda harus memahaminya. Peneliti pernikahan John Gottman telah mempelajari keadaan ini hampir tidak memungkinkan sepasang suami istri melakukan diskusi untuk memecahkan sebuah masalah.

Harus Berhubungan Seks Sesuai Jadwal

Bagi beberapa pasangan, seks adalah salah satu kebutuhan yang tidak bisa disepelekan, sehingga tak jarang para pasangan menjadwalkan kegiatan intim ini. Namun, cara ini bukanlah hal yang efektif untuk beberapa pasangan dalam menjaga hubungan yang mesra dan romantis.

Dengan adanya jadwal bercinta, beberapa pasangan akan merasa itu menjadi kewajiban yang melelahkan. Apalagi dorongan seks berfluktuasi dari waktu ke waktu. Menurut seorang ahli terapi pernikahan dan keluarga di Kindman & Co Los Angeles, seks mungkin menjadi prioritas utama di musim ini, tetapi bisa lebih rendah di musim selanjutnya.

Ilustrasi: pasangan mesra

Ilustrasi: pasangan mesra

Jangan Berkencan saat Ada Masalah

“Masalah sekecil apapun harus diceritakan kepada pasangan,” kata Pasadena, psikolog klinis Ryan Howes di California. “Bukan berarti, Anda tidak boleh kencan saat ada masalah. Justru, Anda bisa memanfaatkan momen berkencan untuk menyelesaikan masalah.”

Saat berkencan, suasana yang romantis biasanya akan meluluhkan hati pasangan Anda, terutama istri. Ajaklah ke restoran favoritnya dan memesan makanan kesukaannya. Sambil makan, ajaklah istri Anda berdiskusi mencari solusi masalah yang Anda berdua hadapi.

Baca juga:  Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Menerima Donasi Embrio

Tanggung Jawab Rumah Tangga Harus Dibagi Dua

“Ketika berbicara tentang pekerjaan rumah tangga, apa yang adil belum tentu sama,” kata Eve Rodsky, penulis buku ‘Fair Play.’ “Selain itu, apa yang setara belum tentu adil. Ini bukan tentang apakah kedua pasangan mengambil jumlah tugas yang sama yang bisa menentukan kepuasan pernikahan mereka, tetapi apakah setiap orang puas dengan apa yang mereka kerjakan bersama pasangannya.”

Terapis pernikahan dan keluarga Abigail Makepeace di Los Angeles menambahkan, mencoba menjaga standar mengerjakan pekerjaan rumah tangga 50/50 mengarah pada pencatatan skor. Ini bisa berdampak pada kebencian antar suami istri.

Jika Mencintai Seseorang, Utamakan Kebutuhannya

Terlalu banyak orang menjadi budak cinta (bucin) karena standar jika mencintai seseorang, maka Anda harus mengutamakan kebutuhannya. Selain itu, beberapa orang menyalahartikan keinginan pasangannya adalah kebutuhannya.

“Memang, ada saat ketika Anda harus berkorban demi pasangan Anda, tetapi tidak melulu soal memprioritaskan keinginan dan kebutuhannya. Anda juga perlu memikirkan diri sendiri demi kebaikan hubungan yang romantis dan mesra,” kata Howes. “Jika pasangan Anda mengharapkan atau menuntut agar Anda terus-menerus mengutamakan mereka, mungkin ada masalah psikologis yang dideritanya.”

Baca juga:  4 Trik Gombalan Maut Wanita untuk Pria yang Boleh Dicoba

Harus Menyukai Hal yang Sama

Banyak pasangan yang berpikir, apa yang disukai pasangannya harus disukainya. Ini kadang menjadi tekanan batin karena tidak semua orang memiliki minat yang sama. Tidak perlu memenuhi standar ini jika Anda ingin memiliki hubungan yang mesra dengan suami atau istri.

“Biasanya perbedaan kita yang membuat pasangan kita tertarik untuk menjalin hubungan yang mesra dan langgeng,” kata Makepeace. “Meskipun memiliki kesukaan yang sama itu penting, ada korelasi yang lebih kecil dari yang diharapkan untuk menjadi lebih bahagia dalam suatu hubungan. Perbedaan ini dapat bermanfaat memberikan pasangan Anda ruang untuk tidak bosan dengan hidupnya.”

Selain semua aturan di atas, Anda juga tidak perlu memikirkan pencapaian atau pengorbanan pasangan Anda sebagai ukuran rasa cintanya, menguji pasangan Anda dengan mengajak ribut, dan terlalu posesif. Ini karena bisa membuat hubungan suami istri kurang mesra.

[1] Hadidtya, Sukma. 2021. Public Display of Affection (PDA) Suami Istri dalam Upaya Membangun Keluarga Samara (Sakinah Mawaddah dan Rahmah) Perspektif Hukum Islam (Skripsi). Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyah) Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: