Hindari Karbohidrat Olahan untuk Kulit Cerah dan Mulus

Ilustrasi: masalah pada kulit wajah (sumber: dietdoctor.com)Ilustrasi: masalah pada kulit wajah (sumber: dietdoctor.com)

Ketika Anda sudah merasa cukup banyak menggunakan skincare ternama, tetapi kulit wajah belum juga cerah dan mulus, jangan melulu menyalahkan produk yang Anda pakai. Coba perhatikan apa yang Anda makan setiap harinya. Menurut beberapa ahli, asupan bisa memengaruhi estetika kulit Anda, terutama pangan yang mengandung karbohidrat olahan. Untuk itu, sebaiknya hindari karbohidrat olahan untuk kulit yang cerah dan mulus.

Jenis-Jenis Karbohidrat

Pangan tinggi karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi pangan available karbohidrat dan pangan non available karbohidrat. Available karbohidrat adalah karbohidrat yang dapat dicerna enzim pencernaan, diserap dalam bentuk glukosa oleh usus halus, dan dimetabolisme oleh sel-sel tubuh, seperti glukosa, disakarida, oligosakarida yang dapat dicerna, dan pati (rapidly digestible starch dan slowly digestible starch).[1]

Sementara itu, non-available karbohidrat adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna enzim pencernaan, tidak diserap dalam bentuk glukosa oleh usus halus, dan tidak dimetabolisme oleh sel-sel tubuh, seperti serat, pati resisten, oligosakarida (frukto oligosakarida dan galakto oligosakarida), rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa. Pangan yang mengandung available karbohidrat tinggi memiliki indeks glikemik (IG) tinggi.

Dilansir dari HuffPost, makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan gula darah Anda dengan cepat. Menurut American Academy of Dermatology Association, penelitian menunjukkan bahwa diet glikemik tinggi dapat menyebabkan lebih banyak jerawat.

Baca juga:  Berapa Lama Harus Menunggu Aplikasi Setiap Lapisan Skincare?

Makanan Berpengaruh terhadap Kecantikan Kulit

“Makanan dengan karbohidrat olahan mungkin memiliki efek pro-inflamasi pada tubuh,” kata Courtney Rubin, seorang dokter kulit. “Ini yang menyebabkan peradangan pada kondisi kulit berjerawat.”

Ahli bedah plastik wajah Dr. Jaimie DeRosa juga menjelaskan, orang yang mengonsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar cenderung memiliki insiden jerawat yang lebih tinggi. Makanan dengan glikemik tinggi menyebabkan peningkatan glukosa darah dan pelepasan insulin dengan cepat, menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak minyak di kulit.

Ilustrasi: konsumsi makanan tinggi karbohidrat (sumber: eatthis.com)

Ilustrasi: konsumsi makanan tinggi karbohidrat (sumber: eatthis.com)

“Produksi minyak berlebih dalam bentuk sebum dapat menyumbat pori-pori Anda dan menyebabkan jerawat,” kata DeRosa. “Namun, karbohidrat olahan sebagai penyebab masalah kulit adalah hubungan yang masih dieksplorasi.”

Dr. Rebecca Marcus, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Maei MD menambahkan, telah terbukti dan dilaporkan dalam literatur ilmiah bahwa mengonsumsi gula memicu jerawat dan peradangan pada kulit. Selain itu, ada beberapa produk dengan karbohidrat olahan yang dirasa perlu dihindari jika Anda berjerawat, yakni minuman alkohol, khususnya bir.

Baca juga:  Bisa Picu Kematian Dini, Kenali Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

“Makan karbohidrat olahan juga dapat merusak kulit dengan meningkatkan produksi produk akhir glikasi lanjut, yang dikenal sebagai AGEs,” kata Marcus. “Ada penelitian yang menunjukkan bahwa AGEs terbentuk ketika glukosa atau fruktosa menyebabkan kolagen dan elastin tidak dapat memperbaiki diri dengan mudah. Proses itu dipercepat saat gula darah meningkat, seperti yang terjadi saat Anda makan makanan olahan.”

Tips Mengatur Pola Makan untuk Kecantikan Kulit

“Dokter kulit merekomendasikan diet seimbang yang sehat, tidak hanya menjaga kulit, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan,” kata Dr. Ramone F. Williams, seorang ahli bedah kulit dan anggota fakultas di Harvard Medical School. “Jika Anda melihat jerawat setelah makan makanan tertentu, buatlah buku harian makanan dan diskusikan temuan Anda dengan dokter kulit.”

Selain itu, usahakan untuk mengonsumsi sumber gizi yang beragam. Ini akan membantu Anda mengetahui apakah kulit Anda termasuk sensitif terhadap suatu makanan atau tidak. Ini juga yang membuat catatan buku harian makanan Anda menjadi lebih beragam.

Sementara itu, dokter kulit Dr. Nicole Negbenebor menyarankan Anda untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan Anda dalam memilih diet sehat terkait kecantikan kulit. Tidak semua orang membutuhkan diet karbohidrat ketat. Kebanyakan orang membutuhkan keseimbangan yang sehat dari karbohidrat, buah-buahan, dan sayuran yang diproses secara minimal untuk meningkatkan kesehatan dan kecantikan kulit.

Baca juga:  Info Lengkap Varian Cream Loreal untuk Memutihkan Wajah

“Memiliki pola makan yang seimbang sangat bagus untuk kulit,” kata Jennifer Weiss, asisten dokter di Marmur Medical. “Tetap terhidrasi dengan minum air sepanjang hari akan menghidrasi Anda dari dalam ke luar dan membuat kulit Anda terlihat lebih glowing dan sehat.”

Weiss juga menambahkan, sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan kangkung, kaya akan vitamin C, E, dan A, yang semuanya memerangi kerusakan akibat radikal bebas untuk menyeimbangkan mikrobioma kulit. Makanan indeks glikemik rendah seperti buah-buahan, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat akan membantu kulit menjadi lebih cerah, mengurangi peradangan, dan membantu mencegah munculnya jerawat.

[1] A., Afandi F., dkk. 2019. Hubungan antara Kandungan Karbohidrat dan Indeks Glikemik pada Pangan Tinggi Karbohidrat. Jurnal Pangan IPB, Vol. 28(2)” 145-160.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: